Teh Hijau Penghancur Lemak Alami

“Minum air jeruk saja biar lemaknya hancur,” mungkin Anda sering mendengar saran tersebut untuk mengurangi rasa berdosa setelah menyantap makanan enak, tapi penuh lemak. Padahal, penghancur lemak alami yang paling baik adalah teh hijau.

Menurut drPhaidon Toruan, dalam bukunya Fat-Loss Not Weight-Loss, ada dua keuntungan mengonsumsi teh hijau, yakni sebagai fat burner yang optimal dan kaya akan antioksidan.
Teh hijau akan membantu meningkatkan pembakaran lemak dalam arti membantu meningkatkan metabolisme trigliserida (misalnya lemak yang tebal di bawah kulit) untuk diubah menjadi asam lemak. “Tapi ingat, lemak di bawah kulit hanya bisa dibakar bila bentuknya sudah diubah menjadi asam lemak. Proses pembakarannya adalah dengan olahraga,” kata Phaidon.

Agar fungsi teh hijau sebagai fat burner lebih optimal, Phaidon menyarankan agar teh hijau diminum sebelum latihan. Kapasitas antioksidan teh hijau sangatlah kuat sehingga bisa memberi efek proteksi terhadap dinding sel otot. Selain itu, lanjut Phaidon, jika diminum sebelum menyantap makanan, teh hijau akan membantu menahan asupan lemak.

Bagi Anda yang ingin praktis kini telah banyak tersedia ekstrak teh hijau yang sudah diolah secara modern dalam bentuk kapsul sehingga bisa dibawa ke mana pun dan mempermudah Anda mempersiapkan diri bila ingin berolahraga dan menggunakan ekstrak teh hijau.

Sumber: kompas.com

Mudah-mudahan informasi di atas bermanfaat

Ditulis dalam Artikel, Berita, Umum. 31 Komentar »

Putri Indonesia Tolak Berbikini di Miss Universe

Jakarta Pagelaran tahunan Miss Universe kembali digelar. Dalam acara yang akan bertempat di Vietnam mulai 17 Juni mendatang, Putri Raemawasti tolak berbikini.

Putri yang terpilih sebagai Puteri Indonesia 2007 itu akan dikirim sebagai wakil. Hingga 14 Juli, Putri akan berada di Hocimin City, Vietnam untuk mengikuti sejumlah acara Miss Universe hingga final. Putri mengikuti jejak pendahulunya Agni Pratista yang tak berbikini.

Dari tahun ke tahun, dikirimnya perwakilan Indonesia ke ajang tersebut selalu menuai banyak tanggapan. Tak sedikit di antaranya adalah tanggapan negatif, terutama soal pose para finalis yang diwajibkan memakai pakaian renang. Nadine Chandrawinata sempat berbikini di ajang tersebut. Bagaimana persiapan Putri?

“Yang pastinya aku akan pakai baju renang one piece,” ujar Putri ditemui di Tamansari Royal Heritage Spa, Jl. Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Senin (9/6/2008).

Kans Indonesia untuk menjadi jawara di ajang tersebut tak berpatokan pada seksi atau tidaknya pakaian yang dikenakan. Putri yang mengaku tak takut dibilang seksi bertutur bahwa pakaian sebaiknya tidak menjadi batasan untuk berkarya.

“Ya aku sih nggak masalah. Saya lihat katalog miss universe, mereka seksi-seksi cuma bukan berarti negatif. Kalau kita mau menang ya jangan membatasi diri. Lagian aku nggak khawatir aku bisa menjelaskan,” jelas Putri.

(yla/yla)

Sumber : detikhot.com

Ditulis dalam Umum. 4 Komentar »

Nasi Sudah Jadi Bubur: Bantuan Revitalisasi MGMP Digagalkan DPR

Pada hari Rabu (4/06/2008) saya diudang oleh LPMP melaui Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan untuk “eM o yU” pencairan dana Revitalisasi MGMP dari LPMP. Kebetulan MGMP yang saya kelola dapat prioritas dari LPMP untuk menerima dana Blok Gren tersebut. Untuk menunjang kelancaran tersebut kami selaku pengurus MGMP mengurus semua persyaratan yang lumayan mengeluarkan dana cukup besar.

Ketika pukul 10.00, perwakilan dari LPMP menjelaskan bahwa dana blok gren tersebut dibatalkan dengan alasan DPR tidak menyetujuinya (DPR tidak percaya kepada pengelolaan dana tersebut, lalau kalau kebagian jatah, akan percaya?). Alasan tersebut karena berdasarkan laporan tahun lalu hanya 75% yang membuat laporan penggunaanya, dari 75% ada beberapa laporan fiktif (MGMP fiktif).

Setelah mendengar pembatalan, kami dari pengurus beberapa MGMP yang akan memerina bantuan tersebut kecewa. Seandainya ada pembatalan maka segera edarkan pembatalannya, sehingga kami tidak usah susah-susah mengurus itu ini yang mengeluarkan tenaga, pikiran, biaya. Akhirnya kami kecewa, bukan karena tidak akan menerima bantuan, tapi pembatalan secara sepihak.

Memang bantuan ini langsung dari pusat ke MGMP (ke rekening MGMP 100%) sebesar Rp 15.000.000. Jadi dana tersebut 100% sampai kepada yang berhak tidak ada pemotongan di tengah jalan, dan tidak ada pengembalian kepada yang memberi.

Lalu mengapa DPR menolaknya? (Apakah penolakan ini berlaku untuk LPMP Jabar? atau berlaku untuk semua LMP se-Indonesia? Ada yang tahu?)

