

Dalam rangka memperingati hari Guru Nasional yang jatuh pada hari Jumat, tanggal 25 November 2011, Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menghimbau agar pada hari Senin, tanggal 28 November 2011 para guru dan siswa melakukan penghijauan dengan menanam tanaman keras di lingkungan sekolah atau wilayah sekitar sekolah Saudara yang masih memerlukan penghijauan. Baca entri selengkapnya »
Apa bedanya guru yang sudah disertifikasi dengan guru yang belum disertifikasi?
Sampai saat ini saya belum bisa menemukan jawabannya, karena banyak persamaaanya daripada perbedaannya. Mungkin ada pembaca yang bisa membedakannya saya sangat menunggu informasinya.
Apa bedanya guru yang profesional dengan guru yang belum/tidak profesional?
Untuk pertanyaan ini saya sedikit memiliki gambaran perbedaannya. Guru yang profesional memiliki karakteristik sebagai berikut. Baca entri selengkapnya »
Pola mengikuti PLPG untuk tahun 2012 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, perbedaanya pada perekrutan. (Mulai) Tahun 2012 setiap guru harus yang akan mengikuti PLPG sertifikasi guru harus mengikuti ujian komptensi awal secara on-line. Apabila lulus maka berhak untuk mengikuti PLPG, jika tidak lulus maka menunggu kesempatan tahun berikutnya. Baca entri selengkapnya »
Peserta PLPG yang datanya tidak akurat setelah diseleksi dengan cermat oleh tim akan dipulangkan mulai hari ke-4. Memang ada beberapa peserta PLPG yang memaksakan diri untuk mengikuti PLPG tanpa melihat panduan, petunjuk atau pedoman yang sudah dibakukan.
Hal yang dipaksakan adalah pemahaman masa kerja. Dalam salah satu syarat peserta PLPG masa kerja menjadi guru minimal 6 tahun. Namun masih ada yang memalsukan dokumen, diantaranya, lulus S1 kependidikan tahun 2008. Jika diperhatikan masa kerja jadi guru, apabila otomasis langsung mengajar setelah lulus, berarti dia masa kerja jadu gurunya baru 3 tahun, namun tetap memaksakan diri bahwa masa kerjanya sudah 10 tahun.
Mengapa bisa 10 tahun?
Ternyata dia awalnya sebagai tenaga kependidikan PNS, dan dia baru beralih jadi PNS guru sejak tahun 2009. Pemahaman dia waktu pendataan bahwa masa kerja tersebut tidak dipahamai masa kerja jadi guru.
Mengapa dia ngotot seperti itu?
Pemahaman dia jika jadi guru pada masa sekarang menjanjikan sebuah tunjangan yang besar dan bisa menyejahterakan kehidupannya. Pemahaman tersebut bagus dan tidak salah, hanya pemahaman masa kerja tersebut, jangan dipaksakan atau memaksakan diri, apalagi yang mengajar di sekolah swasta (bukan sebagai PNS/DPK) harus cermat dengan SK dari Yayasan yang tiap tahun dicetak, jangan sampai ada tahun yang ompong tanpa SK.
Maka dari itu daripada dipulangkan ketika PLPG lebih baik menunggu antrial PLPG pada waktunya, semoga menjadi barokah.
Setelah saya merenung tentang guru yang profesional akhirnya menemukan sebuah prototipenyanya seperti di bawah ini.
1. Sehat jasmani dan rohani
2. Cermat, telaten, dan sungguh-sungguh
3. Kreatif, inovatif, sumberber inspirasi
4. Menyenangi profesina sebagai guru
5. Menyenangkan sebagai guru, menyenangkan bagi siswanya (yang memerlukannya)
6. Memeliki keterampilan dan kemampuan
7. Mengenal teknologi
8. Sering membaca buku
9. Mengenal pola pikir siswa, dan memperlakukan siswa secara manusiawi
10. Mitra belajar siswa
11. Dilarang: 1. menganggap siswa sebagai pasien, 2. menindas, 3. menganggap boneka/tempat melampiaskan kekerasan.
Sebetulnya protife secara normatifnya sudah ditentukan dengan sebuah aturan baku dari pemerintah.
Semoga saya dapat melaksanakan seperti butir-butir di atas dan seperti pada “aturan” yang sudah dibakukan oleh pemerintah, amin.