Archive for the 'Cerita Rekaan' Category

SITTI NURBAYA
(Kasih Tak Sampai)

Pengarang : Marah Rusli (7 Agustus 1889-17 Januari 1968)
Penerbit : Balai Pustaka
Hampir semua kritikus sastra Indonesia menempatkan novel Sitti Nurbaya ini sebagai karya penting dalam sejarah kesusastraan Indonesia. Secara tematik, seperti yang disinggung H.B. Jassin, Zuber Usman, Ajip Rosidi, Sapardi Djoko Damono, maupun Teeuw, novel ini tidak hanya menampilkan latar [...]

“Mengapa dirimu murung?”
“Aku lagi gak enak hati?”
“Kenapa?”
“Sudah lah… aku bersalah padanya.”
“Terus?”
“Biarkan aku pulang sendiri membawa rinduku padanya, aku mau menyendiri dulu”
Lelaki tua itu pulang sendirian di senja yang gerimis dengan membawa rasa yang kurang enak.

“Ah… hari sudah senja, aku pulang dulu saja, biar besok aku tunggu di tempat ini” Lelaki tua itu berkata dalam hatinya.

Pagi yang cerah, seperti hari kemarin, lelaki tua itu mencium harum bunga melati yangs edang mekar.
“Ah segaranya pagi ini, alangkah lebih segar apabila dirimu ada di sini”, gumam lelaki tua itu.
Sepertinya termpat ia duduk telah ada goresan pesan yang berbunyi, “Selamat juga ya, dari wanita pujaanmu”, tulisan itu tertireh di bangu tempat ia duduk.
Lelaki tua [...]

Udara pagi ini segar sekali, mentari hari ini agak malu-malu untuk keluar di ufuk timur, bunga semerbak harum mulai mekar, pohon rindang keliatan asri. Lelaki tua itu mencoba duduk sekitar taman yang diteduhi oleh pohon rindang itu. Dia sengaja jalan-jalan mencari udara segar, setelah sekian lama menunggu wanita pujaannya datang.
Hari ini, bukan hari yang ditunggu-tungu [...]

Sudah seharian lelaki tua duduk ditempat biasa, di bawah pohon rindang dekat taman bunga yang sedang mekar. Dia melihat secarik kertas yang bertuliskan “Boleh minta tolong?” hanya tiga kata yang dapat dia baca.
Dia mencari tulisan lain barangkali ada tulisan yang menyatakan permintaan pertolongan yang lebih rinci, namun sampai siang dia mencarinya tidak ditemukannya juga.

Mentari mulai menghangatkan badan, angin mulai menerpa wajah lelaki tua itu. Jam tangan selalu setia menemani lelaki tua itu ke mana saja pergi. Jam tangannya tiba-tiba mengeluarkan bunyi peringatan, kemudian lalu lelaki tua itu melihatnya, dan ada tulisan “Setahun yang lalu kita pernah janji untuk bertemu”, lelaki tua itu melihat ke langit barangkali ada rembulan, [...]

Di sebrang sana terilhat wanita pujaanya sedang mencarinya, dia berjalan menelusuri jalan, dia mencarinya di bawah pohon rindang, namu lelaki tua itu tidak ada, dia berhenti sejenak, lalu dia melihat ke sebrang jalan, lalu dia tersenyum. Dia melihat sosok lelaki tua itu yang sudah menunggunya sejak pagi. Mereka pun saling menyapa, namun hanya sebentar, mereka [...]

“Kemana saja, tidak kelihatan” tanya anak muda kepada lelaki tua itu.
“Saya tidak ke mana-mana, ada tetap di sini menunggunya”, jawab lelaki tua itu.
Memang sudah beberapa lama lelaki tua itu tidak kelihatan batang hidungnya dan tidak mendengar cerita-ceritanya.
“Anak muda, sebenarnya saya sedang menahan rasa rindu, kangen, pada wanita pujaanku. Dulu di tempat ini di trotoar jalan [...]

Metari sudah mulai menyusup ke balik gunung, senja pun mulai datang, bunga yang sedang mekar sudah kelihatan layu, kecuali bunga “sariak layung” bunga yang mekar ketika senja hari.
Lelaki tua masih memadang ka arah lembah yang sudah mulai ditiup angin malam, dia merasakan pergantian siang dan malam. Dia berada diperbatasan siang dan malam, dia juga sedang [...]