Rasanya senang dan bahagia sekali jika anak didik saya ada yang berprestasi atau berhasil, dan alangkah lebih bahagia lagi ketika mereka sudah lulus dan tidak melupakan saya. Seperti halnya salah satu mantan siswaku yang agak “agresif” dalam pembelajaran ketika itu, sekarang sudah jadi karyawan salah satu Bank Pemerintah.

Ketika ada acara dia menyapa dan memberi senyuman dan menyapa, ‘Siang Pak,…’ sapaan itu yang terasa bahagia dihati saya, lama-lama minta difoto berdua… asyik juga…

Berbeda dengan siswaku yang masih aktif, mereka jarangan menyapa, karena sering bertemu di sekolah. Tapi ketika ada acara dan saya bawa peralatan dokumentasi baru mereka pada mau difoto, ya terpaksa saya mejeng bersama mereka.

Mejeng bersama kedua Mayoret Marching Band

Akhirnya saya merenung: Apakah saya masih ingat-ingat pada guru-guru saya mulai dari TK, SD, SMP, SMA yang telah membimbing saya sampai seperti ini? Ah… ternyata saya masih sombong dan bahkan melupakan guru-guru itu, karena saya bisa begini hasil jerih payah sendiri. Maafkan saya atas segala kesalahan, kesombongan pada guru-guru saya yang begitu iklas, tulus dan soleh dalam mendidik saya.

[Ah.. jadi semakin malu dan merasa bersalah pada guru-guru saya itu...]

Bagaimana dengan para pembaca yang budiman?


  1. Sandy Guswan

    Saya juga malu karena melupakan jasa guru2 yang telah mengajar dan mendidik. Doaku moga amalan beliau2 dberi ganjaran yang layak Amien

  2. awan sundiawan

    Mulai sekarang kita doakan guru-guru kita agar diberkahi oleh Allah swt. Amin

Leave a Comment