Sebuah topik hiburan di Nusantara adalah final fiala AFF antara Indonesi dan Malaysia. Sangat luar biasa warga negara Indonesia mengdukung TIMNAS dengan penuh rasa nasionalisme. Dukungan tersebut murni dan tulus dengan berbagai pengorbanannya untuk melihat permainan yang “cantik” dan menjadi juara.
Selama perjalanan final piala AFF Indonesia “diposisikan” kurang beruntung. Ketika di Malaysia TIMNAS dijaili dengan sinar laser sehingga para pemainnya kurang konsentrasi. Ketika main di Indonesia TIMNAS masih kurang banyak untuk membobol gawang Malaysia.
Permainan Malaysia memang cukup baik, mereka mengandalkan pertahanan yang luar biasa, sehingga TIMNAS selalu gagal untuk membobolnya. Malaysia hanya mengandalkan 2 orang penyerang untuk membobol gawang TIMNAS. Jika saya lihat, “bola” lebih banyak di “kaki” TIMNAS, serangan lebih banyak di pihak TIMNAS, namun keadaan tidak sesuai harapan.
Maka pada akhirnya kita harus belajar menerima keadaan, belajar cerdas, bekerja keras, berjuang maksimal sudah dilakukan, dan kita belajar menjadi lebih dewasa.
Hidup TIMNAS, tetap semangat pagi.




































