Istilah pada Pendidikan Formal, Saya jadi ingat ketika di Kursusan

Sekarang banyak istilah pada pendidikan formal seperti: silabus, akreditasi sekolah, ujian nasional, sertifikasi guru dan sumber belajar yang kesemuanya itu pernah saya jumpai ketika mengajar di lembaga kursus (pendidikan nonformal, pendidikkan luar sekolah). Dengan istilah-istilah itu saya jadi ingat ketika dulu bekerja di lembaga kursus.

Dulu (tahun 1992) ketika saya ingin menjadi instruktur/pengajar di lembaga kursus harus memiliki Surat Izin Mengajar yang dikeluarkan oleh Kanwil Depdikbud Provinsi. Karena kebutuhan akhirnya saya mengikuti pelatihan dan ujian sumber belajar (pengajar) di IKIP (sekarang UPI). Materi yang yang diujikan adalah materi-materi pelajaran kursus dan keguruan. Alhamdulillah saya lulus dan mendapatkan dua Ijazah Sumber Belajar (kalau sarjana keguruan seperti akta IV), yang pertama sebagai sumber belajar pengolah kata (dulu itu ada WS, WP, Chiwriter, MSWord win 3.1.1) dan sumber belajar pengolah angka (dulu itu Lotus 123). Ijazah tersebut sebagai syarat untuk mendapatkan surat izin mengajar.

Setiap pengajar kursusan yang sudah memiliki SIM mendapatkan honor lebih dan bisa diterima di mana saja. Sekarang saja ingat ada istilah sertifikasi guru, istilah ini mungkin sama dengan dulu ketika saya di kursusan.

Kalau lembaga kursus memiliki tenaga pengajar yang berkelayan (sudah memiliki SIM) maka lembaha itu akan mudah mendapatkan bantuan dari pemerintah (DBOWB=Dana Bantuan Operasional Warga Belajar, kalau sekarang BOS) dan bantuan pengembangan lembaga kursus (kalau di lembaga formal itu seperti BOMM, BIS, atau Block Grant Lainnya). Semua bantuan itu dari Bank Dunia.

Dengan adanya SIM itu maka setiap tenaga pengajar di lembaga kursus dapat meningkatkan kompetensi dirinya sehingga lembaga kursus itu terjamin mutu pendidikannya.

Untuk menilai lembaga kursus itu betul-betul terjamin mutunya maka diadakan penilaian oleh pemerintah yaitu akreditasi. Bagi lembaha kursus yang manajemennya baik, memiliki warga belajar banyak, sumber belajar berkelayan, memiliki jumlah lulusan ujian nasional banyak, maka akan mudah dalam proses akrditasi, minalmal dapat kategori “B” (4 tahun izin operasional)

Sekarang saya masuk ke pendidikan formal, istilah dan kegiatan itu muncul lagi (kok baru ada sekarang?) Tapi itulah pengalaman bagi saya.


Ditulis dalam Pribadi. 3 Comments »

3 Tanggapan to “Istilah pada Pendidikan Formal, Saya jadi ingat ketika di Kursusan”

  1. imam bukhori Says:

    kami mengajukan permohonan dana untuk pengembangan kursusan kami yang berada di Banyuwangi jawa timur,
    yang kami ajarkan kepada mereka yang tidak mampu dengan peralatan yang sangat minim dengan komputer lima (5) untuk anak lima pilih (50)
    atas terwujudnya permohonan kami ini saya hatur banyak terimakasih

  2. muh.ridwan Says:

    Lembaga kursus SMART Education adalah sebuah lembaga yang bergerak dalam bidang jasa pendidikan kursus dan pelatihan bagi masyarakat khususnya masyarakat yang tidak mampu, pemuda putus sekolah dan pengangguran, sejak berdirinya tahun 2001 sudah banyak keluaran kami yang sudah diterima kerja baik di instansi swasta maupun negeri dan diantaranya ada juga yang membuka usaha mandiri.
    Melalui kesempatan ini kami mencoba untuk memohon kiranya dapat dibantu dalam pengembangan lembaga dalam bentuk peningkatan sarana dan prasarana yang telah ada dan bimbingan manajemen, agar lembaga kami dapat tetap eksis dalam membantu masyarakat yang ada di daerah kami
    Atas perhatian, bantuan dan kerjasamanya kami ucapkan banyak terima kasih.

  3. Masalah Ujian Nasional (UN) Tiap Tahun Tetap Ramai Dibicarakan « Awan Sundiawan Says:

    […] Istilah pada Pendidikan Formal, Saya jadi ingat ketika di Kursusan […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: