Guru (yang) Profesional

Apa bedanya guru yang sudah disertifikasi dengan guru yang belum disertifikasi?
Sampai saat ini saya belum bisa menemukan jawabannya, karena banyak persamaaanya daripada perbedaannya. Mungkin ada pembaca yang bisa membedakannya saya sangat menunggu informasinya.

Apa bedanya guru yang profesional dengan guru yang belum/tidak profesional?
Untuk pertanyaan ini saya sedikit memiliki gambaran perbedaannya. Guru yang profesional memiliki karakteristik sebagai berikut.
1. Memiliki bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealisme.
2. Memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia.
3. Memiliki kualitas akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas.
4. Memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas.
5. Memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan.
6. Memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerja.
7. Memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat.
8. Memiliki jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas keprofesionalan.
9. Memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan mengatur hal-hal yang berkaitan dengan tugas keprofesionalan guru.

Pekerjaan guru sebagai profesi tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang tetapi hanya dapat dilakukan oleh orang-orang yang sudah dipersiapkan melalui pendidikan atau pelatihanguru.

Guru yang disebut pendidik profesional adalah guru yang memiliki tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan mulai PAUD sampai pendidikan menengah.

Guru yang profesional layak mendapatkan sertifikasi guru, jadi guru yang sudah mendapatkan “sertifikasi guru” itulah guru (yang) profesional.

About these ads

11 Tanggapan to “Guru (yang) Profesional”

  1. AHLI SUNNAH WALJAMA'AHmo Says:

    Semoga Alloh menganugerahkan kemulian kepada semua guru baik yang sudah profesional maupun yang belum kategori profesional karena kedudukan mereka sama -sama mengemban amanah luhur yakni mendidik,membimbing, anak didik yang berilmu,beriman dan berakhlaq mulia. amin

  2. awan sundiawan Says:

    @Ahli SW: amin, terima atas dukungannya.

  3. ADRIANSON YAYAN,S.Pd. Says:

    Smoga para Guru…dapat mengemban amanat Agung ini….demi kemajuan bangsa………jadilah Guru yang bermoral dalam panggilan jiwa……..apalagi Guru yg sdh dapat sertifikat….tunjukan Gurumu……….

  4. awan sundiawan Says:

    @ADRIANSON YAYAN,S.Pd.: amin Pak, semoga dapat meningkatkan kompetensi sesuai yang diharapkan.

  5. dodo aryo Says:

    yang jelas pundi-pundinya makin bertambah….

  6. Cecep Spenza Says:

    kang Awan apa kabar? gmn sehat?
    setelah saya amati, ternyata sama saja, yg sdh sertifikasi dan yg belum, malah lebih semangat yg belum sertifikasi,apalagi yg muda, lebih enerjik, rata2 memiliki kemampuan IT. Yg sdh senior, mungkin sdh pd jenuh/lelah, pdhl mrk seharusnya makin Profesional, krn gajinya jg sdh Profesional. heheheeeeee

  7. awan sundiawan Says:

    @dodo aryo: ya itulah masalahnya, setiap guru yang PLPG/sertifikasi bukan untuk meningakatkan kompetensinya, tatapi untuk berebut pundi-pundi, silakan saja cek, bagaimana peserta PLPG yang tidak lulus, komentarnya bagus2, hehehe (jika sadar untuk meningkatkan kompetensinya maka tidak akan ribut seperti di rayon UPI)
    @kang Cecep Spenza: Alhamdulillah kabarnya baik, selamat deh tahun ini ikut PLPG, hehehe, pasti lulus. Nah itu dia kang, yang sudah lulus tidak merasa dirinya sudah profesional tapi merasa dirinya akan mendapatkan uang tunjangan selamanya tanpa melihat dirinya harus menaikkan kompetensi sebagai guru yang profesional, jadi ya tidak ada bedanya yang sudah lulus sertifikasi dengan yang belum, bahkan bisa jadi lebih baik yang belum sertifikasi, karena yang sudah lulus sertifikasi hanya mengejar 24 jam. heheh

  8. irma rustasari Says:

    guru yg profesional itu layak mendapatkan sertifikasi tetapi tidak semua guru yg mendapatkan sertifikasi itu adalah guru profesional. krn pada kenyataannya masih banyak guru yg sdh sertifikasi tidak profesional.

  9. awan sundiawan Says:

    @irma rustasari: saya sangat setuju dengan pendapat terserbut. Semoga semua guru bisa menjadi guru yang profesional.

  10. sukirno Says:

    Apa pun adanya itulah realitanya. Jadi memang para guru yang sudah mendapat TPP semestinya refleksi diri inovasi apa yang telah mereka lakukan terhadap dunia pendidikan terutama KBM-nya. Jangan hanya target 24 jp. tapi KBM nya sama saja seperti sebelum menerima TPP yakni pembelajaran konvensional.

  11. awan sundiawan Says:

    @sukirno : semoga mulai tahun 2012/2013 semua guru dapat berinovasi sesuai dengan perkembangan jaman dan tidak hanya mengejar 24 jam dengan tanpa ada perubahan ke arah yang lebih baik.


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.692 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: