Masalah Ujian Nasional (UN) tiap tahun selalau ramai dibicarakan, mulai dari persiapan siswa dengan berbagai bimbingan belajar, orang tua degan menyiapkan materi untuk mendukung para putranya, pihak sekolah dengan berbagai penganyaan dan uji coba UN, pemerintah dengan memberikan materi pokok UN, masyarakat dengan katentuan/syarat pelulusan yang sangat memberatkan.
Masyarakat luas mengharapkan UN tidak dilaksanakan karena merugikan (jika ada siswa yang tidak lulus, termasuk merugikan pihak sekolah karena banyak yang tidak lulus). Saya sudah tidak asing dengan Ujian Nasional karena istilah itu sudah saya rasakan sejak tahun 1990-an ketika membuka lembaga pendidikan keterampian (kurususan) sampai sekarang.
Suatu lembaga “kursus” dikatakan baik adalah lembaga kursus banyak meluluskan warga belajarnya pada ujian nasional, bukan saja banyak warga belajar yang mendaftar. Apabila suatu lembaga “kursus” tiap tahun mengikuti Ujian Nasional (biasanya satu tahun 2 atau 3 kali UN) maka lembaga kursus tersebut dapat diakreditasi, dan yang lulus akreditasi minial B maka akan mendapatkan bantuan dari Pemerintah. Selain lembaganya diakreditasi para pengajarnya pun harus punya sertifikat Sumber Belajar tingkat Nasional bahkan sampai punya sertifikat penguji tingkar nasional.
Jadi saya tidak asing lagi dengan akreditasi di lembaga pendidikan formal, bahkan dengan sertifikasi guru. Yang jadi pertanyaan saya adalah “Mengapa lembaga pendidikan fomal baru sekarang diakreditasi, mengapa gurunya disertifikasi sekarang, mengapa istilah Ujian Nasional baru juga sekarang? Mengapa istilah-istilag itu diambil dari pendidikan nonformal?”
Tentang Ujian Nasional saya tetap berpendapat harus tetap dilaksanakan, hanya dalam “rumus” pelulusan tidak harus seragam, tiap sekolah bisa memililih kriteria pelulusan yang tepat. Kriteria “rumus” pelulusan tersebut ditentukan oleh pemerintah (hal ini pernah dilakukan ketika Ebtanas terkahir diberlalukan).
Tulisan saya tentang Ujian Nasional
Soal Latihan Ujian Nasional Sesuai Kisi-Kisi UN 2009
Nilai Ujian Nasional Diatas 9 (MERAGUKAN!)
Pasti Lulus UN 2008
Tidak Usah Takut Dengan Ujian Nasional!
Lagi-lagi Ujian Nasional!
Istilah pada Pendidikan Formal, Saya jadi ingat ketika di Kursusan
Ingat Ujian Nasional, Jadi Ingat ketika Menjadi Instruktur di Kursusan
Mengapa Takut dengan Ujian Nasional?
Ujian Nasional adalah penilaian yang harus tetap dilakukan oleh pemerintah dalam upaya melihat tingkat pendidikan kita. Tentang Penilaian Hasil Belajar yang di dalamnya ada Ujian Nasional akan saya tulis pada tulisan berikutnya.




























Januari 13, 2010 pada 1:34 pm
[...] Pembaca Masalah Ujian Nasion… di Mengapa Takut dengan Ujian… Masalah Ujian Nasion… di Ingat Ujian Nasional, Jadi Ing… Masalah Ujian Nasion… di [...]
Januari 20, 2010 pada 12:17 pm
TERIMAKASIH TAS INFORMASI DAN TULISANNYA, CUKUP BERMANFAAT BUAT BACAAN. KUNJUNGI JUGA SEMUA TENTANG PAKPAK DAN UPDATE BERITA-BERITA DARI KABUPATEN PAKPAK BHARAT DI GETA_PAKPAK.COM http://boeangsaoet.wordpress.com
Januari 31, 2010 pada 3:17 pm
[...] Masalah Ujian Nasional (UN) Tiap Tahun Tetap Ramai Dibicarakan [...]
Juni 20, 2010 pada 2:22 pm
benar, saya sangat setuju soalnya jika memakai standar kelulusan berdasarkan btas minimum nilai siswa, maka siswa akan berprioritas pada nilai, mereka akan menggunakan segala cara mendapatkan nilai lulus, jadi kualitas lulusan akan dipertanyakan, dan bagi yang sudah belajar dan tetap tidak lulus, maka akan sia-sia hasil belajar mereka yang 12 tahun hanya dalam waktu 3 hari.
Februari 25, 2012 pada 9:31 pm
Saya memerlukan beberapa keluhan siswa terhadap pengawas ruang ujian nasional, serta pengawas dari pihak yang berwajib,,,jika anda punya kirimkan saya keluhan tersebut, melalui email ini: helmi_1505@yahoo.co.id