SITTI NURBAYA
(Kasih Tak Sampai)
Pengarang : Marah Rusli (7 Agustus 1889-17 Januari 1968)
Penerbit : Balai Pustaka
Hampir semua kritikus sastra Indonesia menempatkan novel Sitti Nurbaya ini sebagai karya penting dalam sejarah kesusastraan Indonesia. Secara tematik, seperti yang disinggung H.B. Jassin, Zuber Usman, Ajip Rosidi, Sapardi Djoko Damono, maupun Teeuw, novel ini tidak hanya menampilkan latar social lebih jelas, tetapi juga mengandung kritik yang tajam terhadap adapt-istiadat dan tradisi kolot yang membelenggu. Novel ini pula yang pertama kali menampilkan masalah perkawinan dalam hubungannya dengan persoalan adat, yang kemudian banyak diikuti oleh pengarang-pengarang Indonesia sesudahnya.
Pada tahun 1969, novel ini memperoleh hadiah penghargaan dari pemerintah Indonesia sebagai hadiah tahunan yang diberikan setiap tanggal 17 Agustus- kini Hadiah Tahunan Pemerintah ini tidak dilanjutkan lagi.
Berbagai artikel maupun makalah yang membahas novel ini sudah banyak ditulis oleh para pengamat sastra Indonesia, baik dalam maupun luar negeri. Hingga kini, ulasannya masih terus banyak dilakukan, baik dalam konteks sejarah kesusastraan Indonesia modern, maupun dalam konteks social dan emansipasi wanita.
Di Malaysia, novel ini terbit pula dalam edisi bahasa Melayu. Pada tahun 1963 saja, di Malaysia itu, Sitti Nurbaya sudah mengalami cetak ulang ke-11. Untuk pengajaran sastra di tingkat sekolah lanjutan, novel ini merupakan salah satu novel wajib.
Tahun 1991, TVRI menyiarkan sinetron Sitti Nurbaya dengan pemeran utamanya Novia Kolopaking (sebagai Sitti Nurbaya) dan Gusti Randa (sebagai Samsulbahri).
Inilah ringkasannya.
Sutan Mahmud Syah termasuk salah seorang bangsawan yang cukup terkenal di Padang. Penghulu yang sangat disegani dan dihormati penduduk disekitarnya itu, mempunyai putra bernama Samsulbahri, anak tunggal yang berbudi dan berprilaku baik. Bersebelahan dengan rumah Sutan Mahmud Syah, tinggal seorang Saudagar kaya bernama Baginda Sulaiman. Putrinya, Sitti Nurbaya, juga merupakan anak tunggal keluarga kaya-raya itu.
Sebagaimana umumnya kehidupan bertetangga, hubungan antara keluarga Sutan Mahmud Syah dan keluarga Baginda Sulaiman, berjalan dengan baik. Begitu pula hubungan Samsulbahri dan Sitti Nurbaya. Sejak anak-anak sampai usia mereka menginjak remaja, persahabatan mereka makin erat. Apalagi, keduanya belajar di sekolah yang sama. Hubungan kedua remaja itu berkembang menjadi hubungan cinta. Perasaan tersebut baru mereka sadari ketika Samsulbahri akan berangkat ke Jakarta untuk melanjutkan sekolahnya.
Sementara itu, Datuk Meringgih, salah seorang saudagar kaya di Padang, berusaha untuk menjatuhkan kedudukan Baginda Sulaiman. Ia menganggap Baginda Sulaiman sebagai saingannya yang harus disingkirkan, di samping rasa iri hatinya melihat harta kekayaan ayah Sitti Nurbaya itu. “Aku sesungguhnya tidak senang melihat perniagan Baginda Sulaiman, makin hari makin bertambah maju, sehingga berani ia bersaing dengan aku. Oleh sebab itu, hendaklah ia dijatuhkan,” demikian Datuk Meringgih berkata (hlm. 92). Ia kemudian menyuruh anak buahnya untuk membakar dan menghancurkan bangunan, took-toko, dan semua harta kekayaan Baginda Sulaiman.
