Saya sudah lama termenung di bawah pohon yang rindang untuk berteduh, dan sudah lama pula saya merenungkan pendidikan yang berkarakter. Bagaimanakah memulainya? Bagaimanakah caranya? Bagai menerapkannya? dan banyak lagi pertanyaan lainnya.
Saya pernah menikmati layanan taksi yang memuaskan, dan menjadi referensi saya jika melakukan perjalanan di sebuah kota besar. Mengapa saya suka pada taksi tersebut, karena para supirnya berkarakter baik, ramah, tidak pilih kasih, jujur, sopan. Setelah saya tanyakan pada beberapa supi, mereka memjawab bahwa pihak mnajemennya selalu mengontrol kualits pelayanan para supir dengn cara para pengguna jasanya dapat menyampaikan keluhannya apabila ada supir yang kurang baik, dan pihak perusahaan akan segera menindaknya. Artinya “bawahan” akan berkarakter karena “atasannya” juga berkarakte, hal itu adanya pendidikan yang berkarakter. Baca entri selengkapnya »



























