Kembali ke…… Laptop

ae1.jpg

Sekarang lagi ramai-ramai membicarakan Laptop dan DPR. Saya pun menjadi tertarik dengan laptop dan DPR.

Di Thailand pemerintah membagikan 5000 laptop kepada siswa. Laptop tersebut kategori laptop pelajar/siswa yang spesipikasinya khusu untuk belajar, harganya sekitar 1 jutaan.

Di Indonesia seorang guru harus tampil dengan menarik ketika mengajar, diantaranya seorang guru harus membuat dan menampilkan materi bahan ajar yang menarik, berupa animasi atau aplikasi lainnya. Terpaksa beberapa guru Indonesia “nyicil” laptop.

Katanya DPR akan mendapatkan laptop seharga 21 jutaan, buat apa? Apakah DPR akan membuat program aplikasi?  Apakah DPR akan menampilkan program aplikasi basis data yang cukup besar? yanga da hanya laptop sebagai kenang2-an jadi DPR. Paling2 untuk membuat naskah, mem buar presentasi, atau membuat tabel laporan dengan office. itu mah dengan laoptop 7 juta juga bisa.

Kalau 21 juta kali 500 orang sudah berapa? Tapi kalau setiap anggota DPR hanya mengambil laptop yang 7 juta, berarti setiap anggota DPR bisa menyumbang 2 laptop untuk guru-guru. Seandainya hati nuraninya hidup maka 500 x 2 = 1000, jadi 1000 orang guru yang ayang di daerah akan mendapatkan laptop untuk media bahan ajar (bukan milik pribadi). Atau setiap anggota DPR menyumbangkan 14 laptop siswa, jadi 500×14=7000. Maka 7000 siswa di daerah akan mendapatkan laptop pelajar seperti di Thailand.

Tentang DPR, pada saat ini 154 SMA menerima bantuan multimedia. Katanya setiap sekolah dianggarkan 650 juta, pada pelaksanaannya setiap sekolah menerima 300 juta, kemudian harus dipertanggungajawabkan, diptong pajak 11,5% dan biaya itu ini, jadi berapa bersihnya? Itumah guru matematika yang bisa jawab.

Dari 650 juta itu dibagi2 menjadi, 150 juta untuk DPR, 100 juta untuk Departemen, 100 jutan untuk pelaksanaan. Bayangkan itu dari setiap sekolah. Kalau benar 154 sekolah x 150 juta sudah berapa? Ada uang pendidikan di DPR?

Ya ternyata yang paling miskin itu siapa? Semakin banyak kekurangan, semakin banyak permintan, semakin banyak kebutuhan itulah yang paling miskin.

Kalau kita sadar kita sedang mencari kekayaan yang sebanyak-banyaknya, dan mencari kekuasaan yang setinggi-tingginya, sedang mencari keadilan yang seadil-adilnya.

Sadarkah kita bahwa yang kita cari adalah nur Illahi, cahaya Allah SWT yang mahasegalanya. Sadarkan kita bahwa Allah maha baik kepada kita?

Trims.

Ditulis dalam Umum. 21 Comments »
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.683 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: