“Siang…., kamu masih menunggunya”, sang mentari menyapa lelaki itu sambil menghangatkan suasa. Tak lama kemudia wanita yang ditunggu lelaki itu datang juga kemudian menghampiri lelaki itu yang sudah lama menunggunya. Wanita itu bertanya dalam hatinya, “Kau menungguku cukup lama, tidak bosan kah?”, “Mengapa kau tidak mencariku, tidak berupaya mengejarku, tidak mencoba menanyakanku?”

Karena kedua insan itu tidak mengeluarkan kata-kata, maka tidak terjadi komunikasi. Pada hal dalam hati masing-masing saling merindukan. Mengapa tidak saling menyapa?

Wanita itu setelah menghampiri lelaki yang sudah menunggunga pergi lagi menjauh, lelaki itu tetap terdiam dan akan menunggunya di tempat ini sampai akhir hayatna.



  1. ria

    mmmmmm… nice words really, i love poem!
    salam kenal :D

  2. @ria: trims atas kunjungannya, salam kenal

  3. puisi lagi…
    puisi lagi…
    ko saya ga bisa ya bikin satu puisi aja
    :lol:

  4. @nengthree: sebetulnya itu bukan puisi tapi sebuah cerita rekaan yang pendek. hehehe :D

  5. speechless…….

  6. @dhie: jangan ikut2an terdiam seperti kedua tokoh di atas deh….. nanti gak ada komunikasi :D

  7. nama blog terlalu panjang, ganti dengan nama kita.co.cc
    di
    http://cari-kebenaran.blogspot.com/2008/05/domain-gratis.html

  8. nama blog terlalu panjang, ganti dengan nama kita.co.cc
    di
    http://cari-kebenaran.blogspot. com/2008/05/domain-gratis.html

  9. menunggu hingga mati yak ??

  10. Begitu pentingnya komunikasi ya Pak. Salam kenal.

  11. @junior: ya trims atas sarannya
    @Okta Sihontang: yang menunggu sampai datang kembali :D
    @Eafki RS: betul sekali, komunikasi yang interaktif sangat penting, kalau tidak ada komunikasi pasti tidak nyambung-nyambung :D
    Trims atas kunjungannya

  12. Siapa sih sebenarnya lelaki itu? Dan siapa sebenarnya yang sedang dia tunggu? Benar-benar misterius…..

  13. Jadi teringat tulisan-tulisan Seno Gumira Ajidarma…

  14. @pop_ice: wah… ada ditektif nih… mau tahu… pokoknya ada deh….
    @Daniel Mahendra: trims atas kunjungannya
    @achoey sang khilaf: ah mau tahu saja…..

  15. milassalmi

    Mereka diam! 30 menit tanpa suara, Wow…ya sunyi!
    Tiada kata! Tanpa kalimat tuk mengawali…
    pergi lagi…dan menunggu lagi…
    Selama hayat di kandung badan, ia tetap menunggu!
    Diakhir hayat ia jadi hantu!

  16. saia

    dalam diam itu ada yang bisa dimaknai…

  17. pada saatnya, semua kata-kata akan hilang dan tak ada yang dapat diungkapkan. gelora hati kerap menjadi rahasia sendiri. mendahului ne aq dah taut ke blogku. thankz.

  18. Saya tidak pernah lelah menunggu abang … halah :)

  19. @saia: diam bukan berarti membisu seribu bahasa, tetapi diam hanya di mulut saja, hati tetap berbicara, dan bericara, juga berkomunikasi dengannya. :D
    @milassalmi:ya menunggu dan menunggu, dihati lelaki itu punya kepastian, bahwa dirinya pasti akan bertemu dengan wanita yang ditunguinya
    @jiwakelana: ya itulah rahasia hati yang punya makna tersendiri, dan susah untuk melupkannya apa yang penah terjadi, apalagi keinginan hati
    @Rindu: wow…. memang menunggu seseorang yang diinginkan tidak akan pernah lelah, tapi akan membuat sebuah keindahan tersendiri :d

  20. wah kesian nunggu sendirian… nunggu itu paling enak ditemani musik n buku… :lol: halah! jadi ga jadi cool story dunk yah…

    *dijitak*

  21. @carra: yang lebih enak itu di temanaki kekasih…. tidak akan terasa lamanya menunggu :D

  22. teganya.. teganya perempuan itu…hohoho

  23. mampir first time nih….
    salam kenal

  24. @nana: oh tega ya…? mudah2an perempuan itu tidak tega lagi :D
    @antown: salam kenal kembali, trims tas kunjungannya

  25. @aminhers: memang tragis…. :D

  26. Assalamu’alaikum. Salam kenal, Pak Awan. Saya baru saja membuat sebuah blog sindikasi yang menggabungkan dan menampilkan catatan-catatan yang dibuat oleh Blogger Kuningan. Mohon izin memasukkan blognya dalam sindikasi di Blogger Kuningan :)

  27. @blogger Kuningan: mangga….

  28. yaaaa..
    datang juga….

  29. @toni: trims atas kedatangannya :D

  30. kaya judul acara di salah satu tv swasta ya? tapi bedanya yg di tv acara komedi :)

  31. @zakiyah: judul boleh sama, tapi isi bisa berbeda, trims atas kunjungannya :D

  32. ISPI Banyumas

    Salam…
    Pak guru yang ganteng dan rajin menulis.

  33. @ISPI: trims atas kunjungannya :D




Leave a Comment