Pesona Kabupaten Kuningan: Waduk Darma semakin Menawan

Setelah dari saung stroberi, saya melanjutkan perjalanan ke obek wisata waduk darma, yang pada kunjungan sebelumnya saya melihat waduk darma yang sangat memprihatikan namun meskipun begitu saya tetap mejeng juga di bendungan waduk darma , bahkan para warga Kuningan tetap menikmati waduk darma yang belum dirawat dengan baik.

Waduk Darma yang sekarang sudah “dipercantik” sehingga semakin mempesona saja. Karena saya dari arah Kuningan maka jalur masuknya seperti foto di atas. Atas prakarsa Bupati Kuningan yang baru, mulai 2010 jalur waduk Darma dibagi dua, ada jalur umum dan jalur wisata. Dengan adanya dua jalur ini maka lalulintas di area waduk darma cukup lancar dan sudah tidak terlihat lagi yang berhenti di area bendungan. Baca entri selengkapnya »

Pesona Kabupaten Kuningan: Taman Stroberi Palutungan di Kaki Ciremai yang Indah

Setelah melakukan terapi ikan di kolam renang Cigugur, saya langsung menuju ke kaki gunung Ciremai berniat untuk ke Curug Palutungan,  namun ditengah perjalanan saya merasa terpesona dengan pemandangan yang indah. Pemandangan tersebut berupa hamparan kota kuningan, gunung-gunung di sebela timur yang mengelilingina, elihat ke sebelah utara laut Jawa, pantai Cirebo-Brebes kelihatan dengan indahnya, sementara melihat di kesebalah selatan kelihatan waduk darma yang megah, ke sebelah barat terpesona dengan pemandangan gunung Ciremai yang tangguh, menjulang tinggi dan indah. Tepat di tempat saya berdiri ada plang bertuliskan “Saung Sroberi dan Rumah Makan”. Nah di sinilah saya beristiraat sejenak. Baca entri selengkapnya »

Pesona Kabupaten Kuningan: Kolam Renang Cigugur dan Khasiat Terapi Ikannya


Objek wisata ini terdiri dari kolam yang merupakan habitat ikan langka yang disebut Kancra Bodas (Labaebarbus Dournensis) yang mana ikan ini jarang dijumpai di daerah lain yang oleh masyarakat sekitar keramatkan dan disebut ikan Dewa. Masyarakat Kab Kuningan memiliki mitos ikan dewa yang terdapat di Masyarakat Kab Kuningan memiliki mitos ikan dewa yang terdapat di Balong Keramat di Kec Cigugur, Darmaloka, Desa Ragawacana Kec Kramatmulya. Desa Sidamulya dan Manis Kidul Kec Jalaksana serta di Kec Pasawahan. dan Ikan dewa oleh masyarakat sekitar tidak pernah diganggu. Apalagi dipancing untuk dikonsumsi. Mitos tersebut terpelihara sampai sekarang. Dampaknya, banyak wisatawan yang ingin berkunjung ke Kuningan sekedar ingin mengetahui ikan dewa. Padahal jenis ikannya sama dengan ikan emas. Hanya perbedaannya habitatnya berada di air bersuhu dingin dan berasal dari sumber mata air. Menurut sumber lisan masyarakat Keberadaan ikan dewa tidak terlepas dari Rama Haji Irengan. Salah satu ulama yang menyebarkan Islam di Kab Kuningan sekitar abad ke 15. Ia adalah seorang catrik (Santri) yang belajar agama Islam pada Sunan Gunung Djati di Cirebon. Dikirimnya Rama Haji Irengan, sebagai tindaklanjut penyebaran Islam di wilayah Kuningan sebelah selatan yang masih memeluk agama Hindu-Budha. Penyebarannya tidak saja di wilayah selatan. Namun ke utara pun dikerjakan. Mulai Kec Darma sampai Pasawahan. Saat penyebaran itu, Rama Haji Irengan membuat balong (kolam) sebagai tanda masyarakatnya sudah Islam. Membuat kolam itu dilakukannya dalam satu malam dan langsung ditanami ikan. Baca entri selengkapnya »

Ikatan Sepeda Sehat Kuningan “Sapu Bersih” Geng Motor Kuningan


Minggu pagi saya biasa berolah raga di sekitar kota Kuningan, dan saya melihat pemandangan yang luar biasa, yaitu kelompok Ikatan Sepeda Sehat Kuningan (ISSK) melakukan “sapu bersih” tulisan-tulisan yang ada di dinding bangunan umum disekitar SMPN 7 Kuningan, tepatnya di dipertigaan jalan Aruji dan Jalan Kepuh. Kelompok ini secara spontan membawa cat, menghapus tulisan, dan mengecat ulang dengan warna putih sehingga tulisan-tulisan yang menganggu pemandangan jadi hilang.

Saya bertanya-tanya, mengapa para pecinta sepeda yang harus bertanggung jawab? Mengapa anggota ISSK sangat peduli dan merasa bertanggung jawab atas keindahan kota Kuningan? Lalu,  mengapa pihak pemda, atau dinas terkait yang berhubngan dengan keindahan dan ketertiban kota Kuningan tidak peduli dan tidak bertanggung jawab? Padahal para pegawai di dinas/instansi tersebut sudah digaji dan kota kuningan sudah mendapatkan Adipura.

Saya merasa salut kepada ISSK yang dengan suka rela bertanggung jawab atas keindahan kota. Kegiatan ISSK ini menurut saya tidak akan diikuti oleh kelompok-kelompok lain apalagi oleh geng-geng motor, kelompok-kelompok pengguna motor, Ikatan Motor Indonesia Kuningan (IMIK), atau mungkinkah ada gerakan dari pemda Kuningan beserta jajarannya dan pihak berwajib untuk menggerakan anggota geng motor membersihkan, mengecat kembali, sehingga menjadi bersih kembali.

Coba perhatikan foto-foto anggota ISSK yang membersihkan tulisan-tulisan yang merusak pemandangan. Baca entri selengkapnya »

Geng Motor di Kuningan Merusak Sejumlah Bangunan

Masalah geng motor di manapun sepertinya sama, yaitu meresahkan baik langsung ataupun tidak,  seperti kebiadaban genk motor di kota Bandung yang merampok milik orang lain, pembunuhan oleh geng motor di kota Bandung, kebrutalan geng motor di kota Tasikmalayageng motor Cirebon merusak bangunan di kota Kuningan, sementara geng motor Kuningan selalu dan pasti mengotori bangunan yang sudah rapi.

Pada suatu saat Bupati Kuningan sempat marah-marah kepada petugas satpol pp kerena bangunan terbuka yang ada di sekitar GOR Ewangga kompleks stadion Mashun Wisnusaputra dikotori oleh tulisan-tulisan yang merusak pemandangan. Dan tidak ada seorangpun yang tahu siapa pelakunya dan kapan melakukannya. Yang jelas tulisan tersebut selalu menuliskan nama gengnya.

Menurut saya geng motor tersebut sudah dikatahui umum, salah satunya adalah GBR yang markasnya depan pendopo kabupaten Kuningan. Pertanyaan saya, mengapa pihak pemda beserta jajarannya dan pihak berwajib tidak bertindak pada geng motor tersebut? Mudah-mudahan tidak ada perjanjian diantara geng motor tersebut denga pihak-pihak tadi, dan pihak-pihak tadi  tidak berpendapat, “selama tidak/belum merusak dan tidak meresahkan ya biarka saja.

Tapi mengapa tiba-tiba Bupati Kuningan marah ketika beberapa bangunan megahnya dicoreti oleh geng-geng tersebut? Bisa jadi diantara anggota geng motor ada anaknya para pejabat baik pejabat pemda atau pejabat berwajib. Bahkan saya berpikiran mudah-mudahan (bisa jadi)  geng-geng motor tadi tidak dipelihara untuk pemasukan onkum tertentu.

Coba perhatikan kelakuan geng motor yang merusak pemandangan dan bangunan. Baca entri selengkapnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 100 pengikut lainnya.