Langit cerah, mentaripun begitu ganasnya menusuk dengan sinar ultra violetna pada kulit lelaki itu. Dia masih tetap duduk diam menunggu wanita itu datang kembali. Menurut berita dari angin, hari ini wanita itu akan datang kembali ke tempat ini.

Menatri pun mulai condong ke barat, bayangan lelaki itu pun mulai menjauh, angin pun mulai beganti dengan angin yang lebih menusuk lagi.

Lelaki itu menatap langit biru, merasakan hembusan angin yang meniup sepoi-sepoi, menikmati rindangnya pohon yang berdaun lebat.

“Dirimu di mana? Hati ini terpaut pada mu. Senyumanmu mebawa embun pagi yang menyegarkan, tatapan matamu membawa sinar mentari yang menghangatkan jiwaku, ah…. bisikannmu yang romantis membawa jiwa ini penuh semangat untuk hidup”

Lelaki berguman sendiri.

Ternyata mentari sudah mulai lelah untuk menamani lelaki itu, dan lelaki itu dengan sabarnya menunggu wanita pujaannya datang.


  1. saia

    halw lelaki..
    menunggu terus ya..apa g bosen tuh?

  2. @saia: menunggumu tidak akan bosen :D

  3. mentari tak pernah lelah menemani siapapun,dg sinarnya ia akan selalu menerangi duniaa..hihi..

    bukankah menunggu adalah pekerjaan yang paling membosankan sedunia bang??
    [bang awan neeh sabarrr bangeed yakh...]

  4. @wi3nd: kalau menunggu si dia justru lebih asyik… karena selama menunggu pasti melakukan hal2 yang baik buatnya… jadi tidak membosankan :D ya gak…?

  5. engga’aku nda suka menunggu,meski itu menunggu lelaki harum hutan,jadi harus on time heheh…[kecuali alasanna bisa diterima dg logika]

  6. @wi3nd: coba mendingan mana: ditunggu atau menunggu? :D

  7. ditunggu…,lalu apa..??

  8. kalau ditunggu merasa tidak nyaman dan merasa tergesa….. :D bener gak ya…?

  9. justru karna ada yang menunggu kita harus well preparing bang,kasian yang menunggu..:)

  10. @wi3nd: wah… pengerttian banget……. kalau begitu memang suka ditunggu, tapi jangan menyiksa yang menunggu ya… :D




Leave a Comment