TANAH SUNDAKU

Sejuknya hawa mengharum diangin memanjakan aku

Gemercik air dari sungai menggoda merayu terdengar

Pelukan danau-danau mendamaikan getaran jiwaku

Gunung-gunung membiru terbentang memberi cinta

Dahan pepohonan melambai hangat memanggilku

Suara seruling bambu berbisik seribu mesra ditelingaku

Menggoda hati kecilku tak kuasa tuk kembali kepadamu

Kuingin bermimpi nirwana dalam buaian pohon bambu

Tanah Sunda datanglah, merindu haru mojangmu disini

Jemputlah aku pulang ketanah Sundaku nan elok

 

Kiriman dan karya : gnenen@gmail.com di Kanada


Ditulis dalam Puisi. 1 Comment »

Satu Tanggapan to “TANAH SUNDAKU”

  1. Rendy Azar Says:

    Kalau menghayati puisi diatas itu , kita atau saya jadi terbawa oleh suasana yang melankolis akan tempat kelahiran dimana kini sudah tidak terasa lagi akan kesyahduan lagu lagunya, santun tutur sapanya, lemah gemulai para putrinya dan sejuk udaranya sesejuk hati para penduduknya tetapi kemanakah ini semua kini?. Di hari hari tuaku kini aku masih mengharapkan suatu keindahan dan kedamaian yang telah hilang keindahan dimana setiap shubuh aku dituntun oleh ayahku ke mesjid didepan rumahku dan sepulangnya dari sana kami berjalan jalan menikmati indahnya pemandangan pegunungan dan rindangnya pepohonan dan aneka ragam pohon bunga yang masih ditutupi oleh embun pagi saat itu tanah sundaku bagaikan surga . Aku tidak tahu lagi apakah ini sebuah puisi atau ungkapan hati.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: