Udara terasa panas, angin bertiup kencang, angin menghembuskan udara kering, apakah ini pertanda musim kemarau (panjang) telah tiba? Lelaki itu tetap duduk di bawah pohon yang rindang sambil menatap bunga yang hampir layu karena jarang disiram.
“Aku akan tetap menunggumu, di sini”, laki-laki itu mencoba menangkan diri.
“Hai, lelaki separuh baya, apakah kau tidak bosan menunggungunya?” angin bertanya kepadanya
“Ah, tidak bosan menunggu wanita itu, karena wanita pernah berjanji akan datang padaku”, celoteh lelaki itu.
“Kapan dia akan datang?” sang mentari bertanya.
“Dia akan datang tepat pada waktunya, dia akan datang sesuai janjinya, dia pasti datang”, lelaki itu kembali menjelaskannya.
Mentari sudah mulai condong ke barat, tetapi wanita yang ditunggunya belum juga datang, lelaki itu tetap sabar menunggunya.
“Aku tetap menunggumu”

























Juli 14, 2008 at 1:44 pm
duhh setianya lelaki paruh baya itu..kalau masih muda masih setia kayak gitu gak?? hehe
Juli 14, 2008 at 1:49 pm
@kucingkeren: dia setianya mulai dari muda…. dibawa sampai paruh baya….
Juli 15, 2008 at 5:51 am
sabar saja…..
dia pasti datang….
Juli 15, 2008 at 6:05 am
Hey …
Kang Awan, aku minta tulisannya atuh, mau dipasang di web page aku
Biar tambah rame web sitenya he..he..he..
http://www.nenensnest.com
Juli 15, 2008 at 7:12 am
@maipura: sabar bukan berati diam….
sabar berarti berusaha
@Teh Nenen: mangga, ambil saja…. salam dari Kuningan buat ynag di Kanada
Juli 16, 2008 at 12:10 pm
selamat menunggu yaa..:)
*kasih lagu peterpan yang “menunggu” dan ungu’masih disini” biar pas:mrgreen”*
Agustus 3, 2008 at 12:47 am
akupun bisa tunggu walau separuh umur…. ‘Right Here Waiting’ nyanyian Richard Mark
Agustus 3, 2008 at 7:19 am
@wi3nd, @aida: menunggu dan menunggu yang ditunggunya belum juga datang… cape deh…
Agustus 3, 2008 at 8:56 am
awan sundiawan…. walau yang datang hanya kenangan saja….itu tanda setia kerana tidak bisa melupakan….
Agustus 3, 2008 at 11:24 am
@aida: ya itulah kesetiianku [hohoho...]