Hari sudah malam
Sekarang masuk daerah malam hari
Malam sudah larut
Bulan dan bintang pun sudah mulai tidak menampakkan diri
Lampu hias pun sudah mulai padam
Malam sudah mulai gelap
Tapi hati lelaki itu masih terang
Karena api semangatnya masih menyala
Malam sudah mebawa angin yang dingin menggigit
Tapi lelaki itu masih punya kehangatan bersama api asmaranya
“Sudahlah jangan kau paksakan untuk menunggunya”, bisik angin malam
Tetapi lelaki itu tidak memperdulikannya
Malah asyik menunggu embun pagi dan fajar
yang akan memberikan kabar yang sedang ditunggunya
Apakah itu tanda kesetiaan? atau keterlaluan?















Juni 12, 2008 pukul 1:30 pm
karna kamu?
karna saya?
whahaha…
mas yang satu ini puitis banget
Juni 12, 2008 pukul 1:37 pm
@nengthree: ya sedang menunggu seseorang yang sudah lama ditunggu, hehehehe
Juni 13, 2008 pukul 2:03 pm
Ini sudah keterlaluan Bang. Masak ia tidak peduli dengan kesehatannya! Bunuh diri namanya!
Juni 13, 2008 pukul 2:08 pm
Bunuh diri Bang! itu namanya. Masak ia tidak peduli dengan jiwanya, kesehatannya. Itu keterlaluan!
Juni 13, 2008 pukul 3:47 pm
@milassalami: jadi kesetiaan itu keterlaluan ya….