POS UN 2011: Tabel Kelulusan UN 2011

Nilai LHBS (Raport) dan nilai Ujian Sekolah berpengaruh pada kelulusan UN, perhitungan ini masih sepertinya kembali ke “masa lalu” pada “masa nilia PQR”, perhitungan atau kriteria kelulusan sudah diatur dalam permendiknas no 45 tahun 2010. Dengan adanya perhitungan nilai LHBS dari semester 3,4,5 untuk SMA, MA, SMK pada kelulusan UN 2011 dirasakan masih berat, karena nilai-nilai pada LHBS tersebut masih banyak yang di bawah 75 atau 7,5, meskipun setiap siswa sudah mencapai KKM.

Menurut saya, setiap kelulusan sebetulnya ditentukan oleh pihak satuan pendidikan. Tidak serta-merta setiap siswa yang LULUS UN pasti lulus dari satuan pendidikan. Sempat terjadi juga di SMA “ternama” ada siswa yang  nilai UN-nya besar, namun pihak satuan pendidikan menyakan tidak lulus bagi siswa tersebut, hal ini karena siswa tersebut tersangkut masalah prilaku tidak terpuji di sekolahnya pada semester 6. Jadi untuk lulus itu sepenuhnya ditentukan oleh satuan pendidikan, maka para peserta didik, harus menuntaskan pembelajaran selama 3 tahun mulai dari kelas 10, 11, 12 (untuk SMA, MA), berprilaku baik selama menjadi siswa/peserta didik, lulus ujian sekolah, dan lulus ujian nasional.

Untuk lebih jelasnya saya mencoba membuat tabel kelulusan untuk SMA, SMA, silakan unduh di sini atau klik TABEL KELULUSAN SMA_MA, kemudian isikan nilai-nilainya, untuk kolom Tuntas 3 Tahun isi 1 dan untuk Prilaku diisi dengan 1, selamat mencoba, semoga tabel di atas menjadikan peserta UN 2011 motivsi belajarnya lebih giat lagi.

POS UN 2011: UN 2011 5 Paket Soal dalam Satu Ruang Ujian

POS UN 2011 (pecetakan) pada lampirannya menyatakan bahwa dalam satu amplop soal harus ada 5 (lima) paket soal berikut LJUN-nya. Hanya tidak dijelaskan apakah tiap paket soalnya berbeda teksnya atau hanya di”oplos” soalnya saja. Pada POS UN 2011 pun tidak dijelaskan pembagian paket soalnya, apakah membagikannya beraturan atau diacak. Yang jelas UN 2011 sudah dikondisikan tiap ruang ada 5 paket soal yang “berbeda”.

Masalah jumlah paket soal, menurut saya ada baiknya juga, namun harus diperhatikan bobot soal, ada baiknya sekolah yang sudah “berlabel” (R)SBI bobotnya harus dibedakan dari sekolah yang belum/bukan (R)SBI. Dan alangkah baiknya UN dilakukan secara online. Sehingga paket soal bisa lebih banyak dan dipastikan variatif. Jika dilakukan secara online, maka paket soalnya berbeda dari sekolah yang dilakukan secara “manual”. Baca entri selengkapnya »

POS UN 2011

Basa Sunda: Sebutan ka Jalma Tina Patokan Tingkah laku

  1. Pakokolot supa = umurna méh sarua
  2. Mata simeuteun = Lamun nénjo, panon na teu ngiceup-ngiceup
  3. Kentél peujit = daék tirakat (prihatin)
  4. Jauh ka bedug = dusun euweuh ka nyaho
  5. Ipis biwir = babari ceurik
  6. Laér gado = culamit
  7. Panjang léngkah = lega pamikiranana
  8. Pondok léngkah = heureut pamikiranana
  9. Kandel kulit beungeut = teu boga kaéra
  10. Teu boga beungeut = heureut pamikiranana Baca entri selengkapnya »

“Fesbuk” Nurhayati Nurdin Adawiyah Menghina Nabi Muhammad SAW?

Berhati-hatilah dengan akun fesbuk Anda, jangan sampai disalahgunakan oleh pihak lain. Saya menemukan akun fesbuk yang isinya menghina Nabi Muhammad saw, saya sempat berpikiran bisa jadi akun tersebut dijaili orang lain untuk “memecah belah” umat. Jika dilihat dari nama akun febsuk tersebut saya beranggapan pemiliknya dalah remaja putri muslim, tapi bisa jadi nama akun tersebut juga paslu.

Pada fesbuk Nurhayati Nurdin Adawiyah isinya sangat pulgar menghina Nabi. Silakan buka di sini untuk melihat isi hinaan tersebut pada kotak yang ada di kiri atas sebelah bawah foto profil, dan silakan buka di sini untuk melihat informasi pemilik akun fesbuk tersebut.

Setelah saya lihat dengan kasat mata, akun tersebut sengaja dibuat oleh pihak yang “iseng” saja, kemudian ada jejak mengganti/mengubah nomor ponselnya.

Fesbuk tersebut dikomentari lebih dari 100.000 orang yang mengecam keberadaan akun Nurhayati Nurdin Adawiyah, dan saya akhirnya berkesimpulan bahwa akun tersebut sengaja dibuat untuk memancing-mancing kaum muda untuk masuk pada perangkapnya.

Akun fesbuk Nurhayati Nurdin Adawiyah sudah banyak yang mengecam dengan cara membuat grup untuk menghancurkannya. Silakan buka di sini untuk melihat gerakan anti fesbuk Nurhayati Nurdin Adawiyah.

Bisa jadi ketika pembaca membuka sambungan ke akun febsuk Nurhayati Nurdin Adawiyah halaman sudah tidak ditemukan lagi, karena para “heker” (yang jumlahnya 1 juta) sudah menghapusnya.

UN 2011: Tiap Ruang Paket Soal Lebih dari Dua, Paket Soal Diacak

Awal 2011 topik Ujian Nasional (UN) 2011 menghangat di kalangan dunia pendidikan. Topik UN 2011 menghangat karena ada perubahan dari UN beberapa tahun sebelumnya. Sampai saat ini saya pun belum mengetahui secara teknis, karena POS UN 2011 belum diterbitkan, hanya Permendiknas tentang UN yang sudah diterbitkan.

Jika UN 2011 ada perubahan maka saya berpendapat bahwa pemerintah sudah merencanakan dengan matang sehingga UN 2011 dapat bermanfaat bagi evuluasi pendidikan nasional dan nilai UN tidak menjadikan siswa “terhukum” dengan predikat “tidak lulus”. Dengan nilai UN mendapat 2.0 pun bisa dinyatakan lulus UN. Tidak terjadi lagi siswa yang keseharianya cerdas, berprestasi ketika UN kondisinya kurang siap, sehingga nilainya di bawah standar maka dinyatakan tidak lulus, semoga UN 2011 tidak terjadi lagi. Baca entri selengkapnya »

Ujian Nasional (UN) 2011: Permendiknas 45 Tahun 2010, Permendiknas 46 Tahun 2010 dan Lampirannya

Ujian Nasional (UN ) 2011 (akan) tetap dilaksanakan sesuai jadwal , semoga berjalan dengan lancar. Aturan pun sudah diluncurkan berupa Perturan Menteri (Permen) Diknas. Aturan-aturan tersebut dapat unduh di sini, silakan untuk mengkilik setiap judul di bawah ini.

1. Permendiknas 45 Tahun 2010, Kriteria Kelulusan Ujian Nasionan (UN) 2011.
2. Permendiknas 46 Tahun 2010, Pelaksanaan Ujian Sekolah/Madrasah dan Ujian Nasional 2011.
3. Lampiran Permendikns 46 Tahun 2010,  Kisi-kisi UN 2011.
4. Jadwal UN, Tabel Kelulusan UN 2011, dll.

Dari ketentuan di atas bahwa kelulusan ditentukan sepenuhnya oleh satuan pendidikan, bisa jadi ada peserta didik nilai UN-nya bagus-bagus atau dinyatakan lulus UN tetapi pada ujian sekolah kurang baik atau tidak lulus maka siswa tersebut akan dinyatakan tidak lulus. Semoga semua pihak dapat mendukung pada proses proses pendidikan yang dilakukan oleh satuan pendidikan masingn-masing.

Ujian Nasional (UN) 2011: Semoga Menjadi Alat Evaluasi Pendidikan Nasional

Saya berharap atau rencana, proses, hasil Ujian Nasional (UN) 2011 menjadi alat evaluasi pendidikan nasional, sehingga hasilnya bermanfaat untuk pemetaan yang ril, bukan semu. Yang saya ketahui pelaksanaan UN pada beberapa tahun terakhir kelihatannya hanya pelaksanaan formalitas, sehingga hasilnya tidak bisa dijadikan sesuatu yang bermanfaat. Jika semua pihak serius untuk melaksanaan UN dengan jujur dan penuh tanggung jawab, maka hasilnya bisa jadi bermanfaat.

Kita simak pernyataan Kemendiknas tentang rencana hasil UN 2011 sbb.

Mendiknas mengatakan, dari peta nilai akan dilakukan analisa tiap sekolah. Bagi sekolah-sekolah yang nilainya rendah, akan dilakukan intervensi. Kemdiknas pada 2010 telah mengintervensi dengan memberikan insentif kepada 100 kabupaten/kota yang nilai UN-nya rendah. “Kami beri dana Rp 1 miliar sebagai stimulus,” ujarnya.

Sebenarnya semua pihak baik mayarakat, pendidik, peserta didik, satuan pendidikan, pemerintah sudah mempersiapkannya dengan serius dan penuh tanggung jawab, sehingga UN 2011 akan (mulai) berbeda dengan UN tahun-tahun sebelumnya. Kalau beberapa tahun sebelumnya sepertinya pihak tertentu ingin mendapat pujian bahwa pendidikan nasional cukup berhasil, namun tahun sekarang sepertinya ingin benar-benar melihat hasilnya yang ril.

Saya sengaja menulis agak panjang, saya mencoba mengingat, memahami, merefleksi kembali tantang pendidikan dan evaluasinya. Sekali saya bergarap UN 2011 semoga menjadi alat evaluasi pendidikan nasional. Saya ajak para pembaca untuk memulai dari pengertian pendidikan (nasional) sampai berujung pada Ujian Nasional (UN). Baca entri selengkapnya »

Ujian Nasional (UN) 2011: Nilai UN Dapat 2.00 Bisa Lulus

Ujian Nasional (UN) tahun 2011 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya namun pada proses perhitungan kelulusan hampir sama dengan EBTANAS. Nilai UN pada tahun-tahun terakhir sangat menentukan kelulusan siswa (padahal seharusnya tidak begitu), namun pada (mulai) tahun 2011 nilai UN salah satu faktor untuk menentukan kelulusan. Jika para tahun sebelumnya nilai UN dibatasi dengan nilai minimal 4.0, 4,25, 5.00 dst. sehingga pada proses UN terjadi hal-hal yang diluar ketentuan, yang penting nilai UN besar-besar. Padahal UN bertujuan untuk mengukur tingkat keberhasilan pendidikan secara nasional pada mata pelajaran “tertentu”.

Untuk UN (mulai) 2011 dengan mendapatkan nilai 2.0 siswa berpeluang untuk lulus, utuk lebih jelasnya perubahan UN 2011 dan proses perhitungan kelulusannya silakan unduh di sini. Semoga bermanfaat.

Selamat untuk Kab. Kuningan Menjadi Pusat Pengembangan SLB

(Bupati Kuningan memperlihatkan “dokumen” di dampilingi Kepala Dinas Pendidikan Jabar, dan Mendiknas)
Kuningan – Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh, Minggu (2/1) pagi mencanangkan Kabupaten Kuningan, Jawa Barat sebagai pusat pengembangan Sekolah Luar Biasa (SLB), menyusul keberadaan 33 provinsi sebagai pusat pendidikan khusus dan pendidikan layanan khusus serta sembilan wilayah sebagai pusat braille. “Dengan pencanangan ini, kita berharap Kabupaten Kuningan dapat mengembangkan dan  menyiapkan berbagai metodologi pembelajaran yang berkait dengan layanan pendidikan khusus dan pendidikan layanan khusus,” katanya. Baca entri selengkapnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 97 pengikut lainnya.