Padahal uang itu untuk peningkatan mutu guru (pendidikan) yang terkumpul dalam MGMP. Apakah karena bantuan itu langsung? Sehingga beberapa pihak tertentu tidak terbagi?

Saya jadi ingat perkataan teman saya, “Jangan dulu memikirkan dana pendidikan yang 20%, yang 10%-12% jika sampai pada yang berhak pendidikan akan maju”.

Itulah yang menimpa MGMP, KKG, MKKS di Kabupaten Kuningan. Yang sudah bersusah payah memenuhi semua persyaratan untuk menerima dana bantuan blok grant akhirnya dibatalkan.

Lalu, bagaimanakah sikap LPMP Jabar?

“Tenang saja, untuk kabupaten Kuningan sudah mendapat bantuan dana dari Bank Dunia sebesar 1 milyar lebih, namanya Better Education through Reformed management and Universal Teacher Upgrading (BERMUTU). Sekarang MGMP, KKG, MKKS yang sudah lolos prioritas dari LPMP mudah-mudahan mendapatkan bantuan dari dana Bermutu. Bermutu ini diprioritaskan untuk dikdas.”

Ya sudah lah kami terima saja, “Nasi sudah jadi bubur, ya makan buburnya, ingin nasi, yang nanak lagi deh nasinya”.

Paling Suka Mengomentari dengan Lisan

Saya termasuk orang yang malas memberikan komentar dalam bentuk tulisan (baik itu mengontari bacaan atau perkataan orang lain), tapi saya lebh suka mengomentari dengan lisan. Kata orang Sunda “Dasar biwir teu diweku” (Memang lidah tidak bertulang:versi bahasa Indonesia)

Menulis adalah salah satu ketrampilan berbahasa paling atas posisinya, jadi saya pun sangat malas untuk menulis sesuatu.

Ah…

Menulis kok jadi sulit buat saya

Malasnya bukan main untuk menulis

Paling Jago Mengibiri

Ketika saya duduk diwarung kopi terbuka di pinggir jalan, saya sempat berbicara yang “omong kosong” dengan seorang teman.

“Kang sekarang proyeknya apa?”

“Ah biasa saja, mecairkan uang trus dikembalikan kepada yang memberikannya”

“Kok bisa begitu”

‘Kalau tidak begitu, KPK akan mendekat..”

“Dari siapa dan kepada siapa uang itu dikembalikan?”

“Ya… dari ….. dan kepada dia lagi uang itu dikembalikan”

“Berapa yang dikembalikan”

“40-60% saya kembalikan lagi, yang digunakan paling-paling 60-50%, jadi kalau saya menerima 1 juta, saya harus mengembalikan 500 ribu, dari sisa yang 500 ribu yang digunakan murni paling 300 ribu, yang 200 ribu yang tahu lah…., dibagi-bagi, nah sekarang saya pusing harus membuat SPJ yang 1 juta…. Coba pikirkan apabila dana pendidikan yang 10%-12% itu sampai pada yang berhak pendidikan kita akan lebih maju. Jangan dulu memikirkan yang 20%, yang 10%-12% saja sampainya 100% pendidikan kita tidak akan begini”

“Memang akang akang tahu tentang dana pendidikan yang 10%-12%?”

“Ya tahu sih gak tapi sedikit tahulah, dari anggaran yang 12% dari pusat, paling sampai kepada yang berhak 6%, dari yang 6% ya dipotong itu-ini sisanya paling-paling 4% berharti sudah hilang 8%.”

Itulah percakapan dengan teman saya yang sedang pusing membuat LPJ. Say merenung jadi ingat dulu ada BOS BUKU, apakah di tempat saya dana BOS Buku itu 100% disalurkan kepada yang berhak. Jika dana BOS Buku itu 30 milyar kemudian dikembalikan kepada orang yang memberinya 15 miliyar berarti tinggal 15 milyar lagi, dari 15 milyar paling-paling 10 milyar yang sampai kepada yang berhak, berarti hanya 30% yang dana BOS Buku benar-benar terwujud. Seandainya 30 milyiar jadi kenaytaan untuk bantuan BOS Buku, pasti tidak akan ada pembelian buku pelajaran yang biaya dari orang tua (terutama urang tua yang belum mampu).

Seandainya dana pendidikan yang 10%-12% itu benar-benar penyalurannya sampai kepada yang berhak, pendidikan kita pasti akan lebih maju dari hari ini. Seandainya Kepala Dinas Pendidikan di Kabupaten/Kota bisa menyalurkan uang 100% kepada yang berhak (mengelola dengan baik dan benar, emang semua Kadisdik begini? gak kan? Lalu siapa yang mengelola dana pendidikan di kabupaten /kota?), bisa jadi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota bisa mencalonkan jadi Bupati/Wali Kota atas dukungan masyarakat, terutama masyarakat pendidikan.

Pikiranku berkata, “Siapa yang salah dalam hal ini?” [Halah… saya jadi ikutan mencari kambing hitam, eh... terpikir juga ternyata diantara kita ada yang paling jago mengibiri]

Ditulis dalam Artikel. Leave a Comment »

Cape Deh…

Cape fisik bisa beristirahat atau memasukan minuman atau makanan ke dalam tubuh pasti segar kembali, tapi kalau cape hati, cape pikiran, cape perasaan? Cape sekali…. cape deh…

Apalagi ada mendengar, membaca gejolak di negeri kita (memang terjadi diseluruh kawasan Indonesia, ini hanya sinekdok parts pro toto). Coba baca berita tentang:

Ditulis dalam Umum. Tag: . 5 Komentar »