Archive for Januari 11th, 2008

7 kali, 7 alasan

Tujuh kali aku pernah mencela jiwaku,
pertama kali ketika aku melihatnya lemah, padahal seharusnya ia bisa kuat.
Kedua kali ketika melihatnya berjalan terjongket-jongket dihadapan orang yang lumpuh
Ketiga kali ketika berhadapan dengan pilihan yang sulit dan mudah ia memilih yang mudah
Keempat kalinya, ketika ia melakukan kesalahan dan coba menghibur diri dengan mengatakan bahwa semua orang juga melakukan [...]

Rindu

Kemanakah Dirimu?
Telah lama kunantikan
Telah lama kutunggu
Telah lama kucari
Aku jemu
Aku bosan
Aku cape
menunggumu
Kemanakah dirimu?
Mengapa jadi rindu?
Mengapa jadi rindu padamu?
Mengapa semakin menjadi rindu padamu?
Mengapa hanya kepadamu?
Mengapa hati ini terpaut padamu?
Mengapa jiwa ini terpesona padamu?
Mengapa pikiranku ini menyangkut padamu?
Mengapa jadi rindu padamu?
Sepertinya “cangkir” itu yang menambah aku rindu padamu
Sepertinya “cangkir” itu yang menambah aku kangen padamu
Sepertinya “cangkir” [...]

Kamu

Ah Kamu
.saatu jam.
dua jam..
semenit..
dua menit…….
ahhhhh…kamu..
buwat aku sakau..
buat aku terkaparr..
..menantimu adalah..jemu..
..sayang..
dimana kamu?
Kamu adalah sesuatu bagiku
memikirkanmu adalah hal terbaik yang sering aku lakukan akhir-akhir ini..
menyenangkan..
mendebarkan..
sekaligus membahagiakan..
..kamu adalah..
angan yang tak pernah pudar..
..hembusan nafas yang tak pernah berhenti..
…desiran angin yang menyejukan..
….deburan ombak yang menggelora..
..tapi juga..
.api yang membara..
..
ah..
kamu adalah keindahan yang telah lama tidak tersentuh..
telah lama tidak terusik..
telah [...]

Cinta Pertama

Kau punya kisah kasih cinta pertama dengan orang lain
Kau pasti menyimpan dia hatimu dan pasti tidak akan melupakannya
Kau pasti menyimpan sejuta kenangan bersamanya
Kau pasti menyimpan sesuatu yang sangat berarti bagimu
Kau punya kisah kasih cinta pertama dengan orang lain
Kau pasti mengenang dia
Kau pasti memuji dia
Kau pasti memiliki keindahan bersamanya
Kau punya kisah kasih cinta pertama dengan orang [...]

Jangan Pernah Menyerah

.ribuan hari yang aku isi..tanpamu..
tak pernah kutau bahwa itu akan kembali..
..meski datangnya memang terlambat…
meski jika aku memutar kembali waktu itu..
aku tak pernah tau bahwa itu akan mengembalikanmu..
dulu..
kini..
besok..
..aku tak pernah tau kenapa aku ini..
.. tapi aku tak akan mencari tau kenapa aku merasakan perasaan yang dahsyat ini..
..tak pernah tau.. tak pernah direncanakan..
semua datangnya tiba-tiba..
..semua datangnya cepat..
..satu [...]

Rinduku Padamu

Biarkan Kubawa Sendiri!
Rindu
Kangen
ah…
masih banyak lagi…
akan kubawa sendiri
bersama angin
bersama rintik hujan
bersama kabut
bersama alam
Biarkan kubawa sendiri!
Hati Berkata Jujur
..mungkin aku pernah merasa rindu..
tapi tak pernah seindah ini
mungkin aku pernah merasa cinta..
tapi tak pernah sedalam ini..
Memang rindu yang tulus akan menciptakan keindahan
Memang cinta yang ikhlas akan penuh makna
Mengapa Baru Jujur Sekarang?
Sekali aku mencinta
Tak kubiarkan menjadi benci
Tergerak untk [...]

Curhat

Mengapa Malas?
Badanku lemas
Yang ada males….
Mengapa saya jadi pemalas?
Jiwaku cape
yang ada males
Mengapa saya jadi malas?
Mengapa Jadi Pusing?
Pikiranku berputar
Kepalaku terasa berat
Lama-lama jadi pusing
Mengapa saya jadi pusing?
Sakitkah Aku?
Raga lemas
Jiwa cape
Pikiran dan Hati kacau
Apakah saya sedang sakit?
Karena Pikiran
Mengapa Malas?
Mengapa Jadi Pusing?
Mengapa Jadi Sakit?
Karena Pikiran Terganggu

Puisi Bahasa Sunda

Katresna anu pernah Katunda
junjunan…
upami salira ngintun wartos .. sok aya.. peraosan nu nambih…
nambih nyaah.. nambih sono.. nambih mikatresna..
duh panutan hate
iraha tiasa patepang..
tiasa nyarios..seueur..
tiasa silih pihapekeun rasa anu tos lami teu dugi
..
-oOo-
duh.. junjunan…
ieu hate moal kamana-mana
moal bakal nyapirakeun..
kana katresna anu kantos dititipkeun ku salira ..
jungjunan…
rasa sono …
rasa yaah …
katrensna anu beuki dieu beuki tamplok kasalira..
moal [...]

Saya mencoba menerjemahkan ke dalam bahasa Indonesia puisi “Basa Patepung di Alun-alun ‘Kota Manis’“. Saya terjemahkan berdasarkan kosa kotanya. Mungkin akan terasa tidak indah lagi, karena setiap bahasa memiliki nilai rasa yang sukar untuk diganti dengan kata “penerjemahnya”.
Cintaku kepadamu adalah cinta dalam kesepian
Aku menyendiri memilikimu
Tetesan embun yang bening
Membahasi jendela kaca
Waktu pagi masih sepi
Wanci janari anu [...]