Aku Menunggumu

Udara terasa panas, angin bertiup kencang, angin menghembuskan udara kering, apakah ini pertanda musim kemarau (panjang) telah tiba? Lelaki itu tetap duduk di bawah pohon yang rindang sambil menatap bunga yang hampir layu karena jarang disiram.

“Aku akan tetap menunggumu, di sini”, laki-laki itu mencoba menangkan diri.
“Hai, lelaki separuh baya, apakah kau tidak bosan menunggungunya?” angin bertanya kepadanya
“Ah, tidak bosan menunggu wanita itu, karena wanita pernah berjanji akan datang padaku”, celoteh lelaki itu.
“Kapan dia akan datang?” sang mentari bertanya.
“Dia akan datang tepat pada waktunya, dia akan datang sesuai janjinya, dia pasti datang”, lelaki itu kembali menjelaskannya.

Mentari sudah mulai condong ke barat, tetapi wanita yang ditunggunya belum juga datang, lelaki itu tetap sabar menunggunya.

“Aku tetap menunggumu”


  1. kucingkeren

    duhh setianya lelaki paruh baya itu..kalau masih muda masih setia kayak gitu gak?? hehe

  2. awan sundiawan

    @kucingkeren: dia setianya mulai dari muda…. dibawa sampai paruh baya…. :D

  3. maipura

    sabar saja…..
    dia pasti datang….

    :)

  4. Nenen Gunadi

    Hey …
    Kang Awan, aku minta tulisannya atuh, mau dipasang di web page aku :)
    Biar tambah rame web sitenya he..he..he..

    http://www.nenensnest.com

  5. awan sundiawan

    @maipura: sabar bukan berati diam…. :D sabar berarti berusaha
    @Teh Nenen: mangga, ambil saja…. salam dari Kuningan buat ynag di Kanada :D

  6. wi3nd

    selamat menunggu yaa..:)
    *kasih lagu peterpan yang “menunggu” dan ungu’masih disini” biar pas:mrgreen”*

  7. aida

    akupun bisa tunggu walau separuh umur…. ‘Right Here Waiting’ nyanyian Richard Mark

  8. awan sundiawan

    @wi3nd, @aida: menunggu dan menunggu yang ditunggunya belum juga datang… cape deh… :D

  9. aida

    awan sundiawan…. walau yang datang hanya kenangan saja….itu tanda setia kerana tidak bisa melupakan….

  10. awan sundiawan

    @aida: ya itulah kesetiianku [hohoho...] :D

Leave a Comment