Dirimu

Mentari mulai tergelincir ke sebelah barat
Lembayung siap menyambut antara sore dan malam
Dirimu pun sudah mulai disambut dengan usia yang semakin tua
Dirimu sedang asyik dengan masa yang sudah belalu
Dirimu sedang bimbang antara benci dengan rindu
Dirimu sedang bimbang antara benci dengan cinta
Dirimu sedang menahan rasa itu
Dirimu sedang mencoba berpaling dari masa yang sudah berlalu
Tapi masa yang berlalu itu sekarang sudah menghampirimu
Ah…
Aku masih tetap setia menunggumu di tempat biasa.

Ditulis dalam Puisi. Tag: , , , , . 5 Komentar »

5 Tanggapan ke “Dirimu”

  1. me Says:

    kang meni tega nyebat abi tos tuwir hhehehe

  2. titi Says:

    Benci, rindu, cinta, seberapa tebal batasnya Kang? Masa lalu..masa kini…masa depan…betapa tak pernah mengubah cinta sejati…

  3. ria manies Says:

    diriku kenapa pakkkkk

  4. Huang Says:

    Wew… fotonya masuk dlm majalah people :D

    *btw, masih setia menunggu ditempat yang biasa?? mirip cerita Slumdog doms :D *

  5. andri Says:

    kasian banget akangku ini………mau sampe kapan akang menunggu ditempat biasa…????


Tinggalkan Balasan