Bangsa Kasihan

oleh Khalil Gibran

Kasihan bangsa yang memakai pakaian yang tidak ditenunnya,memakan roti dari gandum yang tidak dituainya, dan meminum anggur yang tidak diperasnya.

Kasihan bangsa yang menjadikan orang bodoh menjadi pahlawan,dan menganggap penindasan penjajah sebagai hadiah.

Kasihan bangsa yang meremehkan nafsu dalam
mimpi-mimpinya ketika tidur,sementara menyerah padanya
ketika bangun.

Kasihan bangsa yang tidak pernah angkat suara,
kecuali sedang berjalan diatas kuburan,
tidak sesumbar kecuali di runtuhkan,
dan tidak memberontak kecuali ketika lehernya,sudah berada
di antara pedang dan landasan.

Kasihan bangsa yang negarawannya serigala, falsafahnya
karung nasi,dan senimannya tukang tambal dan tukang tiru.

Kasihan bangsa yang menyambut penguasa barunya,
dengan terompet kehormatan namun melepasnya dengan
cacian,hanya untuk menyambut penguasa baru lain dengan
terompet lagi.

Kasihan bangsa yang orang sucinya dungu,
menghitung tahun-tahun berlalu,
dan orang kuatnya masih dalam gendongan.

Kasihan bangsa yang terpecah-belah,
dan masing-masing menganggap dirinya sebagai satu
bangsa.

(Mudah-mudahan tidak berkaitan dengen resafel kabinet SBY-JK! )

3 Tanggapan to “Bangsa Kasihan”

  1. xwoman Says:

    Hik…hik…, jadi sedih mengenang wajah Indinesia😦

  2. pree Says:

    siapa yang harus kita kasihani? Pemimpin kita? Ulama kita?

    Yang dikasahani ya.. kita sendiri… oleh kita sendiri… orang lain belum tentu perhatian kepada kita

  3. ummu_muffidah Says:

    tatkala kita ingin suatu perubahan, maka yang harus di rubah adalah diri kita sendiri terlebih dahulu….dan yang perlu di ingat! jangan terlalu banyak menuntut, tapi banyaklah berbuat,,…puisi itu sebagai penyemangat pada kita semua agar kita jangan terlalu banyak menuntut ini dan itu sementara diri kita sendiri tidak pernah berbuat apa-apa, minimal berbuat untuk diri kita sendiri. perbaiki akhllak diri agar bisa menjadi manusia yang baik baik di mata manusia terlebih di mata TUHAN!

    Saya sangat setuju dengan pendapat Anda


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: