“Musim akan segera berganti, namun cintaku padamu tidak akan berganti. Rambutku sudah mulai memutih, sudah mulai berubah warna namun rasa rinduku padamu tidak akan luntur. Bentuk badanku mulai berubah bentuk namun rasa kangenku padamu semakin menyala”. Lelaki itu terus merenung dan terus mengharapkan bertemu dengan lelaki pujaannya.

“Sudah lama kita tidak bertemu, sudah lama aku menentikan dirimu hadir meskipun hanya sejenak.” Lelaki tua terus berharap.

Angin kemarau sudah mulai tidak datang, udara panas pun sudah mulai meninggalkan lelaki tua itu. Namun lelaki tua itu tetap setia menunggu wanita pujaanya di taman bunga yang indah dan di bawah pohon yang masih rindang.

“Duhai wanita pujaanku ke mana saja sekarang ini? Semoga kau bahagia dan ada dalam lindungan-Nya.” Lelaki tua terus menyebut wanita pujaannya.


Leave a Comment