Akal busuk Datuk Meringgih berhasil. Baginda Sulaiman kini jatuh miskin. Namun, sejauh itu, ia belum menyadari bahwa sesungguhnya, kejatuhannya akibat perbuatan licik Datuk Meringgih. Oleh karena itu, tanpa prasangka apa-apa, ia meminjam uang kepada orang yang sebenarnya akan mencelakakan Baginda Sulaiman.
Bagi Datuk Meringgih kedatangan Baginda Sulaiman itu ibarat “Pucuk dicinta ulam tiba”, karena memang hal itulah yang diharapkannya. Rentenir kikir yang tamak dan licik itu, kemudian meminjamkan uang kepada Baginda Sulaiman dengan syarat harus dapat dilunasi dalam waktu tiga bulan. Pada saat yang telah ditetapkan, Datuk Meringgih pun dating menagih janji.
Malang bagi Baginda Sulaiman. Ia tak dapat melunasi utangnya. Tentu saja Datuk Meringgih tidak mau rugi. Tanpa belas kasihan, ia akan mengancam akan memenjarakan Baginda Sulaiman jika utangnya tidak segera dilunasi, kecuali apabila Sitti Nurbaya diserahkan untuk dijadikan istri mudanya.
Baginda Sulaiman tentu saja tidak mau putrid tunggalnya menjadi korban lelaki hidung belang itu walaupun sbenarnya ia tak dapat berbuat apa-apa. Maka, ketika ia sadar bahwa dirinya tak sanggup untuk membayar utangnya, ia pasrah saja digiring polisi dan siap menjalsni hukuman. Pada saat itulah, Sitti Nurbaya keluar dari kamarnya dan menyatakan bersedia menjadi istri Datuk Meringgih asalkan ayahnya tidak dipenjarakan. Suatu putusan yang kelak akan menceburkan Sitti Nurbaya pada penderitaan yang berkepanjangan.
Samsulbahri, mendengar peristiwa yang menimpa diri kekasihnya itu lewat surat Sitti Nurbaya, juga ikut prihatin. Cintanya kepada Sitti Nurbaya tidak mudah begitu saja ia lupakan. Oleh karena itu, ketika liburan, ia pulang ke Padang, dan menyempatkan diri menengok Baginda Sulaiman yang sedang sakit. Kebetulan pula, Sitti Nurbaya pada saat yang sama sedang menjenguk ayahnya. Tanpa sengaja, keduanya pun bertemu lalu saling menceritakan pengalaman masing-masing.
Ketika mereka sedang asyik mengobrol, datanglah Datuk Meringgih. Sifat Meringgih yang culas dan selalu berprasangka itu, tentu saja menyangka kedua orang itu telah melakukan perbuatan yang tidak pantas. Samsulbahri yang tidak merasa tidak melakukan hal yang tidak patut, berusaha membela diri dari tuduhan keji itu. Pertengkaran pun tak dapat dihindarkan.
Pada saat pertengkaran terjadi, ayah Sitti Nurbaya berusaha datang ke tempat kejadian. Namun, karena kondisinya yang kurang sehat, ia jatuh dari tangga hingga menemui ajalnya.
Ternyata ekor perkelahian itu tak hanya sampai di situ. Ayah Samsulbahri yang merasa maluatas tuduhan yang ditimpakan kepada anaknya, kemudian mengusir Samsulbahri. Pemuda itu terpaksa kembali ke Jakarta. Sementara Sitti Nurbaya, sejak ayahnya meninggal merasa dirinya telah bebas dan tidak perlu lagi tunduk dan patuh kepada Datuk Meringgih. Sejak saat itu ia tinggal menumpang bersama salah seorang familinya yang bernama Aminah.
Sekali waktu, Sitti Nurbaya bermaksud menyusul kekasihnya ke Jakarta. Namun, akibat tipu muslihat dan akal licik Datuk Meringgih yang menuduhnya telah mencuri harta perhiasan bekas suaminya itu, Sitti Nurbaya terpaksa kembali ke Padang. Oleh karena Sitti Nurbaya tidak bersalah, akhirnya ia bebas dari tuduhan. Namun, Datuk Meringgih masih juga belum puas. Ia kemudian menyuruh seseorang untuk meracun Sitti Nurbaya. Kali ini, perbuatannya berhasil. Sitti Nurbaya meninggal karena keracunan.
Rupanya, berita kematian Sitti Nurbaya membuat sedih ibu Samsulbahri. Ia kemudian jatuh sakit, dan tidak berapa lama kemudian meninggal dunia.
Berita kematian Sitti Nurbaya dan ibu Samsulbahri, sampai juga ke Jakarta. Samsulbahri yang merasa amat berduka, mula-mula mencoba bunuh diri. Beruntung, temannya, Arifin, dapat menggagalkan tindakan nekat Samsulbahri. Namun, lain lagi berita yang sampai ke Padang. Di kota ini, Samsulbahri dikabarkan telah meninggal dunia.
Sepuluh tahun berlalu. Samsulbahri kini telah menjadi serdadu kompeni dengan pangkat letnan. Ia juga sekarang lebih dikenal dengan nama Letnan Mas. Sebenarnya, ia menjadi serdadu kompeni bukan karena ia ingin mengabdi kepada kompeni, melainkan terdorong oleh rasa frustasinya mendengar orang-orang yang dicintainya telah meninggal. Oleh karena itu, ia sempat bimbang juga ketika mendapat tugas harus memimpin pasukannya memadamkan pemberontakan yang terjadi di Padang. Bagaimanapun, ia tak dapat begitu saja melupakan tanah leluhurnya itu. Ternyata pemberontakan yang terjadi di Padang itu didalangi oleh Datuk Meringgih.
Dalam pertempuran me;awan pemberontak itu, Letnan Mas mendapat perlawanan cukup sengit. Namun, akhirnya ia berhasil menumpasnya, termasuk juga menembak Datuk Meringgih, hingga dalang pemberontak itu tewas. Namun, Letnan Mas luka parah terkena sabetan pedang Datuk Meringgih.
Rupanya, kepala Letnan Mas yang terluka itu, cukup parah. Ia terpaksa dirawat dirumah sakit. Pada saat itulah timbul keinginan Letnan Mas untuk berjumpa dengan ayahnya. Ternyata, pertemuan yang mengharukan antara “Si anak yang hilang” dan ayahnya itu merupakan pertemuan terakhir sekaligus akhir hayat kedua orang itu. Oleh karena setelah Letnan Mas menyatakan bahwa ia Samsulbahri, ia mengembuskan napas di depan ayahnya sendiri. Adapun Sutan Mahmud Syah, begitu tahu bahwa Samsulbahri yang dikiranya telah meninggal beberapa tahun lamanya tiba-tiba kini tergolek kaku menjadi mayat akhirnya pun meninggal dunia pada keesokan harinya.
***














April 17, 2009 pada 8:22 am
Kisah tentang Siti Nurbaya memang slalu abadi sepanjang masa.
April 29, 2009 pada 5:32 pm
makasih ya………….
all the best for u
Juni 3, 2009 pada 2:27 pm
menarik……^_^ soalnya aku udah asal copy aja dari kamu… dimana ya cari alamat website yang bisa ngasitahu soal gaya bahasa dalam penulisan sastra Indonesia? Kalo tau kasi tau aku ya…..
Juli 26, 2009 pada 10:31 am
mengharukan bgt and ttp slalu abadi
Oktober 12, 2009 pada 7:05 pm
thx ya..
ngebantu bgt nih buat tugas BI
November 2, 2009 pada 10:09 pm
eh minta unsur-unsur intrinsik dong?
November 12, 2009 pada 4:48 pm
thank’s y.ahkir nya dpt jg tgz b.indo
November 16, 2009 pada 5:35 pm
Wah…. Blognya bagus beudh!!!!
Desember 15, 2009 pada 6:05 pm
THX y…
susah banget ngeringkas NOVEL NA…
HIHIHIHIHIHIHIHIHIHIH
KLO TW DA NE KAN jDI GAMPANG…..
Januari 6, 2010 pada 3:24 pm
susah di phmi!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Januari 19, 2010 pada 3:23 pm
bgz…….mksh, utg ad ni, klo ga bs berabe……
Januari 19, 2010 pada 5:12 pm
wah makasih. sangat membantu aku kerjain tugas..thx
Januari 19, 2010 pada 5:53 pm
wah sayang, kok gak happy ending ya….
Januari 20, 2010 pada 6:27 pm
makasih ea….critanya berguna bgd ne,,,,
Januari 21, 2010 pada 9:40 pm
Novelnya keren… jarang sekarang yang bisa nyaingin novel Sitti Nurbaya….! Two Thumbs Up!!!
Januari 28, 2010 pada 5:03 pm
bguZ x Cka…….toP dEchhhhh…………………………….
Januari 29, 2010 pada 5:43 pm
@all: terima kasih atas apresiasinya, semoga bermanfaat
Januari 30, 2010 pada 1:24 pm
ih wew,,,,
Cerita pd novel “Sitti Nurbaya” ini keren ban9et!!
Sun99uh men9harukan…
4jempol untuk Marah Rusli…
Januari 30, 2010 pada 1:29 pm
ih wew,,,
novel Sitti Nurbaya ini keren banget,,,
sungguh mengharukan,,,
ngak salah deh thn 1920-an d sbt thn Sitti Nurbaya,,,
4jempol buat Marah Rusli…
Februari 1, 2010 pada 2:01 pm
susaaaahhhh bangeeetttzzzz ngeringkas novel’a ,jadi pusink dech……
Februari 3, 2010 pada 9:35 pm
novelnya keren, tapi agak susah baca bahasanya….
Februari 12, 2010 pada 12:12 pm
syg bgd,gak dicantumin amanat dari cerita Siti Nurbayanya…
Februari 13, 2010 pada 6:13 pm
BIG THANKS YA YANG BIKIN RINGKASAN INI, SAYA JADI NGERTI, BAHASANYA GAMPANG DIBACA. DAN SAYA ADA TUGAS SEKOLAH TTG INI TAPI MALES BACA NOVELNYA EHE. POKOKNYA BIG THANKS YA
)
Februari 14, 2010 pada 1:36 pm
akhirna tw jg…
crt Siti Nurbaya thu scr lengkap…
Februari 16, 2010 pada 3:09 pm
bGuS Aq sKa CpAh nE yG bkIn??? Jd PgN taU.. pUnYA fB gA?? kAlO dA eTq eAh All.. z4Z4_p03tr1@yahoo.co.id
OoopZz..!!! DiAtS tw pAkE’ 0(NOL) eAh… tRiMz…!!!!! ^^
Februari 27, 2010 pada 1:38 pm
-thX ats noveL lmaa.x..
cz udaa bntuu waat s’lesain tGaazzz…
Maret 9, 2010 pada 8:08 pm
thank.s ya tugas w s’krng sudah enteng……
skali lagi thanks google.co.id
Maret 10, 2010 pada 5:35 pm
thx ya… muter” nyari cerita ny siti nurbaya gag ktemu,, trnyta ada dsini.. makasih yaa,, ak skrang uda bisa ngerjain tugas ku..
Maret 19, 2010 pada 2:22 pm
thank banget yaw udah ngeringkas cerita siti nurbaya ini, jadinya saya bisa menyelesaikan tugas yang di berikan oleh guru saya… thanks bangetsss
Maret 23, 2010 pada 11:16 am
mengharukan…
tapi masih aja terjadi di masa sekarang…
cinta tak sampai T_T
Maret 24, 2010 pada 9:38 pm
lebih dahsyat dari tetanic
April 3, 2010 pada 3:58 pm
wah……… bagus banget sinopsisnya. bikin orang sukses mengerjakan tugas!!!!!!!!!!?????????
April 5, 2010 pada 9:23 am
sinobsis ter…………………….keren di dunia
April 5, 2010 pada 1:53 pm
akhirnya k’tmu novel sitty Nurbaya aNd w bsa menggerjakan tugas dri guru…………..
thanks bagetZzzz………..
by:dewi wulan dari(dean love you)
April 7, 2010 pada 8:08 am
Thnks..,ringksnya bgs bgt,dh lm aq pnasaran ma crta sti nurbaya ni…
April 13, 2010 pada 7:37 pm
makasi ya sudah memberikaN cerita siti nurbaya
April 16, 2010 pada 7:26 pm
ko G ad analisis dengan teori ecofeminist nya??? kasih dong..
April 17, 2010 pada 2:05 pm
tolong kasih tahu donk semua unsur moral yang terkandung dalam cerita siti nurbaya ini?????????????
April 25, 2010 pada 1:43 pm
duh tq bgt
bantuin bikin tugas BI
April 28, 2010 pada 2:44 pm
…bantuin unsur2 intrinsik dunk…..
aq btuh bngt…
April 29, 2010 pada 11:35 am
meninggalkan jejak …
April 29, 2010 pada 9:09 pm
makasih atas ceritanya…
April 30, 2010 pada 9:03 am
all: semoga bermanfaat
Mei 1, 2010 pada 10:48 am
crtax msh pasaran …! lain kli memuat crta ttang wali songo.,.sbg penyejuk hati,.,!~
Mei 1, 2010 pada 11:04 am
thanks bwt crtx coz crta ny dah mbntw q bwt ngrjin tgs b. indonesia…………………..teo
Mei 1, 2010 pada 11:07 am
crta x kurang seru cou nggak gaul blaszzzzzz//////////////
Mei 19, 2010 pada 2:28 pm
Ceritanya bagus sekali…. Ini cerita membantu saya mengerjakan TuGaS…..
Mei 23, 2010 pada 8:55 pm
Awan! Tulisan Sitinya ada yang salah. Mestinya Siti Nurbaya bukan Sitti Nurbaya. Title ringkasan ini kan Siti bukan Sitti.
Mei 25, 2010 pada 9:10 pm
Makasih ya Atas ceritanya jadi bisa ngumpul tugas!!!!:D :*
Mei 25, 2010 pada 9:14 pm
ada yang salah juga itu loh yg tulizan me;awan kn hrusnya melawan…
Mei 29, 2010 pada 11:10 am
sudah paham……………………!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Juni 16, 2010 pada 12:56 pm
saya mencari ini untuk pendukung dalam membuat tugas analisis sastra,kebetulan saya meganalisis Sitti Nurbaya.Terimakasih ya…..
Juni 23, 2010 pada 11:36 pm
Cerita ini baru ringkasan, ada nggak yang berupa buku yang bisa didownload!
Juni 24, 2010 pada 11:50 am
@all: terima kasih atas apresiasinya, semoga bermanfaat.
Juli 21, 2010 pada 9:23 am
Aq udh bCa n0veL na 2x pz SMP duLuw..
Juli 28, 2010 pada 4:01 pm
thank’s ya udah ngebantu buat tugas bahasa
Agustus 3, 2010 pada 8:45 pm
maksih loh GAN ngebantu bgt but tugas BI…..udah gurunya gak asik PR nya pula gak asik…. makasih lohhhh
Agustus 7, 2010 pada 6:37 pm
mkasih bgt lho, krna novel ni dh bntuin aq nyelesaiin tgas B.I
MKASIH BGT LHO
Agustus 8, 2010 pada 7:07 am
@all: terima kasih atas kunjungan dan apresiasinya, semoga bermanfaat
Agustus 24, 2010 pada 6:23 pm
Kenapa ya siti noer baya nya gk kawin aja ama si datuk,,kan si datuk kaya.
hehehehheheeeeeeee……:)
September 21, 2010 pada 6:35 pm
thanks bnged ya,,
ringkasan ini ngebantuin ak nyelesain tugas b.i
Oktober 4, 2010 pada 6:14 pm
terima kasih ini ngebantiun saya untuk pr bahasa nih
Oktober 7, 2010 pada 12:09 pm
menarik . .
cerita yang pas buat artikel saya,
^.^ hehe
kejem banget tgal cpoy paste..
tanks inpoh nya..
Oktober 21, 2010 pada 7:38 pm
makasih buat bikin pr bhs indonesia …
ahhaahahaah
Oktober 22, 2010 pada 1:18 pm
i not understanding with siti nurbaya..,////
November 1, 2010 pada 2:52 pm
siti nurbaya tob beud dech!!!!
gimana ya caranya bikin kelebihan dan kelemahan novel siti nurbaya???
November 10, 2010 pada 8:03 pm
akhirnya ktemu jga neh novel
thanks ya ….
November 22, 2010 pada 9:17 am
thanks y..aku lbh tau lg tntang novel Siti Nurbaya,,,
November 22, 2010 pada 9:18 am
thanks y,,,aku jd lbh bnyak tau ttg Siti Nurbaya
November 23, 2010 pada 10:46 pm
wahhh,,thanks yaa…
ngebantu banget buat ngerjakan tugass
November 24, 2010 pada 1:24 pm
ehh toolong banntu aku dunt..
sifat sifat tokoh nya kayak gimana aja ….
buat pr b.i…plzz
November 25, 2010 pada 9:21 am
terima kasih,………… atas novel sastra lamanya, lengkapi dengan essay dong…..!
Desember 8, 2010 pada 1:23 pm
menarik ceritanya dari kecil sampai sekarang dah 20 tahunpun aku masih ingat jln ceritanya lho
Desember 16, 2010 pada 2:09 pm
ehh tolong lengkapi dech tokohnya , latarnya semua decch
soalnya ntuk pr bahasa ne…… plizzzzzzzzzzzzzz
Januari 13, 2011 pada 8:24 am
Cerita yang penuh hikmah walaupun sudah lama pisannnnn …
Januari 15, 2011 pada 7:13 pm
thank dah bantuin ngeringkas novel buat tugas BI
tapi lu ada ringkasan yg tiap bab ngk? solnya gw tiap bab harus diringkas gitu
Januari 15, 2011 pada 11:21 pm
@all: semoga bermanfaat, terima kasih atas apresiasinya.
Januari 21, 2011 pada 12:30 pm
minta ringkasannya novel nya dong
Januari 26, 2011 pada 4:57 pm
minta deskipsi latar + kutipan nya donng
Januari 30, 2011 pada 7:55 pm
wew keren ea cerita’a ,,
Februari 2, 2011 pada 2:25 pm
Cerita ini mantap
Februari 6, 2011 pada 10:17 am
thx ya..
)
jd bsa nyeleseiin tgs sklh
Februari 12, 2011 pada 9:43 pm
thankZz Y…..
fOr yOur InfOrmaTioN……..!!!
Februari 14, 2011 pada 7:29 pm
andaii akk jdi siti x psty akk ngerassaen ..
typpa rsa x kwint zma orrr bangkkotan…
hahahahah.;.;.;.;.;
Februari 16, 2011 pada 7:43 pm
Bagus bgt critanya
Februari 18, 2011 pada 1:09 pm
bgus……..
ga ssh untuk nntn lgi hhe….
Februari 20, 2011 pada 12:59 pm
dari sekian lma _akhirnya
ktemu jga
Februari 22, 2011 pada 12:52 pm
ni yg q cari ketemux cerpen siti nurbaya …….
Februari 22, 2011 pada 12:53 pm
ni yg q cari
Februari 27, 2011 pada 9:58 am
bagus dari aksl
Maret 1, 2011 pada 1:58 pm
nice ^^
Maret 7, 2011 pada 10:40 pm
Tq ya kk anwan
membantu banget ini blognya
sekali lagi tq
Maret 7, 2011 pada 10:40 pm
Tq ya kk awan
membantu banget ini blognya
sekali lagi tq
Maret 8, 2011 pada 5:15 pm
yach ,,
AkhirNy 6w bz NyelesaiN tUgaz pR 6w ckran6 ,,
Thankz y4ch ,,,
Maret 13, 2011 pada 7:47 pm
good
Maret 16, 2011 pada 1:40 pm
noveln mNTEP PISAN EUY
Maret 16, 2011 pada 1:41 pm
EWE TEWEWEWEEWEWEEWEWEWEEWEWE
Maret 16, 2011 pada 3:21 pm
novel ”SITI NURBAYA” tersebut sangat kerennnnzzz and menarikkk
Maret 20, 2011 pada 8:26 pm
haha… ini untuk PR gua . gua kls 5 sd hi..
Maret 27, 2011 pada 2:53 pm
ceritanya kerendzz,,,, buat bkin tugas nihh,,,, tapi koq tokohnya pada meninggal semua ya…???
April 2, 2011 pada 9:44 am
WIIESSH, THANKS ney dagh buantu quew krjhaen tugass
April 5, 2011 pada 11:41 pm
wah bagus tulisannya mas, saya izin copy di fb sebagai note ya mas.
Mei 17, 2011 pada 11:32 am
paNJANG KALI PUNDDDDDDDDDDDDDDDDD
Mei 23, 2011 pada 12:10 pm
Thx buat ceritanya
Mei 23, 2011 pada 2:43 pm
gimana caranya cari cerita salah pilh
Mei 25, 2011 pada 5:19 pm
wah…
hebat uy…
mksh cerita nya bagus
Mei 30, 2011 pada 7:35 am
menarik sekali……………………
Juni 4, 2011 pada 5:41 pm
makasih bantu banget buat pr’
Juni 8, 2011 pada 6:01 am
Izin ngeshare gan..
September 8, 2011 pada 3:32 pm
wah., mngharukan bgt.. >< jd tau deh skr gmn ceritanya.. thx b4.. :')
September 13, 2011 pada 2:32 pm
mkasih buat tgas bi
September 21, 2011 pada 3:56 pm
ringksannya krang sdikit nich tp ckup mmbantu mksih
September 30, 2011 pada 12:55 pm
thanx y……..
tp ne dah sesuai dengan EDY lum???
Oktober 2, 2011 pada 7:54 pm
ok……………….
Oktober 13, 2011 pada 4:55 pm
bagus banget buat tugas bi . . . .
thank you
Oktober 14, 2011 pada 5:22 pm
thanks ya yg buat ne….?
Oktober 19, 2011 pada 8:24 pm
penuh haru ceritanya .. thanks bwat penerbitnya , tugas saya jaddi bisa selesai dgan cepat ! semoga dpat bermanfaat yaa ..
Oktober 25, 2011 pada 2:06 am
Tragis, kasian bgt yachhh
November 1, 2011 pada 12:02 am
thx ya gan buat ringkasannya
November 8, 2011 pada 6:07 pm
hmm’zz tgass bereess
Desember 1, 2011 pada 9:35 am
terima kasih atas banutan’a….
Desember 2, 2011 pada 7:17 am
@all: trims atas kunjungannya ke blog ini dan trims juga atas apresiasinya, semoga bermanfaat.
Desember 17, 2011 pada 1:57 pm
bagus sekali
Desember 18, 2011 pada 2:37 pm
@ayu: trims atas apresiasi
Desember 22, 2011 pada 11:57 am
[...] byhttp://awan965.wordpress.com/2009/04/14/ringkasan-novel-siti-nurbaya/ Share this:TwitterFacebookLike this:SukaBe the first to like this post. Desember 22, 2011 [...]
Desember 28, 2011 pada 6:30 pm
Thanks ya bwat ceritanya ngebantu buat tugas BI
Desember 31, 2011 pada 8:53 am
Sama2.
Januari 1, 2012 pada 1:50 pm
kok cuma dikit
Januari 2, 2012 pada 10:38 am
@yeni: ya tambahkan dong biar panjang, hehehe
Januari 5, 2012 pada 6:45 pm
Wahh makasii banget yaaCh..
Berkat Ringkasan NoveL Siti Nurbaya ini..
Lebih mudah dan cepat selesaikan Tugas Bhs Indonesia ku.
