Al-Quran Menjelaskan Tentang UFO

Ketika bulan Ramadhan kita sering membaca/melafalkan Al-Quran dalam berbagai bentuk, baik dalam tadarusan atau memahami isi kandungan Al-Quran. Dan sekarang Ramadhan telah lewat, maka kita pun harus masih tetap melaksanakan kebiasaan tersebut. Ketika saya membaca terjemahan Al-Quran, mungkin  hanya tahu (sekedar) terjemahannya sementara maknanya tidak begitu dikatahui atau dipahami. Percaya atau tidak ternyata Al-Quran telah menjelaskan tentang UFO seperti saya kutip artikelnya dari blog misteridunia.

Di dunia masa kini, ada dua macam kendaraan yang pada umumnya dipakai manusia dalam sejarah hidupnya, yaitu yang memakai tenaga tolak untuk maju contohnya hewan, mobil, kapal laut atau kapal udara.

Yang lainnya memakai gaya centrifugal (melanting [dari titik tolak] ) seperti pesawat UFO yang populer disebut “piring terbang”. Kedua macam kendaraan ini oleh Al-Quran surat An-Nahl ayat 8 disebutkan sebagai benda terapung dan ternak. Yang dimaksud dengan ternak yaitu kuda, unta, keledai, dls. Dan benda terapung maksudnya yaitu segala macam kendaraan yang diwujudkan oleh teknologi manusia termasuk di dalamnya “piring terbang”.

Khusus mengenai “piring terbang”, oleh surat An-Nahl ayat 8 adalah kendaraan yang tidak diketahui manusia dalam waktu ribuan tahun dan oleh surat Az-Zukhruf ayat 12 menyebutkan bahwa Allah SWT menciptakan semua yang berpasangan-pasangan. Maksudnya, ada bagian positif dan bagian negatif dari “piring terbang” itu (positif dan negatif=pasangan). Karena surat Az-Zukhruf ayat 12 ini membicarakan tentang alat transportasi maka tentunya istilah “berpasangan-pasangan” itu adalah kendaraan. Dan kendaraan itu tak lain mungkin adalah “piring terbang” yang memiliki bagian positif dan bagian negatifnya.

Dan (Dia Telah menciptakan) kuda, bagal* dan keledai, agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya.
(Surat An-Nahl ayat 8 )

* Bagal adalah peranakan kuda dengan keledai.

Ayat ini menerangkan soal kendaraan yang biasa dan bisa dipakai oleh manusia. Manusia biasa menggunakan kendaraan ternak. Kuda dan keledai merupakan tenaga pembawa dan penarik maka keadaannya sama dengan mobil dan kapal terbang selaku pembawa dan penarik. Penggalan kata “bisa” pada paragraf ini, merupakan sesuatu yang belum diketahui manusia tentang kendaraan.

Baik kuda dan keledai maupun mobil dan kapal terbang sama-sama menggunakan tenaga tolak ke belakang untuk maju ke depan, pada dasarnya kedua macam kendaraan itu memiliki prinsip yang sama. Lalu kendaraan apa yang belum diketahui manusia seperti yang disebutkan pada surat An-Nahl ayat 8 itu?

Hal ini dijawab sendiri oleh Al-Quran :

Dan yang menciptakan semua yang berpasang-pasangan dan menjadikan untukmu kapal dan binatang ternak yang kamu tunggangi.

Supaya kamu duduk di atas punggungnya, kemudian kamu ingat nikmat Tuhanmu apabila kamu telah duduk di atasnya; dan agar kamu mengucapkan: “Maha Suci Tuhan yang Telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya”.

Dan Sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.
(Surat Az-Zukhruf ayat 12 – 14)

Kalau anda membaca susunan ayat Al-Quran ini sepintas mungkin anda tidak merasa mendapatkan sesuatu yang aneh dan baru. Akan tetapi, patut diketahui bahwa tidak ada satu pun ayat suci Al-Quran yang diwahyukan oleh Allah SWT kepada Rasul-Nya yang percuma atau tidak memiliki makna. Kalau anda teliti dan merenungkannya dalam-dalam, semua ayat-ayat yang terkandung dalam Al-Quran itu selalu memiliki unsur-unsur keterkaitan antar ayatnya, baik kaitan ayat yang ada di dalam surat itu sendiri atau kaitan ayat pada surat-surat Al-Quran yang lain. Sederhananya, keterkaitan satu ayat dengan ayat yang lainnya seperti dunia internet yang sedang anda jelajahi ini. Suatu halaman web yang berisi informasi selalu memiliki kaitan atau link, baik link yang menuju ke halaman web itu sendiri ataupun link yang menuju ke halaman web yang lainnya.

Nah, semua unsur-unsur yang saling berkaitan itu tak jarang selalu menghasilkan pemahaman ilmiah yang dapat diterima oleh akal sehat. Dengan begitu, memahami susunan ayat-ayat di atas ini maka “benda terapung” ini adalah suatu kendaraan yang belum diketahui oleh manusia. Seperti yang disebutkan pada surat An-Nahl ayat 8.

Susunan ayat-ayat diatas nantilah kita analisis belakangan.

Sekarang kita masuki persoalan yang nantinya jadi bahan dalam penganalisaan itu.

Al-Quran sering sekali menjelaskan persoalan rotasi dan orbit benda-benda angkasa. Hal itu merupakan gambaran bagi setiap orang agar selalu memperhatikan kenapa Bumi ini berputar pada porosnya, kenapa planet ini bersama planet-planet yang lainnya beredar mengelilingi matahari yang juga berputar di porosnya. Semua planet itu tidak bertiang, tidak bertali dan juga tidak memiliki tempat bergantung. Semuanya bergerak dalam keadaan bebas terapung. Hanya Rawasialah yang memutar planet itu di sumbunya sambil berputar-putar mengelilingi matahari. Sungguh Rawasia itu adalah wujud penting dari sesuatu yang harus diteliti lebih dalam lagi oleh para astronom. Dengan mengetahui keadaan Rawasia setiap planet, maka tabir misteri alam semesta yang tak terbatas itu akan terkuak.

Bumi yang beratnya sekitar 700 triliun ton tidak jatuh pada matahari karena gaya lantingnya (centrifugal) dalam keadaan mengorbit, sebaliknya Bumi juga tidak terlanting jauh keluar dari garis orbitnya sebab ditahan oleh gaya gravitasi pada matahari sebagai pusat orbit. Kekuatan gaya lanting Bumi dan gaya gravitasi adalah sama besarnya, orang ahli menyebutnya dengan Equilibrium. Oleh karena itulah sampai hari ini Bumi yang kita diami terus menerus berputar dan beredar mengelilingi matahari.

Andaikan kalau Bumi hanya memakai gaya lantingnya saja tanpa menggunakan gaya gravitasi. Maka, bisa dipastikan Bumi akan melayang jauh meninggalkan matahari. Dengan begitu, tenaga centrifugal seperti yang dimiliki Bumi dapat diadopsi oleh “piring terbang” untuk terbang jauh jika tenaga gravitasinya dihilangkan.

Nah, akhirnya kita pun sampai pada pertanyaan ini, bagaimana cara menghilangkan gaya gravitasi itu?

Salah satu caranya adalah dengan memutar bagian pesawat secara horisontal. Apabila putaran itu semakin cepat maka semakin besar pula gaya centrifugal yang dihasilkan dan semakin kecillah gaya gravitasinya, sampai akhirnya gaya gravitasi ini akan hilang sama sekali dan mulailah pesawat dapat terangkat dengan mudah tanpa terpengaruh oleh gravitasi Bumi.

Mungkin anda akan bertanya, bagaimana bisa pesawat dapat berputar terus menerus tanpa tumpuan? Dari situlah kita namakan pesawat ini dengan Shuttling System, yaitu pesawat berbentuk piring dempet yang ditengah-tengahnya adalah tempat penumpang.

Anda bisa simak gambar ilustrasi struktur “piring terbang” dibawah ini.

A. Bagian Atas, kita namakan Positif, berputar ke kanan, semakin ke pinggir massanya semakin tebal dan berat.

B. Bagian Bawah, kita namakan Negatif, berputar ke kiri, semakin ke pinggir massanya semakin tebal dan berat.

C. Bagian Tengah, kita namakan Netral, disinilah tempat awak pesawat serta perlengkapan dan mesin yang memutar Positif dan Negatif sekaligus dalam satu kendali.

Praktis pesawat pun akan terangkat dibantu dengan ledakan seperlunya untuk tenaga pembelok dan untuk penambahan kecepatan sewaktu berada di angkasa tanpa bobot.

Bagaimanapun nantinya wujud konstruksi pesawat itu, kita serahkan saja kepada para profesor dan kita yakin nantinya di masa depan akan terwujud sebagai pesawat kebal peluru dan tak memerlukan landasan tertentu karena dia dapat berdiri statis di angkasa dan yang lebih hebat lagi adalah bahwa pesawat itu tentunya water-proof alias anti-air yang kalau pada saat diperlukan dia dapat langsung masuk ke dalam lautan dan keluar lagi sesuai kehendaknya.

Kita boleh mengatakan bahwa kendaraan manusia kini sudah kolot, kuno atau usang karena sistem yang dipakainya sudah berlaku selama ribuan tahun, yang semuanya itu memakai prinsip menolak ke belakang untuk maju ke depan dan menolak ke bawah untuk naik ke atas. Setelah manusia sanggup memakai gaya centrifugal berbentuk “piring terbang” barulah manusia akan memulai kendaraan modern.

Jadi, masa terwujudnya “piring terbang” adalah batas antara ke-kuno-an dan kemodernan peradaban manusia. Batas ini disebut oleh Al-Quran dalam surat Az-Zukhruf ayat 13 diatas dengan bahasa kiasan, bahwa profesor yang mulai menggunakan “piring terbang” mengatakan; Waktu itu manusia baru memulai hidup dalam generasi lain yaitu generasi pesawat itu tidaklah segenerasi dengan modern.

Dalam peradaban modern dimana manusia umumnya memakai piring terbang sebagai kendaraan, akan banyak sekali perubahan dalam kehidupan baik di bidang jasmaniah maupun di bidang rohaniah. Di bidang jasmaniah akan berlaku perubahan dalam kehidupan seperti, orang-orang tak lagi membutuhkan jalan raya dan rel kereta api yang pembangunannya sangat banyak menghabiskan tenaga, tempat, benda dan waktu. Orang-orang akan memanfaatkan daerah itu untuk tempat tinggal atau untuk kebutuhan lainnya. Orang-orang akan memindahkan perhatiannya terhadap lautan sebagai sumber makanan karena lautan itu memang sangat luas yang mengandung berbagai bahan untuk keperluan hidup, dan daratan sebagian besar akan dijadikan orang untuk tempat bermukim. Orang-orang nantinya akan melakukan penerbangan antar planet secara lazim dimana planet Jupiter, Venus, Saturnus dan planet yang lebih besar lainnya akan menjadi sasaran dalam perekonomian dan politik.

Di bidang rohaniah akan berlaku perubahan dalam kehidupan seperti, orang-orang akan menyadari bahwa alam semesta ini memang diciptakan untuk kebutuhan hidup manusia oleh Allah Yang Maha Esa. Orang-orang akan menyadari bahwa manusia di planet Bumi dalam tata surya ini berasal dari satu diri, satu spesies, atau serumpun. Bukan dari hasil evolusi monyet, seperti teori Darwin yang dikalahkan logika. Orang-orang akan menyadari bahwa agama yang diturunkan oleh Allah SWT itu hanyalah agama Tauhid yang sama sebagaimana yang tercantum dalam surat Al-Imran ayat 83. Orang-orang akan menyadari bahwa agama Tauhid yang diturunkan Sang Khaliq itu mengandung hukum yang sesuai dengan kejadian dan naluri yang terdapat di alam semesta raya dan pada diri manusia sendiri, dan bahwa menolak agama itu berarti merugikan diri sendiri.

Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa Sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?
(Surat Al-Fushshilat ayat 53)

Maka apakah mereka mencari agama yang lain selain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di planet-planet dan di bumi ini, baik dengan suka maupun terpaksa dan Hanya kepada Allahlah mereka akan kembali.
(Surat Al-Imran ayat 83)

Sumber: http://misteridunia.wordpress.com/2008/10/04/al-quran-berbicara-tentang-ufo/

About these ads

21 Tanggapan to “Al-Quran Menjelaskan Tentang UFO”

  1. deffrensia Says:

    Wah…..cukup ilmiah artikel diatas…..

    bisa di buat refrensi pemikiran baru tentang kendaraan luar angkasa.. dan misterinya pula..

    moga para ilmuan juga menyadari hal ini dengan cepat dan tercipta dalam waktu dekat….
    heee thanx

  2. promono Says:

    maha suci ALLAH …..telah memberi akal kepada hambanya

  3. agungjunaidi Says:

    masa sih?
    well, dgn mental orang indonesia yg kyk gn, hal positiv apa yg bs kta lkukan ttg ini, bos?

  4. unikzone.com Says:

    Salam kenal, semoga sukses selalu.

  5. Rayanadia Says:

    Maha Suci Allah……….

  6. Seffin Says:

    Allah is Lord of the Universe!

  7. maimunah Says:

    Allah mewahyukan Al-quran kepada umat islam agar kita mengkaji dan memahaminya sebagai petunjuk kita tapi kebanyakan manusia tidak mengambil hikmah dan ibrahnya,serta Al- quran adalah referensi dari segala ilmu yang baik

  8. Res_4n85 Says:

    Lo memang prinsip piring terbang sdh d temukan, apa lg yg jd kendala buat para ahli ciptakan piring terbang??

  9. yudi Says:

    sungguh Maha Besar Allah dengan segala ke agunggannya,……Btw bahan materialnnya apaan yak?kali aja ane bisa rakit Amien

  10. situs Says:

    hmm…,ada yg aneh…,berarti piring terbang itu kayak helikopter dunk? bedanya yang ini baling2nya di bwah…ya kan?
    dari aku masih kecil aku berpikir…kenapa orang2 ini ga mikir ya?
    bukanya harusnya baling2 helikopter itu di bawah?soalnya kalo liat speed boat dan kipas angin kan balingny2 ngarah berlawanan dengan porosnya…,tapi pada helikopter malah searah…,

  11. Dedy Suardi Says:

    Saking luasnya jagat raya ciptaan Tuhan, tak masuk akal jika kita terburu-buru menentukan di mana letak tepian batasan langit. Guna menembus ruang yang demikian luas itu, tentu saja dibutuhkan semacam kendaran terbang berteknologi tinggi yang mampu bergerak dengan cepatnya; minimal antar planet jikapun tidak antar galaksi. Namun, buat apa dibikin wahana antariksa antar planet jika tidak ada “makhluk cerdas” yang mampu membikin dan mengendarai wahana canggih tersebut?
    Dan….alhamdulillah, ternyata Tuhan telah menebarkan semacam “daabbaah” di alam semesta raya ciptaan-Nya selain manusia di Bumi, dari mulai tahapan yang sederhana hingga makhluk-makhluk pinter yang berteknologi dan berbudaya, bahkan mungkin yang berkesenian!
    Mereka diciptakan di mana-mana agar alam semesta tak sia-sia diciptakan-Nya (Asy-Syura-29), mereka juga menyembah kepada Allah ‘azzawajalla, seraya yang bertaqwa tetap sujud dan tidak menyombongkan diri (An-Nahl-49), mereka berbicara dalam berbagai bahasa (Al-Anbia-4), mereka bukan bangsa jin atau malaikat, karena mereka punya bayangan yang berubah-berubah menurut posisi penerangan planet-planetnya (Ar-Raad-15), dan tatkala kiamat tiba, mereka semua ( sejagat raya) terkejut terperangah (An-Naml-87), dan banyak lagi ayat-ayat Al-Qur’anul Karim yang mendukung adanya “Sang pembikin piring-piring terbang” tersebut”, dan mereka tumbuh sesuai dengan habitatnya! Jadi keadaan planet Bumi tak usah dijadikan tolok ukur bagi kehidupan semesta! Tuhan Mahakreatif dan Mahakuasa!
    Lebih-lebih lagi, Qur’an menjelaskan bahwa, bumi (tempat tinggal makhluk hidup) itu banyak (Arh-Thalaq) semisal banyaknya benda-benda langit atau luasnya langit sendiri! Allahu Akbar!
    Dan kini, piring-piring terbang itu telah ditiru oleh manusia-manusia planet Bumi, termasuk Jerman dsb! Bahkan konon, jauh sebelumnya telah mampu dibuat oleh orang-orang kuno (India Kuno) dengan Istilah Vimanas.

    Terimakasih, ini sekedar tambahan kecil saja, Dedy Suardi.

  12. awan sundiawan Says:

    @all:terima kasih atas apresiasinya, semoga bermanfaat
    @kang Dedy Suardi: terima kasih atas pencerahannya, sangat bermakna dan bermanfaat.

  13. Catatan Jaga Baya Says:

    hehehehh mataf penjelasanya

  14. askut Says:

    Wah Ini Ilmu Harus di simpan untuk di pelajari,Trima kasih Pa semoga Alloh Swt Membalas atas Sodaqoh Bapa..

  15. adi Says:

    masuk akal jika di teliti dan dari firman yang telah di turun kan,tapi kok pembuktian ada nya mahluk ter sebut belom bisa di pastikan,smoga aja di temukan penelitian yang membukti kn memang mhluk trsebut nyata ada nya,aminn,terima kasih atas informasi nya,semoga beguna untuk masa yang akan datang..aminn….

  16. d1 Says:

    pembodohan msyarakat…di Al-Qur’an sdh djelaskan kalau tdk ada mkhluk hdup slain dbumi.jgn salah tafsir coy,,,,kendaraan yg dmaksud tu kapal (kapal di air).mikir kalian tu kjauhan…ati2 lho.bisa2 kalian masuk dlm jebakan kesyirikan yg tdk kalian ketahui.
    mhkhluk diantara langit dan bumi = kita dan seisi bumi
    ciptaan Allah yg ada dlangit = malaikat dan jin
    bayang2 ke kanan dan kekiri = karena matahari dr timur ke barat.
    kalau kalian mengakui ufo tu ada sama aj kalian meragukan Al-Quran itu sndiri…mohon pikir dgn baik2 (pake logika) jgn asal prcaya.
    wassalamualaikum wr. wb.

  17. dony Says:

    subhanalloh,..alloh maha pemilik alam semesta alam,..!tiada yg di ragukan lagi di dalam al quran,.

  18. sabariani Says:

    kita sebagai mahluk yang di ciptakan allah harus bersyukur kepadanya….
    jgn kita ingkar kepadanya,,,alhamdulillah…

  19. ankara9umrka Says:

    Banyak yang dirahasiakan dari kita orang-orang awam tentang keberadaan makhluk lain selain manusia di Bumi, projek UFO seperti ini udah sering kali dibahas pada awal rezim Hitler yang memiliki teknologi UFO sebelum USA dll. Kebenaran tentang apa yang ada di alam semesta telah tersirat di Al Qur’an yang suci, jadi marilah kita sering-sering membaca Al Qur’an dan bukan hanya sekedar membaca, tapi resapi makna-nya. Al Qur’an terjemahan sangat membantu untuk memperluas pengetahuan kita tentang masa lampau dan dan masa depan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.689 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: