Setelah “berlayar” mengelilingi Danau Situ Lengkong Panjalu Ciamis, kami mencoba masuk ke Nusa yanga da ti tengah-tengah danau ini. Di tengah danau ini terdapat sebuah gerbang yang dihiasi dengan gapura berhiaskan patung sepasang ular naga, dan sepasang harimau. Kami mencoba masuk gapura ini dan langsung menaiki tangga. Tangga ini menuju pemakaman “sang penguasa” wilayah Panjalu jaman dulu (yang banyak dijiarahi pada bulan-bulan tertentu).


Teman kami (Pa Ugin bersama putranya) “mejeng” di depan gerbang


Kami mencoba menaiki tangga yang cukup panjang…. lumayan olah raga


Di daerah pemakaman ini kami melihat kalong lebih dekat yang bergelantung


Inilah “pohon” kalong, konon katanya darah dan daging kalong ini bisa dijadikan obat. Pada hari itu juga kami memesan kalong hidup untuk dibawa pulang (pesanan teman kami untuk dijadikan obat)


  1. ARIF

    bos view yang menarik dan cerita yang mengesan kan…
    saya juga berasal dari panjalu jadi sekarang merasa terhibur dengan adanya photo dan kabarnya ini…
    soalnya lagi kampoang nan jauh di mato uy…
    kapan rencana ke panjalu lagi atuh…
    ayo kita majukan kampung panjalu
    hehehehe

  2. egi

    semoga dengan adanya cerita ini yang menarik dapat membawa wisatawan yang banyak, dan panjalu mnejadi desa yang maju

    ayo ke panjalu….

  3. terus menulis, majukan pariwisata daerah kita. Punya cerita lain di situ lengkong, saya tunggu, kebetulan saya sedang melakukan riset di sini, Thanks any way

  4. @Arif: trims atas kunjungan dan apreasiasinya
    @egi: trim atas ajakannya
    @Titing kartika: wow keren, sedang meneliti apa? selamat meneliti semoga sukses

  5. saya sedang meneliti tentang ampak pariwisata panjalu terhadap masyarakat panjalu setempat.kiranya punya data atau cerita lain yang berkenaan dengan tema itu silahkan dikirim ke email saya. Riset saya untuk menyelesaikan S2 saya disni, Universiti Utara Malaysia. Silakan kunjungi blog saya juga di http://www.titingkartika.blogspot.com
    Hatur nuhun sharingnya….diantaos




Leave a Comment