Peserta PLPG di Rayon UPI Bandung Ada yang Dipulangkan pada Hari ke-4

Peserta PLPG yang datanya tidak akurat setelah diseleksi dengan cermat oleh tim akan dipulangkan mulai hari ke-4.  Memang ada beberapa peserta PLPG yang memaksakan diri untuk mengikuti PLPG tanpa melihat panduan, petunjuk atau pedoman yang sudah dibakukan.

Hal yang dipaksakan adalah pemahaman masa kerja. Dalam salah satu syarat peserta PLPG masa kerja menjadi guru minimal 6 tahun. Namun masih ada yang memalsukan dokumen, diantaranya, lulus S1 kependidikan tahun 2008. Jika diperhatikan masa kerja jadi guru, apabila otomasis langsung mengajar setelah lulus, berarti dia masa kerja jadu gurunya baru 3 tahun, namun tetap memaksakan diri bahwa masa kerjanya sudah 10 tahun.

Mengapa bisa 10 tahun?

Ternyata dia awalnya sebagai tenaga kependidikan PNS, dan dia baru beralih jadi PNS guru sejak tahun 2009. Pemahaman dia waktu pendataan bahwa masa kerja tersebut tidak dipahamai masa kerja jadi guru.

Mengapa dia ngotot seperti itu?

Pemahaman dia jika jadi guru pada masa sekarang menjanjikan sebuah tunjangan yang besar dan bisa menyejahterakan kehidupannya. Pemahaman tersebut bagus dan tidak salah, hanya pemahaman masa kerja tersebut, jangan dipaksakan atau memaksakan diri, apalagi yang mengajar di sekolah swasta (bukan sebagai PNS/DPK) harus cermat dengan SK dari Yayasan yang tiap tahun dicetak, jangan sampai ada tahun yang ompong tanpa SK.

Maka dari itu daripada dipulangkan ketika PLPG lebih baik menunggu antrial PLPG pada waktunya, semoga menjadi barokah.

 

About these ads

58 Tanggapan to “Peserta PLPG di Rayon UPI Bandung Ada yang Dipulangkan pada Hari ke-4”

  1. AKHMAD SUDRAJAT Says:

    Sertifikasi memang memiliki daya tarik tersendiri,
    Ada beberapa peserta yang memaksakan diri, seperti kasus di atas.

  2. yani Says:

    ya, melihat kasus di atas saya menjadi miris sebab kenyataan seorang guru yang mengajar sudah 10 tahun dari tahun kelulusan hanya karena belum PNS ( honorer ) harus terpaksa mengantri dengan penuh kesabaran dengan harapan bahwa keadilan itu akan ada.

  3. awan sundiawan Says:

    @Pa Akhmad Sudrajat: sepertinya PLPG memiliki daya tarik tersendiri, namun tetap saja ada kasus peserta PLPG tidak terima ketika mengikuti PLPG dilaksanakan, padahal dia itu sangat menunggu dipanggil PLPG. (Itulah kasus peserta PLPG yang tidak punya hati dan nurani untuk bersyukur)

    @Yani: yang sudah PLPG akan dipantau secara serius oleh tim dari LPTK, apabila setelah lulus PLPG tidak ada perkembangan maka status sertifikasinya akan ditangguhkan sementara, dan tidak jaminan guru PNS akan abadi menyandang status “sertifikasi guru”.

  4. awan sundiawan Says:

    @Wimpy: terimas kasih.

  5. Ade Says:

    Kasihan mereka yang sudah mengabdi puluhan tahun. Karena ijazah s 1 nya bukan 2005 ke bawah, mereka harus dipulangkan. Padahal dalam uu tidak ada aturan seperti itu. Yang penting, saat pengajuan sudah s1. Mereka bukannya memaksakan diri, tapi memenuhi undangan panitia. Jika demikian, justru pihak pelaksana yang salah dan tak berperasaan, tidak mau bertanggung jawab sendiri dan mengorbankan mereka yang dipulangkan.
    Bagaimana pelaksanaannya kalo panitianya saja tidak profesional ???

  6. awan sundiawan Says:

    @Ade: mohon dibaca tulisan di atas, tulisan di atas itu kasusnya begini: Dia itu menjadi PNS tata usaha, kemudian melanjutkan lagi ke S1, setelah lulus S1 baru mengajar, pemahaman dia bahwa masa kerja menjad PNS adalah masa kerja guru, padahal dia masa kerja guru sejak lulus S1, yang kasusnya seperti tulisan Ade, itu diakui, begitu. (tenaga kependidikan=tenaga tata usaha)

  7. haris Says:

    berbahagialah anda menjadi guru karena sekarang pemerintah sudah memperhatiakan nasib anda semoga anda terus berusaha untuk menjadi guru yang lebih baik

  8. darif Says:

    UPI …….. KENAPA KAMI DIPERSULIT, EMANG G KASIHAN PADA KAMI, BANYAK PENGORBANAN KAMI INI UNTUK PERSIAPAN PLPG, TAPI KENAPA BANYAK ATURAN YANG G JELAS…
    AGAMA BILANG DOA ORANG TER ANIYAYA ITU PASTI TERKABUL.
    APALAGI YANG JUMLAHNYA LBIH 40. YANG DI TUJUKAN PADA UPI.

  9. awan sundiawan Says:

    @Haris: terima kasih atas dukungannya untuk para guru dalam menyemangati untuk meningkatkan kompotensinya
    @darif: menurut saya UPI tidak mempersulit tapi untuk menertibkan peserta PLPG yang tidak mau tertib, karena peserta PLPG yang tertib tidak bermasalah, aturan PLPG aturannya sudah jelas, dan sudah diinformasikan sejak awal sebelum pendataan untuk ikut PLPG, mungkin saja peserta tersebut memaksakan diri untuk tidak tertib ketika pendatan di tingkat Kabupaten/Kota, dan saya ucapkan selamat kepada peserta PLPG yang sudah bisa menertibkan dirinya.

  10. Ade Says:

    @awan: betul memang demikian. Sementara saya juga menyaksikan kasus beberapa teman yang SK mengajarnya 2004 ke bawah, dan ijazah s1 nya 2006, mereka tetep dipulangkan dengan alasan s1 tersebut, tapi tidak semua dari peserta yang masalahnya sama harus dipulangkan, alasannya, yang lain punya beberapa keistimewaan. Saat ditanyaka apa keistimewaannya ? Ketua pelaksananya hanya bisa bilang ‘banyak’ tapi hanya mampu menyebutkan satu alasan yaitu ”mereka ada yang sudah 4 kali dipanggil” saat diminta mana point uu yang kami langgar, mereka malah meminta mercari di internet. Itulah kenyataan sebagian plpg upi bandung, padahal dalam format pengajuan disana dicantumkan tahun ijazah dan sk mengajar.
    Ada satu hal lagi, mereka juga menganjurkan peserta untuk mengikuti kuliah sertifikasi di upi tahun depan selama beberapa bulan. Dan mereka bilang kalau lulus langsung lulus sertifikasi meski tidak punya pengalaman mengajar. mengapa bisa justru kalau begitu mereka jelas jelas melanggar uu karena tidak punya pengalaman mengajar sesuai uu.
    Memang kurang profesional, harusnya ada pemisahan waktu antara plpg dan verifikasi data. Lagi pula itu juga karena ketidak telilian mereka sendiri memeriksa berkas pengajuan awal hingga mengundang peserta untuk ikut plpg. Itulah yang saya katakan tidak profesional.
    Profesionalisme panitia tersebut patut dipertanyakan.

  11. orang yang awan berkomentar Says:

    maaf ikut komentar ya…..
    menurut saya sebagai orang yang awam…. ada yang lebih aneh lagi…. kasusnya sama tapi tindakannya beda2 ????? (klo emang konsisten saya kira tdk perlu seperti itu). sungguh aneh tapi nyata…… apalagi kalau ada lobi2… lantas bisa ikut…. kyaknya smakin seru aja.
    Banyak teman saya kebingungan kmana mesti mengadu….., tapi nyatanya semua tutup mata.
    Kenapa aturan main nya sama tapi penerapan di tiap2 LPTK beda…. apa iya yang Panitia yang memulangkan lebih pintar dari LPTK2 yang lain ?. ah… semakin bingung aja.
    Oh iya…. peserta yang dipulangkan kan sudah ada di long list kemudian muncul dalam lampiran SK Dirjen, kemudian di undang oleh LPTK, kemudian peserta memenuhi undangan eh…. setelah datang malah di suruh pulang…….
    mohon penjelasan dari orang-orang “Pintar” sebenarnya kaya gimana sih aturannya ?.
    kasihan tmn2 yg diplngkan. blm ada kejelasan nasib nya ? (peserta dari Depag Kab.Bandung lebih dari 20 orang yang dipulangkan dalam 1 jadwal pelaksanaan PLPG).

  12. UCOK SANDOFA samaran Says:

    ikut ah…. soalnya sya merasa di rugikanih, begini mas. persyaratan plpg upil bandung yang saya terima dari kabupten itu tidak tertera bahwa izasah s1 yang dari tahun 2003 saja yang boleh ikut, terus bagi peserta yang lahirnya di atas 1983 tidak bisa ikut. 2 persyaratn itu tidak ada iformasinya ke kabupatn bekasi, jdi sya memenuhi undangan itu tetapi setelah sy sampai ko ada 2 persyaratn baru dari upil yang membuat sy terancam untuk di pulangkan. kalu 2 persayartan itu tercantum dalam edaran dari kab, mungkin sya taakan sudi untuk datang. saya takut itu hnya akal2an sja dari upil yang ingin so idealisme. kalau saya bandingkan dgn peserta plpg di uin bandung semuanya serba mudah, dan orang2nya bijaksana, tahu keadaan nasib guru honorer yang setiap harinya di cekik kebutuhan hidup. sebenarnya ada apa sih dg upi bandung………????????? emangnya apa sih 2 tujuan persyatan baru itu sk…? sk itu gampang di buat pak, untuk 10 tahun sk guru bisa di buat satu jam, walaupun ngajarnya baru satu minggu. terus
    izasah s1 yang keuarn th 2003 apa dasarnya seperti itu????????. untuk mendapatkan ijsh s1 guru honorer harus nabung 6 tahun baru bisa melanjutkan kuliah, dan setelah mendapat ijsh s1 harus nunggu lagi sampai 5 tahun baru bisa plpg d upi bandung yang bda dgn yang lain. keburu maot uing pak……….!!!!! padahal sy dari lulus aliah sudah ngajar dan menjadi tumpuan keluarga, byangkan pak…. berapa sih gaji honorer di Mi, gaji sebulan habis seminggu sisanya berpasrah pada tuhan dengan berharap ada titik terang di suatu hari nanti. TOLONG PIKIRKAN????
    Padahal sy dan temn2 sgt bersemngat dalam mengajar, jauh di banding dgn guru2 PNS yang semangtnya hanya pergi ke bank untuk mengambil gajih, sementar di sekolah kami yang muda2 di andalkan, sya takut jika plpg di upi bandung ini mengecewakan hsilnya, semgat ngajar sya hilang untuk mencerdaskn bangsa, mungkin yang lain jg akan berpikir sama jika hal itu terjadi.
    MOHON MAF ATAS KELEBIHAN DAN KEKURANGNYA DALAM CURHAT INI… SUNGGUH INI ADALAH SUARA NURANI SAYA. MOHON UNTUK DI PERTIMBANGKAN.. AGAR RODA PENDIDKAN BERJALAN DG LANCAR KHUSUSNYA DI MADRASAH IBTIDAIYAH DI KAMPUNG2 YANG HARUS BERSAING DG SD2 NEGRI YANG JAMINAN HIDUPNYA JAUH DI BNDING DGN KAMI.. TKS……

  13. UCOK SANDOFA samaran Says:

    DARI KABAR KEBANYAKN ORANG.. PLPG DI UPI BANDUNG…..
    1. IDEALISME 100 % yang memiki tujuan sendiri??!!!!
    2. harapan tuk lulus 60 % apalagi guru dari madrasah bisa 20% maklum upikn..????!!!!!
    3. kepropesionalan panitia mmmmm… 30%lah cz banayk yg g jelas
    4. penanganan kesehatan : 20%
    5. kebijaksanaan 10%
    6, ketenangan 20%
    sudah dulu ah…..
    “jadi orang yang bijaksana dan pemaaf itu lebih mulya dari pada orang yang memiliki idealisme yng tinggi yang mendekati ke egoisan yang akan ber muara kepada kesombongan”…. kritik2…….tks

  14. awan sundiawan Says:

    @orang awam: untuk lebih jelasnya silakan untuk melihat syarat mengikuti PLPG kuoata sertifikasi 2011, dan tahun 2012 agar tidak terjebak dengan verifikasi dari Panitia.
    @Ucok: terima kasih atas berbagi pengalamannya, hanya setahu saya, yang ikut PLPG kuota sertifikasi 2011 itu salah satunya sudah mengajar minimal 6 tahun berturut-turut, atau sudah jadi guru minimal 6 tahun (sudah jadi guru=sudah memiliki ijazah keguruan 6 tahun sebelum tahun 2003 dan punya pengalaman mengajar minimal 6 tahun pula), atau lebih jelasnya dapat melihat syarat mengikuti PLPG kuota sertfikasi tahun 2011 yang ada di bagian kepegawaian Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota), terima kasih telah menjadi orang yang bijak, saya perlu belajar menjadi oang bijaksana pada Bapak.

  15. orang yang awam berkomentar Says:

    @bpk awan : terima kasih sebelumnya udah di berikan info seperti di atas. memang betul pak. aturan ya memang aturan, supaya segala sesuatunya bisa teratur apalagi kalo jujur. cuma yang jadi masalah kenapa sanksi yang diberikan itu berbeda padahal “pelanggarannya (versi panitia) sama”.
    ada peserta yang sk nya 2005 dan S1 nya 2009 tapi sanksinya seperti ini :
    1. Kelompok yg pertama di suruh pulang, lantas dengan terpaksa pulang
    2. Kelompok yg lain di suruh tapi bertahan sampai dengan penutupan
    3. Kelompok yg lain disuruh pulang, tapi kepala sekolah dan yayasan datang, lantas mereka bisa ikut.
    pada saat penutupan panitia bilang bahwa panitia tidak memulangkan (ya jelas lah panitia tidak memulangkan, klo memulangkan peserta kan di kasih ongkos buat pulang…..hehehe,… anak kecil juga tahu). pertanyaannya adalah……:
    BAGAIMANA NASIB MEREKA YANG 3 KELOMPOK TADI ?
    Jawabanya adalah :
    1. Kelompok pertama mungkin di diskualifikasi atau mungkin juga masuk daftar panggilan di tahun berikutnya ?
    2. Kelompok kedua……… ngak tahu ah…. masalahnya mereka ikut sampai selesai… mungkin hanya panitia yang tahu…..??
    3. Kelompok ketiga……… ngak tahu juga ah…. masalahnya mereka ikut sampai selesai + atasan mereka kan udah datang ???
    ATAU MUNGKIN ADA JAWABAN YANG LEBIH BENAR LAGI ?……….
    @ Ucok Sandofa : pada dasarnya kita semua memang belajar untuk memaknai hidup….. tapi kita mah rakyat biasa ngak punya kuasa… karena kekuasaan hanya milik Alloh SWT. kita cuma bisa berharap dan berharap. tapi yakinlah bahwa ilmu yang kita berikan jauh lebih besar pahalanya di banding dengan materi, walaupun memang tidak bisa dipungkiri bahwa materi juga sangat berpengaruh…… (belajar jadi orang bijak).
    Smoga semua yang telah bang ucok lakukan menjadi berkah untuk semuanya…. amien….
    Mohon maaf kepada smuanya apabila ada kata2 yang kurang berkenan,
    TERUS SEMANGAT DAN BERKARYA !!!

  16. UCOK SANDOFA samaran Says:

    ok pak…… sya yg seharusnya minta maaf pada bapak, kemarin sy sedg emosi. wajar.. untuk persiapan ini byak yang harus sy korbankan diantranya.
    sya harus meninggalkan anak sya yang baru lahir, blum paktor ekonomi yang mengharuskan sy untuk gali lobang pada teman. terus bagaimana kalu ibu sya yang sudah tua, mendengar kegagalan sya, pasti ia menagis, itu yang sy tidak kuat pak.
    memang jalan yang terbaik adalah, berserah diri dgn setlus hati dan terus melakukan yang terbaik untuk kedepan demi bangsa ini. tks pak. semoga bapak selalu dalam keadaan sehat walafiat dan sllu mendapat rizki yang berkah. amin………

  17. UCOK SANDOFA samaran Says:

    rarat……. maksudnya kepada bpak awan sudiawan en pihak upi yng terkait masalah ini ok . tks

  18. awan sundiawan Says:

    @orang awam: sepertinya sosialisasi di tingkat kabupaten/kota kurang menyeluruh, bisa jadi pihak dinas pendidikan kab/kota memaksakan memasukan data sesuai kuota, sementara panitia mengikuti aturan pusat, sehingga ada peserta PLPG yang terjebak, semoga yang belum memenuhi kuota 2011 dapat mengikuti dan masuk kuota tahun berikutnya, dan tetap semangat untuk terus meningkatkan kompetensi sebagai guru (yang lulus PLPG mulai 2012 akan dinilai kinerjanya, apabila menurun maka sertifikasinya akan ditangguhkan), terima kasih atas apresiasinya semoga Bapak tetap semangat menjalankan tugas sebagai guru. Memang betul perhitungan sejak dari guru adalah sejak memikili aktva IV.
    @Ucok: Terima kasih atas perjuangan Bapak yang luar biasa semoga mulai hari kita diberi berkah dan rahmat-Nya sehingga apa yang telah kita perbuat menjadi amal kebaikan.

  19. nurul wafiya Says:

    pak yang ikut plpg kemarin. yang izash s1 th 2009 dan lahirnya 1986 tapi sk ngajarnya dari th 2004 kira2 bagaimana nasibnya ya pak ….. mohon kejelasannya dari bapak, agar sy tidak harap2 cemas….

  20. Abuyazi ibnu ahmad Says:

    wah kalau guru aja udah mulai memalsukan data pengalaman mengajar atau yang lainnya, apalagi muridnya nanti! bisa2 jadikoruptor semua. teruskan bagi panitia plpg yang tidak berkualitas jangandiluluskan ?………

  21. Mufti Ridwan Says:

    Assalamu’alaikum Wr.Wb. Pada buku juknis yang saya baca di antara persyaratan Sergur adalah sudah S.1 dan masakerja minimal 6 tahun. Ketika ada seorang guru sudah mengajar di sebuah sekolah/madrasah sejak dia keluar dar SLA kemudian baru lulus S.1 tahun 2008 dan guru tersebit sudah termasuk peserta PLPG 2011 sudah masuk SK Dirjen Pendis sudah di tugaskan oleh Kemenag Kab untuk mengikuti PLPG, ternyata harus pulang. Padahal guru tersebut sudah mengeluarkan biaya yang banayak dari honornya yang tidak seberapa, biaya tersbut untuk bolak-balik melengkapi pernyaratan PLPG, untuk mengikuti kegiatan pelatihan. Dan peraturan yang diterapkan oleh UPI Bandung tidak sama dengan UNSIL Tasikmalaya dan UIN Bandung. Bagaimana perasaan guru tersebut jika ternyata teman-temannya dengan imasalah yang sama bisa lulus di UIN atau di UNSI. Dan kalau peraturan itu diterapkan betapa banyak guru yang sudah lulus sertifikasi yang berijajah lebihmuda dari masa kerjanya, seperti SPd.SD kan baru-baru.

  22. Mufti Ridwan Says:

    Assalamu’alaikum Wr.Wb.Madrasah kami berdiri tahun 1999. Sejak tahun 2000 ada 5 orang guru belum S.1, demi meningkatkan mutu Madrasah dan mensikapi regulasi yang ada,kami mendorong guru tersebut melanjutkan pendidikan ke jenjang S.1 dengan biaya sendiri, dari honor yang ala kadarnya dan dari bantuan keluarga masing-masing. Ketika ada pengumuman pengajuan peserta sertifikasi tahun 2011, kami mengajukan ke Kemenag Kab.Tasikmalaya 4 orang guru (lulusan tahun 2010), karena yang 1 orang belum lulus S.1,dari Kemenag Kab.Tasik dikirimkan ke Kanwil Kemenag Jabar, dari Kanwil Ke Kemenag RI (jadi guru sudah mengikuti alur yang benar/bukan memaksakan diri), dari ke 4 guru tersebut hanya 1 orang Guru (Guru BK/latar belakang PAI) yang masuk long list kemudian sort list dan ditetapkan sebagai peserta PLPG 2011. Dalam masa penantian dipanggil (dari September s.d Nopember 2011) guru-guru peserta PLPG 2011 mondar-mandir ke Kankemenag untuk melengkapi persyaratan PLPG dan mengikuti pelatihan-pelatihan, dimana bagi seorang guru honor cukup menguras biaya, termasuk untuk bisa hadir ke kota Bandung pun (di balai diklat POS) dalam rangka melaksanakan surat tugas dari kemenag atas panggilan dari Rayon UNSIL Tasikmalaya memerlukan biaya yang lumayan besar bagi seorang Guru honorer.Pada tanggal 8 Des 2011 setelah mengikuti kegaiatan satu hari, guru-guru yang berijazah setelah 2004 dipanggil oleh Panitia, dan mengisyaratkan tidak bisa mengikuti PLPG. Permasalahannya : 1. Mengapa (kalau itu merupakan UU/Peraturan yang baku) tidak diberlakukan di semua Rayon?, 2. Mengapa kalau ada pelanggaran terhadap peraturan sejak awal mengajukan data tidak dipermasalahkan 3. Kepada yang terhormat Bapak-Bapak yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan, harus melihat sekolah/madrasah swasta secara utuh, di mana untuk ikut serta mencerdaskan bangsa sekolah/madrasah swasta mengeluarkan biaya sendiri, berbeda dengan sekolah/madrasah Negeri.Dan insya Alloh sekolah/madrasah Swasta ingin lebih baik dan maju, menyongsong diberlakukannya UU di tahun 2014. Dengan adanya guru lulus sertifikasi sekolah/madrasah swasta punya peluang untuk lebih meningkatkan kwalitasnya, sebab beban honor guru (biasanya merupakan porsi terbesar dalam RAPBS) bisa dialokasikan untuk peningkatan mutu yang lain. Guru dari madrasah kami yang menurut penafsiran guru tersebut harus pulang,kami anjurkan untuk terus mengikuti kegiatan PLPG tersebut (mudah-mudahan mendapat ilmunya), sambil menunggu solusi yang tidak merugikan semua pihak, atau mudah-mudahan pihak penyelenggara memahami perjalanan/kondisi tersebut.Wassalam, kepada Yang terhormat, yang sempat membaca tulisan ini,mohon maaf atas segala kelancangan dan atas segala kekhilafan. Hanya seperti ini yang kami mampu untuk membela nasib guru honorer.

  23. awan sundiawan Says:

    @Nurul: menurut saya semoga tidak bermasalah, mungkin Ibu mengajar di sekolah swasta?
    @Abuyazi: itu hanya kasuistis, dari peserta PLPG 10.000 paling ada 1-2 orang, selebihnya jujur sesuai data yang akurat
    @Mufti: semoga informasi yang Bapak sampaikan tidak menimpa dan menjadi hikmah bagi kita. Dan terima kasih atas uraiannya.

  24. orang yang awam berkomentar Says:

    info terakhir dari pengawas yang datang ke sekolah, bahwa pemberlakuan penghitungan masa kerja berdasarkan tahun mendapatkan s1 dan akta iv itu akan di berlakukan 2013

  25. awan sundiawan Says:

    @orang yab: terima kasih informasinya.

  26. Hamba Allah Says:

    Assalamu’alaikum Wr, Wb
    Bapak dan Ibu guru yang saya hormati dan Allah muliakan
    Sertifikasi guru bukanlah satu-satunya cara untuk meningkatkan tarap hidup kita sebagai guru, dan ini bukanlah akhir dari perjuangan kita, masih banyak cara lain untuk kita mendapatkan rizki atau materi, selama kita terus berusaha dan berikhtiar.”wal-Lâh yarzuqu man yasyâ’ bi ghayri hisâb” (dan Allah memberi rezeki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas). Insya Allah..
    Bagi Bapak/ibu guru yang dipulangkan ketika mengikuti PLPG jangan sakit hati, bersabarlah, berserah diri pada Illahi, Insya Allah, Allah maha tahu yang terbaik buat kita hamba-hambanya, Selalu ada hikmah dibalik setiap peristiwa, Teruslah berjuang jangan menyerah kalah, terus berusaha menyampaikan ilmu untuk mencerdaskan generasi-generasi penerus bangsa, Materi bukan segala-galanya, Insya Allah keikhlasan Bapak dan Ibu guru di balas oleh Allah SWT dengan pahala yang luar biasa.
    Terus berjuang, ikuti aturan main dengan cantik (fair play), sportif, walaupun harus ngantri lagi, Insya Allah, Allah maha tahu yang terbaik bagi kita hamba-hamba-Nya,
    Bersabarlah, Innallaha ma’ashobirin (Sesungguhnya Allah itu dekat amat dekat dengan orang yang sabar)
    Allahu Akbar!!!

  27. Mufti Ridwan Says:

    Assalamu’alaikum Wr.Wb.
    Yang bertanda tangan di bawah ini :
    Nama : Ai Siti Cucu Rohimah,S.Pd.I
    Tempat/Tgl.Lahir : Ciawi, 1 April 1980
    Pendidikan : S.1/Tarbiyah/PAI/Tahun 2010
    Menjadi Guru Honor : Sejak tanggal 16 Juli 2000 (Keluar MAN 1999)
    Jabatan : Guru BK/Konselor
    Nama Sekolah : Madrasah Aliyah Assa’adah
    Alamat : Cihambirung Karangsembung Jamanis Tasikmalaya Jawa Barat

    Ketika ada pengumuman pengajuan peserta sertifikasi untuk periode 2011, saya termasuk salah seorang guru yang diusulkan sebagai peserta sertifikasi oleh Kepala Madrasah Ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya. Usulan tersebut dari Kankemenag Kabupaten Tasikmalaya dikirimkan ke Kanwil Kemenag Jawa Barat, dari Kanwil Kemenag Jawa Barat dikirim Ke Kankemenag RI Direktorat Mapenda Islam di Jakarta, sehingga nama saya tercamtum dalam long list, kemudian sort list, dan ditetapkan sebagai peserta PLPG periode 2011.

    Untuk pengajuan tersebut, pihak Madrasah berpedoman kepada Buku 1 ( Pedoman Penetapan Peserta) No.2 a dan b halaman 17.

    Dalam masa penantian dipanggil untuk mengikuti PLPG, beberapa kali saya pergi ke Kankemenag Kabupaten untuk melengkapi persyaratan PLPG dan mengikuti pelatihan, termasuk untuk bisa hadir ke kota Bandung (Pusdiklat POS Sarijadi Bandung), dalam rangka melaksanakan Surat Tugas dari Kankemenag Kabupaten Tasikmalaya atas panggilan dari Rayon UNSIL Tasikmalaya yang dilimpahkan ke Rayon UPI Bandung, memerlukan biaya yang tidak akan terbayar dari hasil honor selama 1 tahun. Dimana kondisi seperti ini akan dirasakan teman-teman yang lain yang sama-sama dipulangkan. Kemudian ada beban mental/ korban perasaan ketika harus kembali ke Madrasah sebelum waktunya pulang, sebab guru-guru mengetahui kapan saya berangkat dan kapan saya harus pulang.
    Pada tanggal 8 Desember 2011 setelah mengikuti kegiatan satu hari, guru-guru yang berijazah setelah 2004 dipanggil oleh Panitia, dan mengisyaratkan sekian orang peserta tidak bisa mengikuti PLPG. Ada teman yang langsung pulang, banyak yang bertahan sampai ada kejelasan.
    Setelah mengikuti kegiatan 3 (tiga) hari,tanggal 10 Desember 2011 menjelang Maghrib, saya dipanggil ke Ruangan Panitia, yang pada akhirnya dibekali Berita Acara Verifikasi No. 38/XVI/XII/2011, bahwa saya tidak memenuhi syarat sebagai peserta PLPG periode 2011, dengan alasan :
    1. Ijazah S.1 2010.
    2. Masa kerja kurang dari 6 tahun.
    Permasalahannya :
    1. Kalau yang diterapkan Rayon 110 UPI Bandung merupakan Peraturan yang baku, mengapa tidak diberlakukan di semua Rayon ?.
    Contoh:
    Rayon UNSIL Tasikmalaya mengikutsertakan guru yang Ijazah S.1 nya lebih dari tahun 2004 bahkan ada lulusan tahun 2010 (seangkatan dengan saya), tapi guru tersebut sudah memiliki masa kerja di atas 6 tahun.
    2. Kalau peraturan yang diterapkan rayon 110 diterapkan pula di Rayon Rayon yang lain, hemat saya banyak sekali guru yang harus dipulangkan, tapi nyatanya bisa mengikuti sampai selesai. Dan betapa banyak guru yang sudah lulus sertifikasi sebelum tahun 2011 yang kondisi ijazah dan masa kerjanya seperti saya.
    3. Kalau ada peraturan yang dilanggar, mengapa sejak awal mengajukan berkas tidak dipermasalahkan. Padahal berkas persyaratan sudah saya kumpulkan sejak bulan Juli 2011.
    4. Kepada yang terhormat Bapak-Bapak yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan, harus melihat Madrasah Swasta secara utuh, di mana untuk ikut serta mencerdaskan bangsa, Madrasah Swasta harus mengeluarkan biaya sendiri (dari masyarakat), berbeda dengan Madrasah Negeri.
    5. Termasuk dalam pengadaan/pengangkatan Guru, Madrasah Swasta memberdayakan Guru yang betul-betul mau mengabdi,dengan keterpaksaan diawal-awal berdiri, lulusan SLTA diajak gabung untuk mengabdi. Berbeda dengan setelah ada Program Sertifikasi Guru, Madrasah Swasta-pun banyak diminati pelamar . Dan insya Alloh Madrasah Swasta-pun ingin lebih baik dan maju, menyongsong diberlakukannya PP No.19/2005 tentang SNP.Termasuk di Madrasah saya pada tahun 2011 dari jumlah guru 23 orang, 21 orang sudah S.1 dan 2 orang sudah S.2.
    6. Dengan adanya guru lulus sertifikasi, Madrasah swasta punya peluang untuk lebih meningkatkan kwalitasnya, sebab beban honor guru yang biasanya merupakan porsi terbesar dalam RAPBM, bisa dialokasikan untuk meningkatkan SNP yang lain.
    7. Awalnya saya sangat gembira sebab akan mengikuti PLPG selama 9 hari, mulai tanggal 8 s.d. 16 Desember 2011, dibanding dengan teman-teman yang PLPG di UNSIL Tasikmalaya selama 10 hari sesuai dengan buku 4 yang pernah saya baca di halaman 4 bagian E No. 2.
    8. Jika saya diberi rizqi oleh Alloh SWT, insya Alloh saya bermaksud mengikuti pendidikan yang sesuai dengan tugas saya di Madrasah, saya sangat berminat kuliah di Jurusan BK, mengingat Sekolah/Madrasah di daerah masih banyak yang memiliki guru BK/Konselor yang bukan berlatar belakang pendidikan BK.

    Akhirnya, dengan tidak mengurangi rasa hormat, kepada Bapak Bapak yang memiliki kewenangan dan kebijakan, saya mohon bimbingan dan petunjuk untuk langkah saya ke depan dalam rangka mengabdikan diri kepad Alloh SWT untuk dunia pendidikan dan dalam rangka ikut serta membina karakter bangsa, sebisa yang saya mampu.

    Mohon maaf atas segala kekhilafan dan kelancangan ini.

    Wassalam,
    Hormat saya,

    Ai Siti Cucu Rohimah

  28. awan sundiawan Says:

    @Hamba Allah: saya setuju dengan pandangan Anda, semoga pendapat Anda menjadi pendukung bagi para Bapak Ibu yang tidak mempermasalahkan sertifikasi guru.
    @Ibu Mufti: yang saya tahu syarat minimal itu harus sudah mengajar minimal 6 tahun dan bagi guru SMA harus lulus S1 sebelum mengajar (sudah 6 tahun menjadi S1), semoga ibu bersabar karena Ibu mendapat peluang untuk dipanggil lagi.

  29. nurul wafia Says:

    trimaksih infonya pak…. maaf sebelumnya sya kesulitan mencari data plpg dari kab bekasi atas nama iis fauziah B. inggris di mi miftahul ulum dgan nomor peserta 0110222157200970222. dia ikut plpg di upi bandung rayon 110 kemarin, kira2 dia lulus apa tidak ya?….. tolong pak….

  30. awan sundiawan Says:

    Silakan hubungi Kemendag/Dinas Pendidikan setempat.

  31. blackkurupukodong2 Says:

    ini republik kita, “demi kepentingan, berdalih idealisme dan profesionalisme” LPTK memverifikasi data peserta pada saat PLPG sedang beralngsung. tugas siapakah verifikasi data??????
    sungguh ironis,.. bukan? hee
    panitia profesional???
    LPTK profesional???
    hasilnya
    guru profesional????
    tenang sajah kawan seperjuangan, tnp sertifikasi dari LPTK pun kita tunjukan pada mereka bahwa kualitas guru yang dipulangkan karena alasan tertentu (tdk profesional) oleh LPTK rayon10 jauh lebih baik kualitasnya daripada produk profesi hasil binaan mereka.

  32. awan sundiawan Says:

    @blackkurupukodong2 : Untuk 2012 sepertinya tidak akan terjadi lagi karena sudah diurutkan dari pusat, kalau tahun 2011 mungkin bisa jadi waktu pendataan di daerah ada yang tidak beres, hehehe.

  33. eniherlina Says:

    semoga peserta sertifikasi tahun 2012 tidak megalami hal-hal yg menyakitkan, saya setuju kalo pesertanya diurutkan dari pusat

  34. awan sundiawan Says:

    @eniherlina: ya trims atas dukungannya, semoga berjalan lancar.

  35. bolang kuncen telang Says:

    kang awan dupi kang awan teh kawitna timana?

  36. bolang kuncen telang Says:

    kang , dupi hasil plpg nu ti upi iraha diumumken? abdi hoyong terang

  37. awan sundiawan Says:

    @bolang kuncen telang: ti Ciamis kang, mangga taroskeun wae ka Dinas Pendidikan Kab/Kota.

  38. Hamba Alloh Says:

    saya mulai mengajar di SMPS tahun 2005 dan lulus S1 2008, saya kelahiran 1986. Saya mengajukan usulan sertifikasi dan alhamdulillah terpanggil untuk PLPG oktober 2011, dan saya mengikuti PLPG dengan baik hingga penutupan. 2 minggu kemudian saya dipanggil dinas kabupaten dan ternyata sertifikasi saya bermasalah dan dianggap kurang masa kerja karena saya lulusan S1 2008. Dan setelah saya lihat pengumuman di internet saya dinyatakan tidak lulus. Yang saya kecewakan adalah kurangnya kejelasan tentang persyaratan sertifikasi yang SK dan S1 harus sesuai, aturan itu ada memang?? padahal tahun2 sebelumnya tidak ada aturan seperti itu,,, Kalaupun saya tahu persyaratan tersebut sebelumnya, saya tidak akan pernah mengusulkan diri. Yang jadi pertanyaan besar dipikiran saya adalah sebenarnya ada apa sih? toh kalau misalkan usulan saya tidak memenuhi syarat kenapa ada panggilan PLPG dan sampai selesai pula saya ikuti!!!! Padahal banyak yang saya korbankan, terutama meninggalkan anak saya yang masih harus mendapatkan ASI,,, sungguh sangat mengecewakan.

  39. bolkuntel Says:

    kok hasil plpg rayon 110 robah-robah, data awal lulus, tapi jadi tak lulus, ada apa yah, apa ada kesalahan, letakkesalahannya dimana

  40. ajep sudiana Says:

    saya setuju dengan pendapt itu,kenapa perifikasi data tidak akurat,jadi kalau dalam pengajuan data itu tidak sesuai dengan aturan tidak usah di berangkatkan ikut plpg

  41. dasa Says:

    plpg yang akan terjadi di th 2012 akan seperti apa kalau membaca wacan-wacana seperti itu

  42. Pahlawan tanpa tanda jasa yang teraniyaya UPI Says:

    bos, komentar saya kok dihapus? era keterbukaan gitu lho..itu adalah realita yang terungkap..biarkan semua pada tahu apa yang terjadi pada PLPG 2011 ini, supaya ada perubahan yang lebih baik bagi panitia y..dan tidak akan terulang lg buat para guru yang teraniyaya karena ikut PLPG…

  43. awan sundiawan Says:

    @Pahlawan tanpa tanda jasa yang teraniyaya UPI: ah saya tidak menghapusnya, Anda salah memberikan komentar, komentar Anda ada di sini http://awan965.wordpress.com/2012/01/02/pengumuman-plpg-rayon-upi-bandung-tahun-2011/, dan sudah saya balas, coba cek lagi, apakah saya menghapus komentar Anda!
    @Hamba Alloh: untuk lebihnya baiknya jangan puas dengan pemanggilan, tapi kita harus paham betul yang masuk sertifikasi, di tempat saya ada yang seprti itu namun dia paham, dan akhirnya mengndurkan diri, akrena dia malu katanya, takut disangka tidak baca aturan sertifikasi.
    @bolkuntel: silakan hubungi UPI atau Dinas Pendidikan setempat
    @ajep sudiana: Ya, saya juga setuju seharusnya semua pihak baca aturan sertufikasi/PLPG.
    @dasa : semoga untuk 2012 lebih tertib lagi.

  44. pahlawan tanpa tanda jasa yang teraniyaya UPI Says:

    maaf bos..salah alamat..he..
    kirain dihapus..

  45. awan sundiawan Says:

    @pahlawan tanpa tanda jasa yang teraniyaya UPI : ada kan? hehehehe, ggp.

  46. bolkuntel Says:

    ???????????????????????????????????, plpg upi

  47. pahlawan tanpa tanda jasa yang teraniaya UPI Says:

    mending kita laporkan saja ke panitia sertifikasi pusat..supaya ada keadilan bagi kita semua, negara sudah menyiapkan dana buat bapak2 dan ibu2 untuk ikut PLPG, tp malah dipulangkan, trus dana tersebut kemana..UPI tidak berhak memulangkan peserta PLPG, kita diberikan pelatihan supaya kita menajdi guru yang lebih baik dan profesional dan itu adalah tugas PAnita Rayon yang diberikan kepercayaan oleh instansi yang mengirim baik Diknas maupun Depag.

  48. awan sundiawan Says:

    @pahlawan tanpa tanda jasa yang teraniaya UPI: semoga PLPG 2012 tidak akan ada yang dipulangkan, karena pendataannya sangat ketat, jadi tidak ada lagi yang ikut nerobos, dan semoga panitia UPI tidak lagi memverifikasi karena datanya sudah akurat, dan data yang sudah diajukan oleh Disidik+Depag sudah akurat.

  49. mujo sutrisno Says:

    Mudah-mudahan dari berbagai kasus yang sy baca jadi pelajaran bagi kita semua.para guru, agar kita tetap bersatu untuk mencari keadilan dan kebenaran dengan berpegang pada peraturan yang sebenarnya., dan kepada UPI yang terhormat sebelum mengeluarkan keputusan untuk memulangkan peserta plpg itu agar menyamakan persepsi dengan panitia di Rayon lain ,supaya tidak ada kecemburuan bagi yang di ekssekusi .. .Tapi mengapa yang sertifikasi th 2009 ko tidak ada aturan seperti itu karena yg ijazahnya lulus th 2008 bisa lolos dan sudah mendapatkan tunjangan ada apa ya …apakah ada aturan susulan !!! hidup guru mari kita bersatu …!!!

  50. awan sundiawan Says:

    @mujo sutrisno: semoga pada tahun 2012 tidak terjadi lagi hal-hal yang kurang dipahami oleh semua pihak, dan sepertinya mulai tahun 2012 sudah tidak ada lagi yang memaksakan diri untuk ikut sertifikasi.

  51. kintoko Says:

    Membicarakan masalah PLPG 2011 memang terasa memilukan. Saya sebagai seorang guru sekaligus korban “ketidakprofesionalan” panitia PLPG UPi Bandung angkatan 13 di hotel BMI. Saya sebagai seorang guru tidak memaksakan diri untuk ikut PLPG. Saya telah mengajar di salah satu SMK swasta di kota bekasi. sejak tahun 2002 setelah saya lulus SMA saya bekerja sebagai staff tata usaha di sekolah tersebut. satu tahun kemudian karena saya dianggap memiliki kompetensi di bidang komputer, saya diberikan kesempatan sebagai guru komputer terhitung sejak tahun 2003. Saat itu pula saya menyambut baik dengan turut serta mengimbanginya dengan cara melanjutkan kuliah di salah satu universitas di jakarta dan saya lulus tahun 2007. singkat cerita saya mendaftarkan diri, agar bisa sertifikasi di tahun 2011. Tahap demi tahap saya lalui dan sampailah di bulan november 2011 tersebut saya dipanggil untuk mengikuti PLPG. namun semua itu sirna sudah tatkala Panitia PLPG memulangkan saya dengan alasan masa kerja saya baru 4 tahun karena dihitung mulai saya lulus S1. Lalu yang benar itu masa kerja dihitung dari kapaann???
    sementara “maaf” saya juga memiliki rekan satu kampus, satu fakultas, masuk sama keluar pun juga sama ijasahnya tahun 2007 tapi dia Lolos dan tidak dipulangkan. Jadi menurut saya, panitia PLPG upi itu ada yang arogan, sok disiplin padahal mereka sendiri g disiplin. Jadi, Anda yang mau PLPG di UPI bandung, untung-untungan lahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh.
    ada satu hal yang tidak dipikirkan oleh panitia PLPG yaitu apa efek psiikologis bagi guru yang dipulangkan, padahal mereka betul-betul telah bekerja dan tak ada unsur-unsur untuk manipulasi seperti saya……
    Tolong bangkitkan semangat saya untuk mengajar seperti dulu lagiiiii.

  52. GUNAWAN Says:

    10 hari Mengikuti PLPG bukan waktu yang sebentar, segala pengorbanan dan perjuangan baik materi dan fikiran telah tercurahkan (sampai pelaksanaan penutupan), berharap ada satu hari yang sangat membahagiakan informasi kelulusan, tapi…. ternyata hari yang di tunggu-tunggu malah menjadi hari yang paling mengecewakan dan mungkin menyakitkan hati, ketika melihat hasil yang terpampang di papan pengumuman ternyata TIDAK LULUS, dengan alasan sampai dengan saat ini pun baik dari pihak panitia atau pun yang berwenang TIDAK JELAS dan tidak ada kabar berita apapun.
    Pernah Berusaha bertanya kepada yang berwenang, ternyata jawabannya sangat..sangat dan sangat mengecewakan
    cukup dgn satu kata “TIDAK TAHU….”. …??????, ada satu harapan bahwa Peserta yang telah mengikuti PLPG, yang dinyatakan tidak lulus bisa mengikuti Remidial, tapi ternyata, sampai dengan saat ini tidak ada pelaksanaan Remidial.
    Apa salah di diri ini…, semua persyaratan dan ketentuan-ketentuan menurut saya telah terpenuhi.
    Ya Allah, semua ini aku serahkan kepada mu……., aku yakin Tuhan Maha Adil dan maha penyayang terhadap umat nya, semua ini hanya aku serahkan atas kebesaranmu, aku sadar bahwa aku adalah mahluk lemah. yang tidak ada kemampuan apa-apa, pengabdianku selama ini hanya lah LILLAHITAALA. dan mungkin di dunia ini yang akan mendengar keluhanku hanya lah Tuhan satu-satunya.
    Saya ucapkan selamat kepada semua pahlawan-pahlawan tanpa tanda jasa, teman,rekan, sahabat yang telah LULUS, Jangan lupa di barengi dengan keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah SWT.
    Ingat ….. Semua ini telah ada yang mengaturnya…………???. Selamat berjuang teman…..!!!!.

  53. Robby Basyir Says:

    adanya diskriminasi PLPG UPI 2011, dengan alasan umur ijazah yang masih mudah (2006 ke atas) dinyatakan tidak lulus PLPG, tp aneh buat mapel lain dalam kasus yg sama bisa ada remidial dan dinyatakan lulus, tp buat mapel penjas tidak ada apun baginya. padahal sama2 pelaksana nya UPI
    napa…..

  54. awan sundiawan Says:

    @kintoko: masa kerja sebagai guru adalah ketika lulus S.Pd kemudian jadi guru itulah masa perhitungannya, silakan baca kompetensi guru SLTA, ada petunjuknya kok, Jika sudah membaca aturan sertifikasi guru saya ucapkan terima kasih dan pasti menemukan kriteria seorang SLTA, dan ada kriteria seorang guru dipanggil untuk PLPG.
    @Gunawan: menurut yang saya ketahui untuk kelulusan PLPG ada kriterianya, mulai Lulus Ujian Tulis +Lulu Ujian Praktek+Nilai Tugas selama PLPG (biasanya mengerjakan dianggap sepela)+penilaian aktivitas selama PLPG, silakan baca lagi ketentuan kelulusan PLPG.
    @Robby Basyir: hem… menurut saya jika lulus/ijasah 2006 kemudian langsung jadi guru dan ikut PLPG dengan lulus pada ujian tulis+ujian praktek+dll, bisa jadi lulus, atau lulus ketika diremidial.

  55. pahlawan tanpa tanda jasa yang teraniaya Says:

    saya setuju sama mas kintoko..
    banyak teman saya juga dipulangkan PLPG tahun 2011, dan sampai sekarang g dipanggil lg dengan alasan usia harus d bawah tahun kelahiran 1986..padahal di wilayah lain ada kok yang 1988..aneh..
    guru yang kenyataan y dalam mengajar tidak kompeten, tapi kok bisa lulus PLPG..aneh bin ajaib..

  56. awan sundiawan Says:

    silakan hubungi bagian sertifikasi di kantor dinas pendidikan kabupaten/kota setempat.

  57. dedeh sukaesih Says:

    kapan pengumuman kelulusan plpg gelomnag 1.2013.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.686 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: