Mudahnya Membuat Cerpen

Daripada kita menceritakan orang lain yang bukan-bukan (gosip murahan) mendingan menulis cerita rekaan berupa cerita pendek.

Anda mungkin sering mendapatkan pengalaman, atau sering pula menyaksikan sesuatu. Pengalaman-pengalaman tersebut tetu beragam-sedih, gembira, marah, lucu, memilukan, menakutkan, mengharukan, mengerikan, dll. Bagi orang yang berpotensi menulis tentu hal-hal tersebut akan mudah saja tentunya dalam tulisan.

Bagi penulis pemula kejadian-kejadian baik yang menimpa dirinya maupun kejadian yang disaksikan dapat dijadikan ide untuk sebuah karangan. Dan bagi mereka yang sudah terbiasa menulis, hal-hal tersebut merupakan ilham yang sangat berharga, karena mereka pun adalah pemburu ilham.

Untuk menulils sebuah cerpen, ilham itu dikupas sedemikian rupa dan memadukannya dengan imajinasi, serta menuangkannya dalam bentuk tulis. Adapun langkah-langkahnya adalah:

· Menemukan ide dalam sebuah tema;

· Menyusun alur cerita sebagai kerangka karangan;

· Mengumpulkan kosa kata dan gaya bahasa;

· Mengembangkan alur cerita menjadi karangan utuh.

Di samping itu penulis tentu merancang unsur-unsur cerita sesuai dengan komponen-komponen sastra yang lazim terdapat dalam karya sastra prosa jenis fiksi, yaitu:

· Tema; berisi tentang tema apa yang akan mendarahi cerita

· Plot/alur; bagaimana susunan peristiwanya?

· Penokohan; berapa tokoh yang masuk dalam cerita, siapa tokoh utamanya?

· Latar; kapan, dimana, bagaimana peristiwa itu terjadi?

· Konflik; apa yang menjadi konflik permasalahan?

· Pesan/amanat; apakah amanat yang disampaikan kepada pembaca?

Apabila Anda sudah memahami semua itu, maka akan dengan mudah karya Anda terwujud.

Agar lebih mudah bagi Anda untuk memahami penulisan cerita pendek, ada baiknya Anda membaca serta mencermati contoh sebuah cerpen dari karya penulis yang termasuk pemula.

 

Perhatikan contoh berikut !

 
Makam Seorang Pejuang

Oleh : H. Didin D. Basoeni

PERINGATAN Hari Kemerdekaan 17 Agustus, baru saja usai. Gapura yang dihiasi bendera dan umbul-umbul merah putih, di setiap RT, RW, di halaman kantor desa, kecamatan dengan biaya gotong royong, sudah bersih kembali seperti keadaan semula. Bunga-bunga yang ditaburkan di Taman Makam Pahlawan sudah banyak yang mengering. Bahkan hilang lenyap tersapu angin. Tapi di sebuah permakaman umum di Desa Cimariuk, Bandung Selatan, ada sebuah makam yang masih dihiasi bendera merah putih dan bekas tabur bunga melati yang masih segar.

Warga Desa Cimariuk umumnya sudah tahu, yang menabur bunga di makam Suyud adalah seorang wanita bernama Nuresna dan anak laki-lakinya yang bernama Dirman. Setiap tanggal 17 Agustus, Nuresna dan Dirman yang sekarang sudah tinggal di Kota Bandung, biasa menabur bunga dan menancapkan bendera merah putih di makam Suyud. Di mata Nuresna dan Dirman, Suyud adalah seorang pejuang kemerdekaan yang rela mengorbankan harta, keluarga, dan, bahkan, nyawanya.

**

SAAT merebut dan mempertahankan kemerdekaan, para pejuang di Desa Cimariuk Kec. Ciparay Kab. Bandung, dengan senjata seadanya, dengan caranya masing-masing, berjuang melawan tentara penjajah Belanda. Tak sedikit pula yang ikut berjuang bersama organisasi ketentaraan resmi. Di antaranya pemuda bernama Suyud. Suyud waktu itu baru sekitar tiga bulan mempersunting mojang Desa Cimariuk bernama Nuresna.

Suatu malam terjadi pertempuran antara para pejuang dengan tentara Belanda di Kota Dayeuhkolot. Pertempuran itu, menurut sejarah, terbilang cukup seru. Gudang mesiu tentara Belanda di Dayeuhkolot berhasil dimusnahkan oleh orang yang bernama Moh. Toha dan Moh. Ramdan. Keberanian dan keuletan para pejuang Bandung Selatan di dalam membela kemerdekaan itu sempat diabadikan oleh komponis terkenal Indonesia bernama Ismail Marzuki. Terinsipirasi peristiwa itu, Ismail Marzuki menciptakan sebuah lagu “Bandung Selatan di Waktu Malam”. Lagu yang terus menggema sampai sekarang.

Pertempuran besar di Dayeuhkolot itu menimbulkan banyak korban, baik di pihak tentara Belanda, maupun di antara para pejuang kemerdekaan. Suyud, suami Nuresna yang sedang hamil dua bulan, dikabarkan tewas dalam pertempuran itu. Namun kematian Suyud waktu itu, masih diragukan, karena mayatnya tidak ditemukan. Beberapa pejuang yang selamat menyatakan, ketika pertempuran berlangsung, ada seorang remaja yang mati dan luka berat dan sulit diketahui wajahnya. Karena situasi dan kondisinya, mayat laki-laki remaja itu langsung dimakamkan di pemakaman umum Desa Cimariuk. Usai pertempuran, barulah diketahui ada seorang pejuang yang “hilang” yang bernama Suyud. Cerita pun disambungkan. Dengan segera orang berkesimpulan, mayat laki-laki remaja yang dimakamkan di pemakaman umum Desa Cimariuk itu adalah Suyud.

Berita menghilangnya Suyud, akhirnya sampai juga ke telinga Nuresna. Setelah mendengar keterangan ini-itu, Nuresna dan keluarganya akhirnya sepakat juga bahwa Suyud telah meninggal sebagai seorang pejuang. Mereka yakin, makam yang ada di Desa Cimariuk itu adalah mayat Suyud.

**

SEPERTI biasa, setiap pagi sekitar pukul 10.00 WIB, setiap tanggal 17 Agustus, sebuah pemakaman umum di Desa Cimariuk diziarahi oleh seorang wanita bersama seorang anak laki-laki. Wanita muda itu bernama Nuresna. Sedangkan anaknya Dirman. Pada tanggal itu setiap tahunnya, ibu dan anak itu akan menabur bunga dan menancapkan bendera merah putih di atas makam Suyud. Nuresna bersama anaknya kemudian mengangkat kedua tangannya untuk berdoa.

“Semoga Kang Suyud diterima di sisi-Nya. Kami rela ditinggalkan oleh Kang Suyud, karena Akang telah berjuang untuk bangsa dan negara,” kata Nuresna, khusyuk.

“Pak, ini Dirman, anak Bapak. Semoga jiwa juang Bapak, tertanam di hati Dirman. Aaamiin,” timpal Dirman, tak kalah khusyuknya.

Nuresna dan Dirman tidak tahu bahwa setiap kali mereka melakukan tabur bunga di makam Suyud ada seseorang yang memerhatikan mereka dari jauh. Orang ini bersembunyi di balik sebuah batu besar yang sekelilingnya rimbun oleh berbagai pepohonan. Kondisi lelaki yang selalu datang memerhatikan Nuresna dan Dirman ini sudah tidak utuh. Wajah dan tubuhnya cacat. Kaki kanannya buntung, sedangkan kaki kirinya tidak bisa digunakan untuk berdiri tegak. Demikian pula keadaan tangan kirinya yang tidak bisa digerakkan lagi dengan sempurna. Lelaki ini baru bisa berjalan bila didukung dengan dua buah tongkat yang diletakkan di sela-sela kedua tangannya.

Selesai menaburkan bunga dan berdoa, Nuresna dan Dirman akan meninggalkan makam. Beberapa jam kemudian, barulah lelaki cacat itu pergi pula meninggalkan makam dengan cara diam-diam. Sepertinya, dia takut sekali bertemu dengan Nuresna dan Dirman.

**

SUATU hari, warga Desa Cimariuk dikejutkan informasi telah ditemukannya mayat seorang lelaki yang terapung di sebuah kali. Kondisi mayat sangat mengenaskan. Mayat itu telah membusuk, sehingga sulit dikenali wajahnya. Tak jauh dari mayat, ditemukan dua tongkat penyangga tubuh.

Kepala Desa Cimariuk mengumumkan kepada seluruh warganya, kalau-kalau ada orang yang merasa kehilangan keluarganya yang keadaan tubuhnya cacat dan ditemukan meninggal di sebuah kali. Tetapi tak seorang pun warga Desa Cimariuk yang merasa telah kehilangan anggota keluarganya. Akhirnya, mayat lelaki cacat itu dimakamkan di permakaman umum Desa Cimariuk yang letaknya tidak jauh dari makam Suyud.

**

HINGGA saat ini, tak ada yang tahu bahwa mayat yang menghebohkan yang ditemukan di pinggir sungai itu adalah mayat Suyud yang sebenarnya.

Ketika terjadi pertempuran di Dayeuhkolot, Suyud terkena letusan mortir. Akibatnya, kaki kanannya hancur, kaki kiri, tangan kiri, dan mukanya luka berat. Suyud yang luka berat itu, terapung di sungai Citarum dan terbawa arus hingga beberapa kilometer. Suyud yang luka berat itu, terdampar di sebuah batu dan ditemukan oleh seorang petani di Soreang. Tuhan Mahabesar, ternyata Suyud yang tengah luka berat itu, nyawanya masih bisa diselamatkan.

Setelah sembuh, Suyud tahu bahwa istrinya, Nuresna, sudah melahirkan seorang anak laki-laki buah dari perkawinannya. Tapi ia sadar, dengan wajah dan anggota tubuh lainnya yang cacat, ia tak pantas lagi untuk mendampingi Nuresna. Apalagi ia mendengar kabar bahwa dirinya sudah disangka mati dan dimakamkan di permakaman umum Desa Cimariuk sebagai pejuang kemerdekaan.

Karena itu, Suyud tak pernah kembali dan menjelaskan keberadaannya kepada siapa pun. Namun, kerinduannya kepada anggota keluarganya membuat Suyud selalu berusaha pada setiap tanggal 17 Agustus datang ke permakaman umum Desa Cimariuk. Setahun sekali, Suyud ingin melihat istri dan anaknya tercinta, Nuresna dan Dirman, bahagia.*** 

Bale Endah, 17 Agustus 2005

(dari : Pikiran Rakyat, 23 September 2006)

 
Tidak ada kesan istimewa pada cerita pendek di atas. Jika kita baca sepintas, cerita pendek itu justru sangat sederhana. Gaya bahasanya, penceritaannya, hanya memperlihatkan gaya bahasa yang yang cukup ringan, tanpa harus bersusah payah mengartikan kata dan untaian kata yang mendalam. Isinya pun hanya sebuah narasi dari cerita sejarah yang berkaitan dengan nasib seorang pejuang.

 

Sekalipun demikian, bukan berarti mudah untuk dicerna lebih dalam. Tugas kita adalah menyimpulkan siapa sebenarnya tokoh utamanya? Apakah Nursena, istri Suyud yangn dinyatakan gugur pada perjuangan? Ataukah Suyud yang dianggap gugur pada perjuangan? Atau mungkin seorang lelaki yang selalu memerhatikan Nursena dan Dirman ketika mereka tabur bunga dan berdoa di makam?

Begitu pula alur peristiwanya. Apakah peristiwa yang dilakukan Nursena dan Dirman ketika pada setiap 17 Agustus datang ke makam tersbut? Atau peristiwa pertempuran, yang kemudian menewaskan seseorang yang tak dikenal, yang kemudian dianggap Suyud, suami Nursena?

Lalu apa konfliknya? Cari dan temukanlah, karena pada cerpen tersebut ada tiga bagian yang masing-masing punya perbedaan peristiwa.

 

Nah, bagi Anda yang punya pengalaman menarik, coba buat cerpennya, selamat mencoba.

 

About these ads
Ditulis dalam Artikel. 31 Comments »

31 Tanggapan to “Mudahnya Membuat Cerpen”

  1. LucKyTa Says:

    toLng bantuin Q duNk..
    Q dsrUh bkin cerpen tTang PKL kmaren k Ujung Genteng…
    tP Q bNgung nYari klimat uTmax pa…
    huhu..
    bNtuin Q yUa….

  2. Ary Says:

    Tlngin gue dong gmna caranya mbt crpen yg bk.please

  3. Melinda awalukita Says:

    Saya disuruh bkin cerpen di sekolah,tapi saya tidak tau tema nya apaan? Plis bntuin saya ya!

  4. cindy Says:

    aku cinta sama sahabat cowok

    disuatu malam kebetulan aku lagi ada acara berkemah di pengajaran wonosalam(jombang). ini adalah acara sekolah ia yang bernama Abi yang menuruku ia asik diajak bicara dan curhat. sebelum aku menyukai ia aku biasa saja sewaktu didekatnya. lama-kelamaan aku terus dekat dengan curhat. saling bercerita sama lain tentang masalah cinta. kami saling memandang satu sama lain. ia senyum padaku membuat hati ini merasa tenang dan terhibur, bayangan wajahnya tak bisa ku lupa. aku gak tau harus bilang apa pada sahabat yang aku sikai ini. apakah aku salah kalau aku mencintai sahabatku sendiri?

  5. Harold Says:

    makasih infonya… sangat membantu penulis pemula seperti saya…

  6. WELDAN Says:

    Sya d’sruh buat crpen, tpi sya gk tau tema ap yg bgus buat saya.

  7. anpaki Says:

    terima kasih atas ilmunya….
    pengen banget buat cerpen tp belum ada waktu

  8. relina sianturi Says:

    kmaren w dah berhasil buat cerpen…
    tapi w nda tw.. pha cerpen w dah terbilang bagus..
    w juga nda tw rus kmna menuangkan cerpen w…

  9. adrian SMA katolik taruna dharma jayapura Says:

    Bsa bntu saya buat cerpen ….
    soalnya sebentar lagi seleksi pengarang cerpan
    terbaik………….

  10. zulmaidi Says:

    keren…! artikelnya bagus.
    saya sangat suka menulis tapi yang sulit bagi saya adalah mencari dan mendapatkan ilham atau inspirasi tulisan.
    itu amat sulit bagi saya.

  11. puti Says:

    bagaimana cara memulai kata2 yg bagus untk sebuah cerpen???

  12. ekha Says:

    mulai kcil saya suka mnulis tp tiap mnulis sbuah crita saya tdk tau crita akhir ny dan tdk tau jdul yg tepat.
    saya ingin bs membuat novel.
    cita2.

  13. andre Says:

    saya mao coba ya pak wan thengkyu

  14. rizka sukmasari Says:

    kalo mau bikin cerita tentang diri sendiri apa harus pake unsur unsur cerita pak??

  15. sandya Says:

    ak pngen ikutan lomba buat cerpen judulnya cintaku ketemu di hp bantuin donk

  16. erlin Says:

    gimana caranya buat kata2 yang bagus buat awal cerpen??????

  17. DIEDA Says:

    MENURUT SY ITU JUGA DAH BAGUS AND BISA JADI INSPIRASI BAGI PENULIS PEMULA

  18. munahnugroho Says:

    saya engga punya pengalaman menarik.. jadi gimana dong.. masa saya harus nyontek cerpen orang..

  19. yuditposhboy Says:

    emang cerpen yang bagus itu berasal dari pengalaman apa ngarang?

  20. yogii Says:

    ehh gimna bikinnya sih?

  21. awan sundiawan Says:

    @all: bagus tidak cerpen harus dibaca oleh banyak orang, dan para pembaca tersebut memberikan apresiasi apda kita, yang penting bekarya terus untuk membuat cerpen, tumpahkan segala ide/pengalaman/gagasan pada cerpen, mudah2an cerpen yang kita buat bermanfaat bagi pembaca.

  22. agus Says:

    contoh cerpennya bagus om!!!
    tapi ada bagian yang bikin bingung, ada narasi kaya gini >> “Suyud, suami Nuresna yang sedang hamil dua bulan, dikabarkan tewas dalam pertempuran itu”, yang bikin bingung itu suyud, suami nuresna, apa nuresnanya yang hamil???… heheheh, itu om yang salah ketik apa otak saya yang ga nangkep ya??!! soalnya bagi orang yang ga ngerti tentang kaya ginian (termasuk saya) nangkepnya si suami nuresnanya yang hamil !!!!
    btw thanks om tips and tricknya, berguna banget!!! :D

  23. kakang lutfi Says:

    di rm gue tempat paling serem…… di lt 3
    tempatnya di gudang dan di kamar yang suda hampir
    5 thn uda gak di tempat tin

  24. faisal Says:

    karya sundiawan emang wajib di patungi jempol

    semua karya nya sangat berguna

  25. bingung ingin berkarya... Says:

    Hal-hal yang bisa mendobrak semangat untuk
    menulis

    ((((Learning to write should be kept in mind))))

    1. Perbanyak membaca hasil karya orang lain,karena membaca saudara kembarnya menulis

    2. Jadikan keberhasilan orang lain untukmemotifasi diri.

    3. Jadikan menulis sebagai sarana untuk meningkatkan percaya diri yaitu dengan membentuk kita sebagai penulis yang eksis.

    4. Pupuklah dendam pribadi. Salurkan lewat menulis.

    5. Jangan terlalu percaya bakat. Meskipun bakat ada pengaruhnya terhadap perkembangan seseorang dalam menulis, tapi menulis sebenarnya murni dari keterampilan dan kreatifitas. Keterampilan punya daya hidup bagi seseorang untuk memproses dirinya.

    6. Begabunglah di komunitas kepenulisan, baikmilis atau organisasi terkait.

    7. Yakinlah bahwa dengan menulis, maka bermanfaat bagi orang lain, karena telah memberikan informasi kepada pembaca, asalkan memperhatikan kaidah dan norma-norma dalam kepenulisan.

    8. Ingat apapun profesi seseorang, dia punya potensi dan kesempatan terbuka untuk menulis dan menjadi seorang penulis.

    9. Tekad yang besar.Harus yakin bahwa dengan menjadi seorang penulis, tidak hanya dikenal sebagai seorang jurnalis.

    10. Kirim hasil karya ke milis, website,sebagai ajang diskusi.

    Kekasih selalu menemani…

    Writes to life- Life to writes..

  26. ELVIRA PRATIWI Says:

    selama liburan sya dsuruh membuat cerpen akan tetapi sya tdak tau caranya membuat cerpen bantuin aq yach plisssssssssssssssss

  27. ELVIRA PRATIWI Says:

    TRIMAKASIH TELAH MEMBANTU KU NAHHH SEKARANG AQ JDI LBIHHH MENGERTI CARANYA MEMBUAT CERPEN DECHHH

  28. awan sundiawan Says:

    @all: terima kasih atas kunjungannya, semoga bermanfaat, kepada yang telah memberikan tambahan pencerahan, terima kasih atas kebaikannya, kepada yang akan membuat cerpen, mulailah dengan cerita yang mudah diingat/kejadian yang mudah diingat dan pernah dilakukan atau hasil pengamatan, semoga berhasil membuat cerpennya.

  29. Fitra Dewinta Manuntungi Says:

    makasih ya ky ny jd sebuah inspire dch

  30. awan sundiawan Says:

    @Fitra: sama2 semoga bermanfaat, dan selamat membuat cerpen karya sendiri.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.650 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: