
Minggu pagi saya biasa berolah raga di sekitar kota Kuningan, dan saya melihat pemandangan yang luar biasa, yaitu kelompok Ikatan Sepeda Sehat Kuningan (ISSK) melakukan “sapu bersih” tulisan-tulisan yang ada di dinding bangunan umum disekitar SMPN 7 Kuningan, tepatnya di dipertigaan jalan Aruji dan Jalan Kepuh. Kelompok ini secara spontan membawa cat, menghapus tulisan, dan mengecat ulang dengan warna putih sehingga tulisan-tulisan yang menganggu pemandangan jadi hilang.
Saya bertanya-tanya, mengapa para pecinta sepeda yang harus bertanggung jawab? Mengapa anggota ISSK sangat peduli dan merasa bertanggung jawab atas keindahan kota Kuningan? Lalu, mengapa pihak pemda, atau dinas terkait yang berhubngan dengan keindahan dan ketertiban kota Kuningan tidak peduli dan tidak bertanggung jawab? Padahal para pegawai di dinas/instansi tersebut sudah digaji dan kota kuningan sudah mendapatkan Adipura.
Saya merasa salut kepada ISSK yang dengan suka rela bertanggung jawab atas keindahan kota. Kegiatan ISSK ini menurut saya tidak akan diikuti oleh kelompok-kelompok lain apalagi oleh geng-geng motor, kelompok-kelompok pengguna motor, Ikatan Motor Indonesia Kuningan (IMIK), atau mungkinkah ada gerakan dari pemda Kuningan beserta jajarannya dan pihak berwajib untuk menggerakan anggota geng motor membersihkan, mengecat kembali, sehingga menjadi bersih kembali.
Coba perhatikan foto-foto anggota ISSK yang membersihkan tulisan-tulisan yang merusak pemandangan. Baca entri selengkapnya »
Like this:
Be the first to like this post.