Ketika saya sedang bersenda gurau dengan teman-teman dari dunia Teknologi Informasi saya merasa nyaman dalam menikmati pembicaraan. Beberapa hal yang saya nikmati antara lain:
1. Dalam pembicaraan diangkat topik dunia teknologi informasi saya menikmatinya dengan senang hati.
2. Dalam pembicaraan itu tidak terungkap istilah asing baik dalam bahasa Inggris atau dalam bahasa asing lainnya.
3. Semua istilah dunia teknologi informasi diserap ke dalam bahasa Indonesia sehingga pendegar akan mengerti apa yang sedang disampaikannya.
4. Menggunakan kalimat yang jelas, efektif dan mudah dimengerti.
5. Dll.

Berbeda ketika saya sedang mengikuti kegiatan resmi dengan pembicara para pejabat. Ada beberapa pejabat yang menyampaikan istilah asing dalam penyajian materinya. Sebagai contoh: “hand out”, “print out”, “hard copy” oleh teman saya menyampaikan dengan kata/istilah “cetakan”, “bentuk cetak”, “bentuk cetakan”, “buku”, “modul”.

Menurut saya, teman saya sepantasnya menggunakan istilah teknologi dalam bahasa asing, namun mereka berargumen, bahwa dunia teknologi informasi harus sampai ke semua lapisan masyarakat dan dapat dimengerti sehingga tidak “gagap teknologi”. Bukan tidak mau menggunakan istilah asing, tapi lebih penting menyampaika informasi yang tepat, efektif dan efesien. Dengan tidak menyebutkan kata-kata asing bukan berarti tidak ilmiah, tidak pandai, tapi untuk menjelaskan dengan mudah dimengerti oleh pendengar.

Saya akhirnya merenung, ternyata saya harus banyak belajar dari teman-teman untuk memperkaya kata serapan asing. Dan saya masing sering menggunakan istilah asing agar kelihatan “keren”, “ilmiah”, “berpendidikan tinggi”, dan disegani orang lain.

Ternyata teman-teman dari dunia teknologi informasi sudah menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Menggunakan dengan baik atinya digunakan sesuai dengan tempat, waktu, dan situasi. Menggunakan dengan benar sudah sesuai dengan ejaan Indonesia.


  1. Bumi-Langit

    yah emang harusnya gitu mungkin yah

    saya pernah ditegur sama seseorang gara2 pemakaian bahasa yang kurang dimengerti hehehe, maaf2

  2. milassalmi

    Iya Bang! Salut dengan teman sampeyan itu. Tapi lebih salut lagi kepada sampeyan Bang. Karena mau introspeksi (isltilah asing lagi) “mawas diri” Apalagi di desa seperti tempatku ini… = “delok jithoke dewe”

  3. atep t hadiwa

    Saya sependapat, bahwa benar kehalusan berpikir orang iptek dapat membentuk dirinya sebagai penutur bahasa yang baik, tidak hanya bertutur dalam bahasa Indonesia tetapi juga dalam bahasa lainnya (asing atau daerah). Maka saya pun berkeinginan untuk menguasai sedikit saja … iptek tersebut, sehingga menjadi seorang penutur bahasa Indonesia yang baik dan benar.

  4. IMW

    Mungkin teman-teman di TI merasakan sendiri bagaimana sulitnya mengajari orang “awam” menggunakan komputer, bila tidak mengerti bahasa Inggris. Jadi mau tidak mau harus menaikkan kemampuan berbahasa Indonesia agar bisa dimengerti orang awam.

    Seingat saya dulu sebelum ada milis tentang istilah, di rekan-rekan TI malah sudah ada milis baku-editor untuk mendiskusikan penyerapan istilah asing. Milis ini bahkan sebelum ada milis bahtera :-)

  5. dikrezz

    saya tunggu orang yang mau pakai istilah ‘tetikus’ sebagai pengganti ‘mouse’.

  6. namlea

    bagudmm,.s,.,.,.,IT bahsa tingkat tinggi

Leave a Comment