Januari 6, 2012 pada 9:20 am
@FaliaNoven: trims atas kunjungannya, lebih baik baca novelnya, hehehe
Januari 20, 2012 pada 11:25 am
Akhrnya tgaz b.ind dpt jga
Januari 20, 2012 pada 5:43 pm
@Ankar: semoga bermanfaat
Januari 25, 2012 pada 7:12 pm
waah pada mati semua ya ?-___-
Februari 3, 2012 pada 7:18 pm
Kisah siti nurbaya kaya kisah cinta gue, cuma bedanya cinta gue ndak disetujui babe gue
Februari 3, 2012 pada 8:30 pm
thx bgt ya…
Februari 10, 2012 pada 4:00 pm
Bagus sekali isi novelnya
Semoga ada yang bisa dipetik dari isi ringkasan novel diatas uantuk dijadikan pelajaran yang penting…
Februari 12, 2012 pada 5:01 pm
sy terkesan membacanya.
Februari 13, 2012 pada 8:47 am
@akate, @Udien, @nurlaela hasanah, @Vika Lestari, @Grace: terima kasih atas apresiasinya semoga bermanfaat
Februari 13, 2012 pada 10:00 am
Permisi, aku mau chopy paste untuk menyimpannya di blogku.
Februari 14, 2012 pada 7:43 pm
angkatan berapa 20 atau 30 ?
Februari 28, 2012 pada 12:37 am
Semuanya meninggal.
Maret 4, 2012 pada 9:00 pm
kyaknya ada yg brbeda ya critanya sama yg di novell,tpi intinya sma aja,mnding bca disni dripada bca novell sgitu bnyaknya cma dlam sebulan
Maret 7, 2012 pada 3:45 pm
emmm..jadi gitu ya ceritanya???
ringkasannya lengkap and jelas banget..
salut deh!!!
April 4, 2012 pada 6:55 pm
kok agak beda ya….yaah…beda sumber , beda tulisan. tapi gak papa lah ! bahasanya lebih sopan yang ini !!! great job !
April 18, 2012 pada 8:58 pm
Blog ini sangat bermanfaat sekali untuk pljrn B.Indonesia
salut dehhhhhhhhh,,,,
November 3, 2012 pada 7:25 pm
thanx udh selsain tugas b.ind gw ….
November 5, 2012 pada 6:27 pm
apo si kelemahan dan kelebihan dr novel ini
November 5, 2012 pada 9:49 pm
@all: jika ada perbedaan isi rangkungan itu versi saya, lebih baiknya Anda sendiri yang membuat rangkumannya supaya lebih bagus, hehehe. Trims atas apresiasinya.
November 11, 2012 pada 2:43 pm
Betul mas…intepretasi orang umum tentang novel ini kawin paksa. Saya pernah dapat tugas kelompok waktu SMA dulu (th.98) membahas novel ini.. kami menangkat tema sesuai dengan sub judulnya “kasih tak sampai”lalu dipresentasikan dikelas, dan reaksi dari teman2 pendengar langsung bertanya “kenapa bukan kawin paksa?” lalu kami jelaskan bahwa tidak ada paksaan siti nurbaya menikahi datuk maringgih dan dibenarkan oleh guru bahasa waktu itu..di film serialnya pun siti nurbaya sendiri yang bersedia menikah. Saya menonton sampai habis, maklum tidak ada tv swasta pada jaman itu di jogja…
November 13, 2012 pada 7:58 am
@Askum: Ya interpretasi tiap orang akan berbeda-beda, tapi bagi yang telah membacanya akan timbul pemahaman yang lebih tepat.
Januari 23, 2013 pada 8:05 am
saya dapat tugas meringkas novel tapi ini kug bnyak bnget…..
tapi gpp di printtt jah kug…..
mksh …… ats infrmsi novel.xa…
Maret 14, 2013 pada 3:52 pm
ada tugas drama bikin kisah siti nurbaya gmn y supaya bs d bikin dialog tolongin donk……
Mei 26, 2013 pada 1:29 pm
saya dpt tugas . mencari roman .
d suruh menghapal jlan critanya . mao nya cie crita siti nurbaya
tpi pnjang banget critanya
mna trhapal .
hufft