Penistaan Kembali Terjadi : Al-quran Berinjil

Oleh : Fakta 22 May, 07 – 9:50 am

Batu, Malang, medio awal Mei digemparkan peredaran VCD yang berisi penistaan terhadap agama Islam. Isinya ritual Training Doa oleh kelompok yang mengatasnamakan Lembaga Pelayanan Mahasiswa Indonesia (LPMI) Jatilira (Jawa Timur-Bali-Nusantenggara).

Di Jombang, kaum Muslim menemukan Alquran yang tidak biasa. Sekilas mushaf Alquran itu seperti Alquran biasanya. Namun jika setiap halamannya diteliti satu-persatu akan terdapat selembar tulisan latin berbahasa Indonesia berisi nukilan Kitab Injil.

Dua kasus ini menambah panjang deretan kasus penistaan Alquran. Tahun lalu, Forum Aksi Bersama Anti Pemurtadan (FAKTA) Sumbar menemukan 36 kesalahan penulisan ayat dalam Alquran yang sempat beredar di kalangan siswa SLTP di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Langkah penodaan ini lumayan rapi, karena sudah masuk dalam substansi Alquran.

Umat diimbau agar jangan terpancing. Kita semua berkewajiban menjaga kemurnian Alquran.

 Penistaan Alquran Kembali Terjadi 

18/05/07 – Batu, Malang, medio awal Mei digemparkan peredaran VCD yang berisi penistaan terhadap agama Islam. Isinya ritual Training Doa oleh kelompok yang mengatasnamakan Lembaga Pelayanan Mahasiswa Indonesia (LPMI) Jatilira (Jawa Timur-Bali-Nusantenggara). VCD itu sendiri kemungkinan dibuat di Hotel Asida Kota Batu, 17-20 Desember 2006, saat kegiatan itu berlangsung.

Dalam kegiatan mereka yang dokumentasikan, para peserta melakukan doa dan puji-pujian diiringi musik sebagaimana dilakukan umat Kristiani. Namun kala melakukan ritual tersebut mereka memakai busana Muslim; yang laki-laki mengenakan kain sarung, baju koko, dan kopiah bahkan ada yang bersorban sedang perempuan mengenakan baju panjang, lengkap dengan jilbab.

Dalam acara itu ada sesi: bebas mencemooh dan menghujat Alquran! Kitab suci itu ditaruh di lantai, lalu mereka mengambil posisi melingkar dan menuding-tuding serta melecehkannya. Kata-kata apapun boleh terlontar. Penghinaan itu pada intinya menyatakan Alquran adalah sumber kesesatan. Kitab Injil adalah satu-satunya sumber kebenaran.

imageDi Jombang, kaum Muslim menemukan Alquran yang tidak biasa. Sekilas mushaf Alquran itu seperti Alquran biasanya. Namun jika setiap halamannya diteliti satu-persatu akan terdapat selembar tulisan latin berbahasa Indonesia berisi nukilan Kitab Injil. Dua buah mushaf yang dicetak oleh PT Maqbul Jaya Surabaya pada tahun 1994 itu, ditemukan Taufiq, guru Taman Pendidikan Alquran Syubbanul Khoir, Desa Pojok Kulon, Kesamben, Jombang pada 7 April lalu. Kini, mushaf itu sudah berpindah ke kantor Departemen Agama Jombang.

Depag segera melaporkan temuan itu kepada pihak kepolisian setempat untuk diselidiki lebih lanjut. “Tidak mungkin dalam sebuah mushaf Alquran ada sisipan Kitab Injil kalau tidak disengaja,” katanya ujar Kepala Kantor Departemen Agama (Depag) Kabupaten Jombang Warsito Hadi.

Dua kasus ini menambah panjang deretan kasus penistaan Alquran. Tahun lalu, Forum Aksi Bersama Anti Pemurtadan (FAKTA) Sumbar menemukan 36 kesalahan penulisan ayat dalam Alquran yang sempat beredar di kalangan siswa SLTP di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Langkah penodaan ini lumayan rapi, karena sudah masuk dalam substansi Alquran.

Kesalahan penulisan itu ditemukan setelah FAKTA melakukan penelitian melalui kerja sama dengan tiga perguruan tinggi ilmu Alquran di daerah itu. Dua belas di antara kesalahan penulisan itu berupa kesalahan penulisan huruf pada ayat yang berpotensi menyebabkan kesalahan arti dan menyesatkan serta dua kesalahan penulisan nama surat.

Penelitian dilakukan FAKTA menyusul permintaan dari guru agama Islam di SLTP 1 Tilatang Kamang, Agam, yang resah menyusul ditemukannya sejumlah Alquran di sekolah itu pada tanggal 17 Juni 2004 dimana pada bagian dalam sampulnya terdapat tulisan-tulisan ajaran agama lain. Maka 200 buah Alquran itu pun disita polisi.

Jangan terpancing
Kasus penodaan terhadap kitab suci Alquran akan terus terjadi selama Islam ada. Karena itu, tak ada langkah lain kecuali, Umat Islam harus hati-hati menjaga kemurnian Alquran, jangan sampai ada yang menodai,” kata Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah Goodwill Zubir kepada wartawan di Jakarta, Jumat (4/5).

Menurut dia, kasus tersebut harus diselidiki secara cermat, dan hati-hati. “Bisa saja ini dimunculkan agar umat Islam terpancing emosinya, kemudian melakukan aksi kekerasan,” ujar Goodwill yang juga Wakil Ketua Umum PP Dewan Masjid Indonesia.

Hal senada disampaikan Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Endang Turmudzi. Ia meminta agar umat Islam berhati-hati dan tenang. Namun dia mendesak penerbit PT Maqbul Jaya harus bertanggung jawab, dan menarik Alquran yang dicetaknya dari peredaran. “Ini bukan Alquran yang murni, tapi sudah menyesatkan,” tandasnya.

Selain itu itu lanjut Endang, pihaknya meminta aparat kepolisian bertindak cepat, agar tidak menimbulkan emosi umat Islam. “Memang selalu saja ada orang yang nakal,” imbuhnya. Menurut Dirjen Bimas Islam Departemen Aganma Prof Dr Nasaruddin Umar ada pihak-pihak yang tidak komit dengan kesepakatan yang telah dibikin secara bersama. Ini jelas menyalahi etika yang sudah disepakati,” tandas Nasaruddin kepada Republika Selasa (15/5).

Berkaitan dengan masalah tersebut, sambung Nasaruddin, pihaknya telah memerintahkan kepala-kepala Kanwil (Kantor Wilayah) Departemen Agama di seluruh Indonesia untuk meminta para pimpinan agama untuk merangkul umatnya, karena umat yang tidak dirangkul bisa menimbulkan ketegangan di masyarakat. ”Kami minta para kepala Kanwil bisa melakukan tindakan tegas yang tentunya dengan cara yang bijak sehingga tidak menimbulkan ketegangan.”

Yang merepotkan, papar Nasaruddin, upaya pelecehan terhadap kitab suci Alquran tidak hanya dilakukan oleh pihak-pihak di luar Islam, tapi juga oleh sekelompok kecil intelektual Islam. ”Di sinilah perlunya usaha pencerahan terhadap Islam yang dilakukan semua pihak,” ujarnya. aji/dam/ant (RioL)

 Umat Beragama Sasaran Utama Provokator 

09 Mei 2007 : Jakarta (HumasDepag)–Sejumlah kasus penodaan agama di beberapa daerah yang terjadi belakangan ini, bisa menjadi bukti bahwa umat beragama di Indonesia merupakan sasaran utama provokasi agama yang dapat memicu konflik antar-umat beragama, demikian dikemukakan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi.

“Oleh karena itu perlu adanya kewaspadaan baru di antara umat beragama agar tindakan kriminal itu tidak merembet menjadi konflik yang semakin membesar, selain juga aparat keamanan harus menindak tegas para pelakunya,” kata Hasyim pada pertemuan tokoh lintas agama di Jakarta, Rabu (9/5). Hadir dalam acara itu Uskup Agung Gereja Katolik Indonesia Kardinal Julius Rijadi Darmaatmadja dan Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pdt Andreas Anangguru Yewangoe.

Menurut Hasyim yang juga Presiden World Conference of Religions for Peace itu, fenomena maraknya kasus penodaan agama tersebut berarti mulai ada pihak-pihak tertentu yang berupaya mengganggu kerukunan antar-umat beragama. Jika hal tersebut tidak segera diatasi, dikhawatirkan akan mengganggu pula keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hasyim meminta masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam, agar tidak mudah terhasut oleh kasus-kasus yang berpotensi mengganggu keharmonisan hubungan antar-umat beragama itu. Pasalnya, ia menduga kuat bahwa kasus-kasus tersebut memang sengaja dirancang, bukan kejadian yang tidak disengaja.

Seperti halnya dalam kasus terkini, yakni ditemukannya Kitab Suci Al-Quran yang disisipi Injil, di Jombang, Jatim. Ia mengatakan, kejadian tersebut bukan yang pertama kali. Karena, sebelumnya juga pernah ditemukan kasus serupa di Padang, Sumatera Barat, pada 2004. “Di Padang itu penerbit Al-Quran-nya sama, yakni PT Makbul Jaya. Nah, itu berarti kuat diduga bahwa kasus tersebut adalah by design,” tandasnya. (NU/KS/http:/humasdepag.or.id)

 Kok Tega Mencaci Alquran?  

18/05/07 – Omongan Dirjen Bimas Islam Departemen Agama Prof Dr Nasaruddin Umar bahwa upaya pelecehan terhadap kitab suci Alquran tidak hanya dilakukan oleh pihak-pihak di luar Islam perlu digarisbawahi. Menurut dia, sekelompok kecil intelektual Islam juga melakukannya. Betulkan begitu?

Narasuddin enggan mengurai secara jelas. Namun Ketua Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Ahdian Husaini MA mempunyai catatan panjang tentang ini. Menurut dia, ada skenario besar di balik semua kejadian itu. Hal ini tidak lepas dari tema sekularisasi dan liberalisasi Islam yang sedang digelar di Indonesia. Salah satu yang disasar adalah dekonstruksi kitab suci.

Menurut dia, proyek liberalisasi Islam tidak akan lengkap jika tidak menyentuh aspek kesucian Alquran. Mereka berusaha keras untuk meruntuhkan keyakinan kaum Muslim bahwa Alquran adalah Kalamullah, bahwa Alquran adalah satu-satunya Kitab Suci yang suci, yang bebas dari kesalahan, ujarnya, dalam diskusi menganai perkembangan terkini dunia Islam di kantor Harian Umum Republika beberapa waktu lalu.

Jangan bayangkan pelakunya hanya Orientalis saja. Banyak orang dari kalangan Muslim sendiri yang bekerja keras untuk meruntuhkan otentisitas Alquran sebagai kitab suci umat Islam. Ibarat dalam satu peperangan, para penghujat al-Quran ini laksana menikam kaum Muslimin dari belakang, ujarnya. Ia mencontohkan ada dosen Universitas Islam Negeri yang mengajak mahasiswanya menginjak-injak tulisan Allah di dalam kelas. Kasus ini mencuat pada bulan Juni 2006. Namun luput dari pemberitaan media. Sang dosen akhirnya diskors selama enam bulan dari tempatnya mengajar di IAIN Surabaya.

Adian mengurai contoh lain. Tahun 2004 IAIN Yogyakarta pernah meluluskan sebuah tesis master yang terang-terangan menyatakan Alquran bukan kitab suci. Tesis itu kemudian diterbitkan menjadi buku berjudul Menggugat Otentisitas Wahyu Tuhan, ujarnya.

Ia mengingatkan umat agar tidak terjebak pada upaya-upaya pemutarbalikkan semacam ini. “Karena dalam konsep Islam, Alquran adalah lafzhan wa ma’nan dari Allah; lafal dan maknanya dari Allah. “Alquran adalah kitab yang tanzil, yang diturunkan melalui Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH A Kholil Ridwan meminta agar segala bentuk penodaan terhadap kitab suci Alquran untuk ditindak.

”Ini jelas menunjukkan upaya untuk melecehkan kitab suci umat Islam, siapapun pelakunya,” ujar Kiai Kholil kepada Republika Selasa (15/5) malam. Dia mengutip sebuah ayat Alquran yang menegaskan bahwa orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah rela terhadap agama Islam, sampai orang-orang Islam kemudian masuk kepada agama mereka. ”Ini jelas sekali peringatan Allah SWT yang harus diperhatikan semua umat Islam. Di sinilah perlunya kita waspada terhadap tipu daya mereka jangan sampai istri dan anak-anak kita terpedaya sehingga mengikuti agama mereka,” tegasnya.

Karenanya, ia meminta umat agar kembali pada agamanya dan jangan mudah diputarbalikkan keyakinannya. Juga jangan sampai mau dimanfaatkan untuk menyerang agamanya sendiri. Bila menemukan kasus-kasus seperti itu, segera adukan ke pihak berwajib, agar diselesaikan secara hukum,” ujarnya. dam

Bila Anda Menemukan Praktik Penodaan Alquran

  1. Segera sampaikan masalah tersebut kepada tokoh agama setempat, ulama atau pun MUI, supaya dilakukan penelitian apakah betul ada penodaan.
  2. Segera melaporkan kepada pihak polisi untuk segera diambil tindakan
  3. Bisa juga masalah tersebut dilaporkan kepada KUA (Kantor Urusan Agama), Kandepag (Kantor Departemen Agama) atau pun Kanwil (Kantor Wilayah) Depag atau langsung disampaikan ke Jakarta ke Menteri Agama untuk diteruskan ke Kejaksaan Agung karena harus diusut tuntas.
  4. Hindari penyelesaian secara fisik, tetapi lebih mengedepankan hukum karena negara kita adalah negara hukum.
  5. Jangan menyelesaikan masalah tersebut dengan cara sendiri, tapi harus dengan jalur hukum. Jangan sampai menyelesaikan masalah dengan menimbulkan masalah baru.

sumber: KH Kholil Ridwan (RioL)

Ditulis dalam Umum. Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: