Seri Pembelajarn #2: Strategi Implementasi Materi Pembelajaran

Setelah tadi malam menyelesaikan pengembangan materi pembelajaran, maka hari ini akan diimplementasikan sesuai rencana strateginya sebagai berikut.

Langkah-Langkah Penentuan Materi Pembelajaran

1. Identifikasi standar kompetensi dan kompetensi dasar

Sebelum menentukan materi pembelajaran terlebih dahulu perlu diidentifikasi aspek-aspek keutuhan kompetensi yang harus dipelajari atau dikuasai peserta didik. Aspek tersebut perlu ditentukan, karena setiap  standar kompetensi dan kompetensi dasar memerlukan jenis materi yang berbeda-beda dalam kegiatan pembelajaran. Harus ditentukan apakah standar kompetensi  dan kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik termasuk ranah kognitif, psikomotor ataukah afektif.

  • Ranah Kognitif jika kompetensi yang ditetapkan meliputi pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis,  dan penilaian.
  • Ranah Psikomotor jika kompetensi yang ditetapkan meliputi gerak awal, semirutin, dan rutin.
  • Ranah Afektif jika kompetensi yang ditetapkan meliputi pemberian respons, apresiasi, penilaian, dan internalisasi.

2.   Identifikasi Jenis-jenis Materi Pembelajaran

Identifikasi dilakukan berkaitan dengan kesesuaian materi pembelajaran  dengan tingkatan aktivitas/ranah  pembelajarannya. Materi  yang sesuai untuk ranah kognitif ditentukan berdasarkan perilaku yang menekankan aspek intelektual, seperti pengetahuan, pengertian, dan keterampilan berpikir. Dengan demikian, jenis materi yang sesuai untuk ranah kognitif adalah fakta, konsep, prinsip dan prosedur.

Materi pembelajaran yang sesuai untuk ranah afektif ditentukan berdasarkan perilaku yang menekankan aspek perasaan dan emosi, seperti minat, sikap, apresiasi, dan cara penyesuaian diri. Dengan demikian, jenis materi yang sesuai untuk ranah afektif meliputi rasa dan penghayatan, seperti pemberian respon, penerimaan, internalisasi, dan penilaian.

Materi pembelajaran yang sesuai untuk ranah psikomotor ditentukan berdasarkan perilaku yang menekankan aspek keterampilan motorik. Dengan demikian, jenis materi yang sesuai untuk ranah psikomotor terdiri dari gerakan awal, semirutin, dan rutin. Misalnya tulisan tangan, mengetik, berenang, mengoperasikan komputer, mengoperasikan mesin dan sebagainya.

Materi yang akan dibelajarkan  perlu diidentifikasi  secara tepat agar pencapaian kompetensinya dapat diukur. Di samping itu, dengan mengidentifikasi jenis-jenis materi yang akan dibelajarkan, maka guru akan mendapatkan ketepatan dalam metode pembelajarannya. Sebab, setiap jenis materi pembelajaran memerlukan strategi, metode, media, dan sistem evaluasi yang berbeda-beda. Misalnya metode pembelajaran materi fakta atau hafalan bisa menggunakan “jembatan keledai”, “jembatan ingatan” (mnemonics), sedangkan metode pembelajaran materi prosedur dengan cara  “demonstrasi”.

Cara yang paling mudah untuk menentukan jenis materi pembelajaran yang akan dibelajarkan adalah dengan cara mengajukan pertanyaan tentang kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik.  Dengan mengacu pada kompetensi dasar, kita akan mengetahui apakah materi yang harus kita belajarkan berupa  fakta, konsep, prinsip, prosedur, aspek sikap, atau keterampilan motorik.

Berikut adalah pertanyaan penuntun untuk mengidentifikasi jenis materi pembelajaran.

  1. Apakah kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik berupa mengingat nama suatu objek, simbol atau suatu peristiwa? Kalau jawabannya “ya” maka materi pembelajaran yang harus diajarkan adalah “fakta”. Contoh: Nama tokoh, nama peristiswa, nama nempat kejadian, kapan kejadiannya, di mana kejadiannya.
  2. Apakah kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik berupa kemampuan untuk menyatakan suatu definisi, menuliskan ciri khas sesuatu, mengklasifikasikan atau mengelompokkan beberapa contoh objek sesuai dengan suatu definisi? Kalau  jawabannya “ya” berarti materi yang harus diajarkan adalah “konsep”. Contoh : Seorang guru bahasa Indonesia menunjukkan beberapa menyajikan beberapa paragraf kemudian peserta didik diminta untuk menglasifikasikan atau mengelompokkan mana yang termasuk paragraf narasi, eksposisi, argumentasi, persuasi, deskripsi.
  3. Apakah kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik berupa menjelaskan atau melakukan langkah-langkah atau prosedur secara urut atau membuat sesuatu? Bila “ya” maka materi yang harus diajarkan  adalah “prosedur”. Contoh :
  • Seorang guru bahasa Indonesia membelajarkan bagaimana proses menyusun langkah-langkah untuk membuat sebuah paragraf yang utuh dari kalimat-kalimat yang disajikan atau
  • Seorang guru bahasa Indonesia membelajarkan bagaimana proses menyusun langkah-langkah untuk mengambangkan sebuah karangan baik berupa paragraf atau wacana dari sebuah topik yang sudah ditentukan.

Apakah kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik berupa menentukan hubungan antara beberapa konsep, atau menerapkan hubungan antara berbagai macam konsep? Bila jawabannya “ya”, berarti materi pembelajaran yang harus diajarkan termasuk dalam kategori “prinsip”. Contoh :

  • Seorang guru bahasa Indonesia menjelaskan cara  menentukan puisi lama dan puisi baru. Puisi lama dapat ditentukan jumlah baris dalam tiap baik, rima tiap tiap baris dalam satu bait, sedangkan pada puisi baru tidak terikat oleh jumlah baris dan rima tiap baris dalam satu bait. atau
  • Seorang guru bahasa Indonesia menjelaskan cara menentukan kalimat fakta dan opini. Kalimat fakta berisi data-data yang dapat diuji dengan kata tanya 5w 1 h, dan tidak ada kata yang terselip seperti: katanya, menurut, pendapat, dan sejenisnya, sedangkan kalimat opini berupa pendapat si penulis dengan ditandai adanya kata: katanya, menurut, pendapat, pendapatnya, perkiraan, sangat, sekali, dan sejenisnya.

Apakah kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik berupa memilih berbuat atau tidak berbuat berdasar pertimbangan baik buruk, suka tidak suka, indah tidak indah? Jika jawabannya “Ya”, maka materi pembelajaran yang harus diajarkan berupa aspek sikap atau nilai. Contoh:Setelah membaca cerpen, novel, drama, Budi memilih terlambat membayar uang iuran sekolah daripada mencuri  uang temannya yang tergeletak di bangku walau telah dibelajarkan pentingnya menaati peraturan sekolah dalam hal membayar uang iuran sekolah.

Apakah kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik berupa melakukan perbuatan secara fisik? Jika jawabannya “Ya”, maka materi pembelajaran yang harus diajarkan adalah aspek motorik. Contoh: Dalam pelajaran berpidarto tanpa teks, peserta didik diharapkan mampu menyampaikan pidatonya tanpa teks dengan jelas (pengucapan, tekanan nada, ekspresi dilakukan dengan baik), dan penguasaan materi pidato disampaikan dengan baik . Materi pembelajaran yang harus diajarkan adalah teknik berpidato tanpa teks.

Strategi Urutan Penyampaian

1. Strategi urutan penyampaian simultan

Jika guru harus menyampaikan lebih dari satu materi pembelajaran, maka menurut strategi urutan penyampaian simultan, materi secara keseluruhan disajikan secara serentak, kemudian diperdalam satu demi satu (metode global). Misalnya, seorang guru mata pelajaran bahasa Indonesia akan menyampaikan materi unsur intrinsik puisi yang terdiri dari tema, amanat, nada, irama, diksi, gaya bahasa, rima, setting. Pertama-tama Guru menyajikan gambaran umum sekaligus secara garis besar, kemudian setiap unsur intrinsik disajikan secara mendalam.

 2.   Strategi urutan penyampaian suksesif

Jika guru harus menyampaikan materi pembelajaran lebih daripada satu, maka menurut strategi urutan panyampaian suksesif, sebuah materi satu demi satu disajikan secara mendalam baru kemudian secara berurutan menyajikan materi berikutnya secara mendalam pula. Contoh yang sama, seorang guru mata pelajaran bahasa Indonesia akan menyampaikan materi tentang Imateri unsur intrinsik puisi yang terdiri dari tema, amanat, nada, irama, diksi, gaya bahasa, rima, setting. Setelah unsur intrinsik pertama disajikan secara mendalam, baru kemudian menyajikan unsur intrinsik berikutnya.

Strategi  Penyampaian  Jenis-Jenis Materi

Secara garis besar, langkah-langkah menyampaikan materi pembelajaran  sangat bergantung kepada jenis materi yang akan disajikan. Langkah-langkah dan strategi yang dijabarkan dalam panduan ini adalah masih dalam taraf minimal. Pengembangannya, diserahkan pada kreativitas guru, sepanjang tidak menyalahi kaidah-kaidah yang telah dijelaskan pada bab-bab sebelumnya.

1.   Strategi Penyampaian Fakta

Jika guru harus manyajikan materi pembelajaran jenis fakta (nama-nama benda, nama tempat, peristiwa sejarah, nama orang, nama lambang atau simbol, dsb.).

Langkah-langkah membelajarkan materi pembelajaran jenis “Fakta”:

(a) Sajikan fakta

(b) Berikan bantuan untuk materi yang harus dihafal

(c)  Berikan soal-soal mengingat kembali (review)

(d) Berikan umpan balik

(e) Berikan tes.

2.   Strategi penyampaian konsep

Materi pembelajaran jenis konsep  adalah materi berupa definisi atau pengertian. Tujuan mempelajari konsep adalah agar peserta didik paham, dapat menunjukkan ciri-ciri, unsur, membedakan, membandingkan, menggeneralisasi, dsb.

Langkah-langkah mengajarkan atau menyampaikan materi pembelajaran jenis  ”Konsep”:

(a) Sajikan Konsep

(b) Berikan bantuan (berupa inti isi, ciri-ciri pokok, contoh dan bukan contoh)

(c)  Berikan soal-soal latihan dan tugas

(d) Berikan umpan balik

(e) Berikan tes.

3.   Strategi penyampaian materi pembelajaran prinsip

Termasuk materi pembelajaran jenis prinsip adalah dalil, rumus, hukum (law), postulat, teorema, dsb.

Langkah-langkah mengajarkan atau menyampaikan materi pembelajaran jenis “prinsip”

(a) Berikan prinsip

(b) Berikan bantuan berupa contoh penerapan  prinsip

(c)  Berikan soal-soal latihan

(d) Berikan umpan balik

(e) Berikan tes.

4.   Strategi Penyampaian Prosedur

Tujuan mempelajari prosedur adalah agar peserta didik dapat melakukan atau mempraktekkan prosedur tersebut, bukan sekedar paham atau hafal. Termasuk materi pembelajaran  jenis prosedur adalah langkah-langkah mengerjakan suatu tugas secara urut. Misalnya langkah-langkah menghidupkan televisi, menghidupkan  dan mematikan komputer.

Langkah-langkah mengajarkan prosedur meliputi:

  1. menyajikan prosedur
  2. pemberian bantuan dengan jalan mendemonstrasikan bagaimana cara melaksanakan prosedur
  3. memberikan latihan (praktik)
  4. memberikan umpanbalik
  5. memberikan tes.

 5.   Strategi penyampaian materi aspek sikap (afektif)

Termasuk materi pembelajaran aspek sikap (afektif) menurut Bloom (1978) adalah pemberian respons, penerimaan suatu nilai, internalisasi, dan penilaian. Beberapa strategi mengajarkan materi aspek sikap antara lain:  penciptaan kondisi, pemodelan atau contoh, demonstrasi, simulasi, penyampaian ajaran atau dogma.

Strategi Belajar

Ditinjau dari sisi guru, perlakuan (treatment) terhadap materi pembelajaran berupa kegiatan guru menyampaikan atau membelajarkan kepada peserta didik (teaching activity). Sebaliknya, ditinjau dari sisi peserta didik, perlakuan terhadap materi pembelajaran berupa mempelajari atau berinteraksi dengan materi pembelajaran (learning activity).

Secara khusus dalam belajar, kegiatan peserta didik dapat dikelompokkan menjadi menghafal, menggunakan, menemukan, dan memilih.

Penjelasan dan contoh berikut adalah minimal. Guru dipersilakan melakukan pengembangan disesuaikan dengan metode-metode lebih mutakhir yang dimiliki:

1)   Menghafal

Ada dua jenis menghafal, yaitu menghafal verbal (remember verbatim) dan menghafal parafrase (remember paraphrase). Menghafal verbal adalah menghafal persis seperti apa adanya. Terdapat materi pembelajaran yang memang harus dihafal persis seperti apa adanya, misalnya nama orang, nama tempat, nama zat, lambang, peristiwa sejarah, nama-nama bagian atau komponen suatu benda, dsb. Sebaliknya ada juga materi pembelajaran yang tidak harus dihafal persis seperti apa adanya tetapi dapat diungkapkan dengan bahasa atau kalimat sendiri (hafal parafrase). Yang penting peserta didik paham atau mengerti, misalnya paham inti isi Pembukaan UUD 1945, definisi saham, dalil Archimedes, dsb.

2)   Menggunakan/Mengaplikasi

Materi pembelajaran setelah dihafal atau dipahami kemudian  digunakan atau diaplikasikan. Jadi dalam proses pembelajaran peserta didik perlu memiliki kemampuan untuk menggunakan, menerapkan atau mengaplikasi materi yang telah dipelajari.

Penggunaan fakta atau data adalah untuk dijadikan bukti dalam rangka pengambilan putusan. Contoh,  berdasar hasil penggalian ditemukan fakta terdapatnya emas perhiasan yang sudah jadi, setengah jadi, perhiasan yang telah rusak, tungku, bahan emas batangan di bekas peninggalan sejarah di Desa Wonoboyo, Klaten, Jawa Tengah. Dengan menggunakan fakta tersebut, ahli sejarah menyimpulkan bahwa lokasi tersebut adalah bekas tempat pengrajin emas.

Penggunaan materi konsep adalah untuk menyusun proposisi, dalil, atau rumus. Seperti diketahui, dalil atau rumus merupakan hubungan antara beberapa konsep. Misalnya,  dalam berdagang “Jika penjualan lebih besar daripada  modal maka akan terjadi laba atau untung”. Konsep-konsep dalam jual beli tersebut meliputi penjualan, biaya modal, laba, untung, dan konsep “lebih besar”.

Selain itu, penguasaan atas suatu konsep digunakan untuk menggenerali-sasi dan membedakan. Contoh, seorang anak yang telah memahami konsep “jam adalah alat penunjuk  waktu”, akan dapat menggeneralisasi bahwa bagaimanapun berbeda-beda bentuk dan ukurannya, dapat menyimpulkan bahwa benda tersebut adalah jam.

Penerapan atau penggunaan prinsip adalah untuk memecahkan masalah pada kasus-kasus lain. Contoh, seorang peserta didik  yang telah mampu menghitung luas persegi panjang setelah mempelajari rumusnya,  dapat menentukan luas persegi panjang di mana pun dan berapa pun besarnya panjang dan lebar persegi panjang yang harus dihitung luasnya.

Penggunaan materi prosedur adalah untuk dikerjakan  atau dipraktikkan. Seorang peserta didik yang telah menguasai cara dan berlatih  mengendarai sepeda motor, dapat mengendarai sepeda motor tersebut.

Penggunaan prosedur (psikomotorik) adalah untuk mengerjakan tugas atau melakukan suatu perbuatan. Sebagai contoh, peserta didik dapat mengendarai sepeda motor setelah menguasai langkah-langkah atau prosedur mengendarai sepeda motor.

Penggunaan materi sikap adalah berperilaku sesuai nilai atau sikap yang telah dipelajari. Misalnya, peserta didik berhemat air dalam mandi dan mencuci setelah mendapatkan pelajaran tentang pentingnya bersikap hemat.

3)   Menemukan

Penemuan di sini adalah menemukan cara memecahkan masalah-masalah baru dengan menggunakan fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang telah dipelajari. Menemukan, merupakan hasil belajar tingkat tinggi. Gagne (1987) menyebutnya sebagai penerapan strategi kognitif. Misalnya, setelah mempelajari hukum bejana berhubungan seorang peserta didik dapat membuat peralatan penyiram pot gantung menggunakan pipa-pipa paralon. Contoh lain, setelah mempelajari sifat-sifat angin yang mampu memutar baling-baling peserta didik dapat membuat prototipe, model, atau maket sumur kincir angin untuk mendapatkan air tanah.

4)   Memilih

Memilih di sini menyangkut aspek afektif atau sikap. Yang dimaksudkan dengan memilih di sini adalah memilih untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu. Misalnya memilih membaca novel daripada membaca tulisan ilmiah. Memilih mentaati peraturan lalu lintas tetapi terlambat masuk sekolah atau memilih melanggar tetapi tidak terlambat, dsb.

Alhamdulillah strategi telah kupelajari dan telah diimplementasikan hari ini dan menghasilkan perubahan yang berbeda ketika proses pembelejaran, semoga saya masih tetap semangat untuk terus belajar.

Referensi:

Panduan Pengembangan Materi Pembelajaran-Dit PSMA

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.634 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: