Laporan Lengkap : Aksi Pemurtadan Pdt. Radikal Edhie Sapto Wedha

dikutip dari http://swaramuslim.net/FAKTA/more.php?id=5574_0_16_0_M

Ahhamdulillah tim webmaster telah menyelesaikan halaman khusus seputar kasus “Aksi Pemurtadan Pendeta Radikal Edhie Sapto Wedha di Madura” – Seluruh artikel seluruhnya bersumber dari majalah Tabligh.

Majalah Midrash Talmiddim yang Penuh Masalah
DENGAN motto “melayani yang belum terlayani,” Yosua memimpin redaktur majalah Midrash Talmiddim yang sebagian dibagikan cuma-cuma kepada masyarakat. Beberapa pernyataan yang menyinggung Islam antara lain:

  1. Yosua mengkristenkan orang satu tahun sebanyak 50 orang lebih, dengan menggunakan bahasa Arab dan Qasidah Arab sebagai daya tarik. (edisi 3, hal. 13-15).
    Menyatakan Nabi Muhammad tidak memiliki mukjizat (edisi 3 hal. 17).
  2. Mewajibkan mahasiswa SATT untuk mengkristenkan minimal lima orang Islam dari beberapa suku, antara lain suku Madura, sebagai salah satu syarat kelulusan. (edisi 3 hal. 21; edisi 4 hal. 44).
  3. Menyebutkan bahwa gambar Maria, Yesus dan salib terdapat di Ka’bah sampai dengan tahun 683 M. (edisi 3 hal. 25).
  4. Menuduh Nabi Muhammad pernah bergabung dalam ibadah orang kafir dengan cara semedi di goa. (edisi 3 hal. 25).
  5. Menyebutkan bahwa Al-Qur’an mendukung keabsahan kitab Kristiani. Tak satu pun ayat yang menyatakan bahwa kitab suci Kristiani itu terpalsukan. Al-Qur`an justru menasihatkan umat Islam untuk menghargai kitab-kitab tersebut (edisi 3 hal. 8).
  6. Menyatakan Al-Qur’an memiliki konteks yang amat miskin untuk bahan rujukan (edisi 4 hal. 12).
  7. Menebar amarah kepada suku Madura dengan menyatakan bahwa Kristen harus diberitakan kepada suku Madura, meskipun mereka memiliki sikap yang keras dan ganas (edisi 4 hal. 13).
  8. Menyatakan bahwa Allah dalam Al-Qur’an itu menyesatkan orang dan tidak mengampuni orang (edisi 4 hal. 15-17).
  9. Menuduh Nabi Muhammad sebagai seorang pemarah yang membuat ayat Al-Qur’an untuk melampiaskan kemarahan kepada orang Yahudi lantaran mereka tidak mau mengakui kenabiannya (edisi 4 hal. 22).

Masih banyak lagi tulisan yang menyinggung umat Islam di majalah yang dikomandani Yosua ini. Maka tidak heran bila ia berurusan dengan FPI bulan Maret 2006. Karena belum kapok dalam melancarkan aksinya, maka beberapa bulan kemudian ia berhadapan dengan Ustadz Madura hingga berujung maut. mai, mag, hbj (majalah Tabligh)

Pengkristenan Madura Pancing Amarah

Berhubung terdapat beberapa pemberitaan mengenai kasus “Aksi Pemurtadan Pendeta Radikal Edhie Sapto Wedha” – Guna kemudahan para pengunjung, halaman khusus telah kami sediakan. (redaksi/sumber majalah Tabligh)

Aksi Pemurtadan Pendeta Madura
Metode Pemurtadan Mutakhir : Wajibkan Kristenisasi
Edhie Sapto Weda : Pendeta Radikal Mantan Pembunuh Bayaran
Pendeta Yosua Adhie , MTH. : Mengaku Mantan Ustadz Pesantren
Midrash Talmiddim : majalah Yosua yang Penuh Masalah
Pengkristenan Madura Pancing Amarah
Wawancara : Abu Deedat Syihab MH, Ketua Umum FAKAT : Itulah Bukti Kristenisasi
Wawancara : Romo Benny Susetyo, Sekretaris KAK Konferensi Waligereja Indonesia
Wawancara : Pdt. Edhie Sapto Weda, Kristenisasi Untuk Mencari Domba yang Hilang
Wawancara : KH. Sulaiman Zachawerus, Panglima Brigade Ababil Islam : Berarti Orang Ini Sudah Tidak Bisa Dimaafkan
Kristologi : Jawaban untuk Pendeta Oreng Madure

Majalah Tabligh

Silahkan kopi paste/tulis alamat ini ke browser http://swaramuslim.net/FAKTA/more.php?id=5574_0_16_0_M

dam alamat ini:

http://swaramuslim.net/FAKTA/html/002/index.php

Ditulis dalam Berita. Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: